Keteguhan Almeera

Keteguhan Almeera
Bau Rokok


__ADS_3

Seorang wanita dengan dress panjang bermofit batik lengkap dengan jilbab berwana hitam dan Apron abu-abu yang melekat di tubuh nya. Aneka suyuran sudah tersedia di atas meja dan dia pun mulai berbeperang di dapur.


“Non… mau masak apa??” tanya Bik Atun


“Meara mau masak capcai bik..kira-kira mas Gibran suka gak ya??”


“biasa nya masakan istri tercinta pasti di makan non..” Goda Bik Atun


“Bibik bisa aja, mas Gibran ada punya alergi akan makanan gak Bik..??”


“Alergi udang non..” balas Bik Atun dan itu membuat mata Almeera membulat, heran karna yang dia tahu Gibran begitu suka dengan seafood


“Kalau dikit Non..Kalau banyak Alergi nya hilang…” tambah Bik atun kemudian dan itu membuat Almeera memanyunkan bibir nya.


“hehehe…” Tawa Bik Atun


“ya udah non, bibik mau angkat jemuran dulu…”


“monggo bik….” Balas Almeera dengan tangan kanan di bentangkan. Mempersilahkan Bik Atun untuk menuju halaman belakang


Tab..Tab..Tab


Ada langkah kaki yang di injakan dengan sangat hati-hati, seakan tak ingin kedatangan nya ada yang tahu. Diletakan nya laptop di meja makan, lalu kembali melangkahkan kaki nya dengan sangat hati-hati.


Di rangkulnya perut Almeera tiba-tiba, dan itu cukup membuat Almeera kaget, hampir saja sendok penggorengan nya melayang.


“Ini mas Meer…masa mau di timpuk pakai sendok penggorengan..”


“Mas tuh yang datang tampa salah, dan tiba-tiba maen meluk, kan Meera kaget..”


“Udah ngucapin salam ya… cuka pelan-pelan..hehehe” balas Gibran masih dengan posisi memeluk Almeera dari belakang


“Roman-romanya ada yang bau asap rokok, mas ngerokok ya..” tanya Almeera sambil membalikan badan nya.


“hmmm….” Dehem Gibran dengan ekspresi berfikir


“Jujur…” ujar Almeera dengan tatapan tajam nya


“Gak habis sampai satu batang kok, tapi ketemu temen di café, di tawarin rokok…, menghargai aja..."jujur Gibran


Almeera melepas tangan Gibran yang memeluk nya, lalu kembali membalikan badan nya ke arah kompor.


"Trus kalau di tawarin cewek cantik juga Nerima aja, alih-alih menghargai" ujar Almeera dan itu membuat Gibran menelan saliva nya


“Buruan mandi yang bersih, baru boleh peluk lagi” Ujar ALmeera dengan nada sedikit kecewa

__ADS_1


“Kamu gak suka ya sama cowok perokok??” tanya Gibran sambil menyandarkan dagu nya di pundak Almeera


“Di bahas nanti, sekarang mas mandi dulu.. Meera mau lanjitin masak…” balas Almeera , Dan Gibran pasrah lalu melangkahkan kaki nya untuk menuju kamar, tapi tiba-tiba dia berbalik arah dan mencium pipi Almeera singkat lalu mengambil langkah seribu untuk bisa segera sampai kamar, sedangkan Almeera membulatkan mata nya dengan tingkah sang suami


Selesai dengan menu makan malam yang sudah dia susun di atas meja makan di bantu oleh bik Atun juga, Almeera pun menuju kamar. Setelah berada di dalam kamar Nampak Gibran yang sedang menelfon seseorang di balkon.


Almeera memutuskan untuk masuk ke kamar mandi, untuk membersihkan diri nya, kurang lebih lima belas menit Almeera baru keluar dari kamar mandi sudah lengkap dengan pakaian santai nya, dengan rambul yang di cepol, dan Gibran sudah duduk di tepi ranjang.


Almeera langsung berjalan ke arah meja rias melewati Gibran, duduk di meja rias, membuka cepolan rambut nya, lalu membalurkan minyak zaitun ke permukaan rambut nya.


Gibran tiba-tiba sudah berada di belakang Almeera, di taruhnya tangan Almeera ke atas paha yang tadi nya di atas kepala sembari menggosok-gosok rambut,


Di tuang nya minyak zaitun ke telapak tangan nya, lalu di balurkan ke rambul Almeera, di gosok nya perlahan agar merata.


“Jangan marah, mas paling takut kalau kamu marah terus memutuskan untuk pulang ke rumah abi..” Ujar Gibran dengan tangan yang masih focus di rambut Almeera


Almeera membuang napas nya panjang..


“Gak marah, hanya kecewa saja.. ternyata suami Meera ini dzolim…”


“Dzolim gimana???” tanya Gibran Heran


“Dzolim itu bukan hanya kepada orang lain, tapi kadang tampa kita sadari diri kita sendiri juga sering dzolim dengan diri sendiri, contoh nya memaksakan kehendak, kurang bersyukur, menyiksa diri salah satu nya ME-RO-KOK…” kata merokok yang cukup tegas.


