Keteguhan Almeera

Keteguhan Almeera
Seperti Chef Handal


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang Almeera masih banyak diam.


Dia hanyalah wanita biasa yang juga bisa kecewa, bahkan marah, tapi dia sadar marah hanya akan merugikan nya.


Menatap jalanan yang dihiasi lampu-lampu jalanan, tak lama kemudian Almeera memejamkan mata nya, bayangan siang tadi masih jelas di mata nya.


Gibran bingung harus berkata apa, tapi dia cukup khawatir dengan sikap sang istri.


jarak rumah Aki cukup jauh, dan itu membuat Almeera tertidur dalam perjalanan, sesampainya di rumah Gibran tidak membangunkan nya, Gibran langsung membopong Almeera menuju kamar.


Direbahkan nya tubuh Almeera perlahan, tak ingin jika sampai sang istri terbangun.


Tapi sepertinya itu tak berhasil, Almeera tetap terbangun.


"kok udah di kamar aja mas, mas gak bangunin Meera...??" sambil mengucek mata lalu mengambil posisi duduk di tepi ranjang


"gak mau ganggu tidur nyenyak istri mas ini" balas Gibran sambil duduk di bawah ranjang, tepat di hadapan Almeera sambil menggenggam tangan Almeera


"mas kok di bawah...??" tanya Almeera tapi bukan jawaban yang Almeera dapat.


Gibran malah memeluk pinggang Almeera, merebahkan kepala nya di paha sang istri.


"mas...??" panggil Almeera


"mas gak akan berdiri sebelum dapat maaf dari istri mas ini..." ujar Gibran penuh sesal


"Meera juga punya rasa kecewa , rasa marah mas, tapi bagaimanapun Meera gak bisa berlarut dalam emosi itu, Meera belajar memudarkan nya" balas Almeera


"mas terima, bahkan mas siap menerima kemarahan kamu sayang, asal kamu jangan cuma diam..."


"Sesungguhnya kebanyakan dosa anak Adam berada pada lidahnya.” (HR. Ath Thabarani, Ibnu Abi Dunya dan Al Baihaqi)


"Meera gak mau lidah Meera membawa pada kesengsaraan nanti nya"


Sebagaimana Sabda Rasulullah


”Diam itu adalah perhiasan bagi orang alim dan selimut bagi orang bodoh.” (HR. Abu Syaikh, dari Muharriz)


"Begitu banyak makna dari diam, diam mampu menjauh kita dari api neraka dan mendekatkan kita kepada surga.."


”Siapa yang menjamin untukku (agar menjaga) apa yang ada diantara dua janggutnya (lidah) dan yang ada diantara dua kakinya (********), maka aku menjamin untuknya surga ” (HR. Bukhori)


"Meera hanya butuh waktu...mas gak perlu khawatir.." ujar Almeera dengan lembut sambil mengelus rambut Gibran


"maaf,. sekali lagi maaf" ujar Gibran sambil menengadahkan kepala melihat Almeera lalu di ciumi nya kedua tangan Almeera dengan penuh kasih sayang


"mas mau di bawah aja, gak mau nemenin Meera tidur di atas...??" tanya Almeera

__ADS_1


Gibran pun berdiri lalu menarik tubuh Almeera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, lalu mereka pun bergegas untuk istirahat.


....


Sepertinya tadi malam bukan hanya sekedar istirahat yang mereka lakukan, tapi juga suatu ibadah yang mampu membuat cinta itu semakin kuat.


Almeera sudah keluar dengan rambut yang di gulung dengan handuk, Gibran pun tampak sudah fres sembari mengusap rambut nya yang basah dengan handuk kecil.


Mereka pun melaksanakan sholat subuh berjamaah.


Selesai dengan rutinitas subuh, Almeera pun menuju dapur di temani oleh Gibran.


"mas ngapain ikut turun..." tanya Almeera


"boleh gak hari ini sarapan nasi goreng dengan cumi Krispy..??" tanya Gibran


"butuh Karbo tinggi nich ceritanya..??" tanya Almeera


"boleh gak...??" tanya Gibran lagi


"siap pak suami.. nasi goreng dengan Cumi Krispy jadi menu sarapan pagi ini..." balas Almeera di selingi tawa kecil


"mau Meera buatkan susu dulu gak...??" tanya Almeera


"boleh banget, obat lapar...." jawab Gibran sambil duduk di ruang makan


Almeera pun menyeduh secangkir susu kambing serbuk dengan air panas,roti Gandung menjadi teman santapan subuh ini.


"lah bibik, kayak gak ngerti aja.." balas Gibran dan itu membuat nya mendapat hadiah cubitan di bahu nya.


"sakit sayang...." rengek Gibran dengan manja dan itu membuat bik Atun terkekeh


"paham kok paham..." ujar bik Atun dan itu membuat pipi Almeera memerah


"tuh kan jadi di ledekin bik Atun....masak sendiri aja tuh nasi goreng nya..." kesal Almeera


"waduh, bik Gibran disuruh masak, belum tahu istri Gibran ini gimana masakan Gibran....." balas Gibran


"emang mas bisa masak...??" tanya Almeera heran plus ragu


Gibran pun berdiri, meraih kedua bahu Almeera lalu mendudukan tubuhnya di kursi.


"duduk disini, pagi ini mas yang mas...." ujar Gibran


"mas serius...??? bukanya lagi laper ya?? trus yakin bisa masak...??"


"satu gelas susu dan roti gandum , Alhamdulillah rasa lapar itu berkurang.. soal masak nanti kamu tinggal menikmati saja" balas Gibran sambil berlalu menuju dapur lalu memasang Apron

__ADS_1


Almeera memberi kode ke Bik Atun.. dan Bik Atun hanya membalas dengan mengangkat ke dua bahu nya.


Sungguh membuat Almeera semakin ragu.


Gibran mulai dengan atraksi nya, bukan atraksi sulap atau pun memecahkan batu bata.


tapi di mulai dari atraksi memecahkan telur ke dalam mangkuk.


Menyiapkan bumbu, lalu di giling nya dengan mesin penggiling bumbu.


memanaskan minyak, lalu setelah panas bumbu pun di gongseng nya.


Sudah seperti chef handal, tapi tak sehandal chef Jun Jun yang terkenal di salah satu ajang chef ternama.


"sayang cara masak cumi Krispy nya gimana??" tanya Gibran sambil mengaduk nasi yang sudah dia masukan ke dalam wajan.


Almeera pun beranjak,.menyiapkan tepung, telur dan juga cumi yang sudah dia cuci, dipotong nya seukuran jempol tangan, di celupkan ke telur, lalu di balurkan ke tepung.


Dan itu di lakukan berulang-ulang kali.


"mau Meera bantu untuk goreng nya..??" tanya Almeera


"cukup.. sayang silahkan duduk kembali, biar mas yang goreng..." balas Gibran sembari menuang sedikit kecap ke nasi goreng nya


"yakin....??" tanya Almeera meyakinkan


"yakin sayang..." dan Almeera pun kembali duduk, senyum nya terukir indah, sang suami pagi ini tampak begitu mempesona.


Bik atun yang baru turun dari atas sembari membawa keranjang pakaian kotor pun ikut tersenyum melihat majikan muda nya itu


nasi goreng pun matang, dan sudah di taruh ke dalam mangkuk.


Kini Gibran mengambil satu wajan penggorengan lain, menuang minyak untuk menggoreng Cumi yang sudah di pakaikan baju, alias sudah di balut oleh tepung.


Setelah beberapa menit semua pun matang dan sudah di plating.


Gibran pun membawa menu sarapan yang tadi nya request dirinya, tapi hasil nya hari ini dia sendiri yang memasak semua nya.


soal rasa.. belum di cicipin, tapi nampak begitu menggoda, di tambah perut memang sudah keroncongan.


🍃🍃🍃🍃


Lanjut…???


Sebelum lanjut ingat jangan lupa tinggalkan jejak dukungannya ya. Apapun bentuk nya akan di terima, Like, vote, gift dan komen nya.


Jazaakumullah Khairan..

__ADS_1


Yang belum meninggalkan jejak dukungan nya, semoga dilembutkan hati nya..


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah –Al’Quran


__ADS_2