“Mas tahu gak, merokok itu adalah ajaran kaum yahudi… kaum yahudi lah yang menciptakan rokok, di peruntukan untuk kita muslim, tapi mas tahu gak, mereka itu tidak merokok”


“Bahkan sudah tahu berbahaya tapi tetap saja merokok, apa itu tidak bodoh nama nya, apa itu tidak dzolim karna menumpuk penyakit"


" trus saat di kasih sakit, minta nya cepet sembuh, gak di kasih kesembuhan nyalahkan Allah… padahal penyakit itu dia sendiri yang mengundang”


Gibran menggaruk-garuk kepala nya…


“Punya istri Ustazah plus latar belakang keluarga dunia medis begini nich…” Lirih Gibran


“nyesel…???”


“Enak aja nyesel..ya gak lah…”


“Trus kenapa ngomong nya gitu…???”


“Mas bukan perokok kok, ya sesekali aja pas kumpul temen, atau lagi gabut…” Ujar Gibran sambil duduk di samping Almeera, duduk berdempetan di kursi rias dengan memeluk pinggang Almeera agar tidak jatuh.


“Awalnya sebatang… lama-lama???”


“Awalnya Gabut…lama-lama…???”

__ADS_1


“ya udah maaf… janji gak lagi-lagi… kan sekarang udah ada istri, jadi kalau gabut ada yang ngehibur…hehehe”


“Maaf jika Meera harus jujur gak suka sama mas yang ngerokok…”


“Tapi tunggu, dulu pas pernikahan kita masih ngegantung mas ngerokok aja donk..??” tanya Almeera dengan tatapan penuh selidik


“Gak juga… kan mas gak beli rokok nya, minta sama Reno…”


“Reno..???”


“Iya… dia salah satu orang kepercayaan mas juga, tapi dia gak stay di SKY, datang pas mas panggil aja”


“Meera jadi curiga…”


“mas gak pernah macem-macem ya… jadi jangan mikir macem-macem..” balas Gibran dan itu membuat Almeera terkekeh


“Udah ngaji tuh di masjid, mas mau sholat di masjid atau di rumah, tapi laki-laki lebih di utamakan sholat nya berjamaah di masjid”


“Mas boleh tanya??”


“Boleh… apa??”


“Sebener nya laki-laki itu sholat di masjid hukum nya Sunah atau wajib??”


"Diantara dalil yang menguatkan pendapat tentang kewajiban seorang laki-laki mengerjakan shalat berjamaah di masjid adalah.."


"Barangsiapa yang mendengar azan lalu tidak mendatanginya, maka tidak ada shalat baginya, kecuali bila ada uzur.” ( HR. Abu Daud dan Ibnu Majah)


“Seorang lelaki buta menjumpai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan dia berkata, ‘Wahai Rasulullah, sungguh aku tidak memiliki seorang penuntun yang bisa menuntunku berjalan ke mesjid.’ Kemudian ia memohon kepada Rasulullah SAW agar diberikan keringanan sehingga dia boleh shalat di rumahnya, lalu beliau Rasulullah membolehkannya.


" Ketika orang tersebut berpaling pergi, Rd Rasulullah memanggilnya dan berkata, ‘Apakah kamu mendengar azan shalat?’ Ia menjawab, ‘Iya.’ Beliau pun mengatakan, ‘Maka datangilah!’” (HR. Muslim)


"Namun, pendapat yang lebih tepat dalam perkara ini adalah bukannya tidak boleh seorang laki-laki mengerjakan shalat fardhu di rumah, hanya saja hal itu tidak sesuai dengan apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Berarti laki-laki yang mengerjakan shalat fardhunya di rumah, ia telah meninggalkan ajaran Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Dan konsekuensi dari meninggalkan ajaran beliau adalah akan menyebabkan seseorang dijauhkan dari agamanya dan juga kehilangan banyak keutamaan yang dapat mengangkat derajatnya di akhirat"


"Meskipun demikian, shalatnya laki-laki tersebut tetap sah, karena shalat dengan berjamaah di masjid atau shalat sendirian di rumah bukan merupakan syarat sahnya shalat seseorang. Wallahu a’lam"


"Nah...sekarang kembali ke mas, mau sholat di mana?? yang pasti sholat berjamaah di masjid itu lebih besar keutamaan"


Gibran mencium kening Almeera singkat lalu beranjak menuju kamar mandi..


"mas sholat di masjid..." ujar Gibran sambil berlalu dan itu membuat Almeera tersenyum sumringah.


🍃🍃🍃


Jazaakumullah khairon untuk semua sudah bersedia mampir dan membaca coretan demi coretan saya.... walau kadang gak jelas arah tujuan nya kemana..🤭

__ADS_1


Jazaakumullah khairon untuk dukungan nya, dalam bentuk apapun itu.,🥰 Like, Komen, Vote, Gift , Tips...


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah --Al-Qur'an


__ADS_2