Keteguhan Almeera

Keteguhan Almeera
Air Mata Duka dan bahagia


__ADS_3

“ Assalamualaikum warahmatullahi…’’


Salam pun di ucap menandakan sholat isya pun selesai, sholat berjamaah dengan Ummi, tiba-tiba Almeera memeluk erat Ummi Arafah


‘’Kenapa..??’’ tanya Ummi sambil membelai kepala Almeera


‘’Kangen Umma…’’ lirih Almeera dengan air mata yang sudah mulai jatuh, begitupun Ummi Arafah, air mata nya seakan segera tumpah


Membuat Ummi teringat akan adik tercintanya yang ternyata lebih dahulu menghadap sang Khalik.


Ummi pun membalas pelukan Almeera, dia tahu ini momen pertama dalam hidup Almeera,. jika ada Umma pasti akan menjadi hari yang sangat spesial, tapi Umma kini sudah tidak disisi nya.


‘’Ummi tahu Meera pasti lagi butuh-butuh nya Umma kan, doakan Umma ya.. sekarang kita lihat hasil nya tadi, yang lain juga pasti udah pulang dari masjid, mereka pasti bingung kita malah berada di kamar saat mereka pulang’’


Almeera melepaskan pelukan nya, dan Ummi dengan sigap menghapus air mata Almeera.


Ummi Arafah beranjak mengambil bungkusan yang berisi hasil tes tadi, lalu kembali duduk di depan Almeera, masih di atas sajadah.


‘’Kamu yang buka aja ya…’’ pinta Ummi sambil memberikan alat tes itu


‘’Ummi aja….’’


‘’ayo donk, masak Ummi sich… ya udah kita lihat bareng-bareng ya… hitungan ke tiga kita buka, ok..???’’ usul Ummi


Mereka berdua pun memejamkan mata nya, perlahan Ummi menarik alat tes itu keluar dan mulai menghitung. Udah ngalah-ngalahin mau unboxing kado dari suami.


‘’satu…..’’


‘’dua…..’’


‘’ti….GA….’’ hitung Ummi


Dan benar saat di hitungan ke tiga Almeera membuka mata nya, tapi tidak dengan Ummi, Ummi masih memejamkan mata nya.


Mata Almeera membulat melihat hasil garis yang ada di alat tersebut, lalu mata itu berkedip-kedip menahan haru


‘’Ummi ini beneran??’’ tanya Almeera tak percaya


‘’apa nya yang beneran…???’’ tanya Ummi Arafah, karna memang masih terpejam


Pertanyaan Ummi pun membuat Almeera melihat ke arah Ummi, dan barulah dia tahu bahwa Ummi masih terpejam.


‘’Ummi ngerjain Meera…Ummi buka mata dulu, ini lihat…’’ Pinta Almeera seperti anak kecil


Ummi pun membuka mata nya, dan saat membuka mata membuat Ummi tersenyum sumringah.


Dua garis merah.. ya dua garis merah itulah hasil dari tes kali ini

__ADS_1


‘’Masyaallah, Tabarakallah Meer…’’ ucap syukur Ummi sambil memeluk Almeera, berbeda dengan Almeera, Almeera malah meneteskan air mata nya


Di tahan nya isakan dari bibirnya.


Dia menangis, tangisan Bahagia dan juga duka.


Bahagian akan hasil itu sudah pasti akan menambah kebahagiaan keluarga, terutama dirinya dan sang suami.dan duka nya di perjalan awal dan perdana ini sudah tidak ada Umma di sisi nya, sekalipun dia bersyukur ada Ummi, yang juga begitu menyayangi nya.


Tapi tetap, peran Umma tak akan bisa di gantikan sepenuh nya, Umma tetap yang pertama.


‘’Hei kok nangis..??’’ tanya Ummi sambil menghapus air mata nya


Ingin berandai, tapi itu sama saja dia tidak menerima takdir Allah..


‘’Ummi paham, tapi percayalah jauh sebelum Umma pergi , berjuta doa sudah Umma pinta kepada Allah, untuk suami nya, untuk anak-anak nya, apalagi kamu sayang, dan juga untuk cucu-cucu nya, sekalipun belum ada…’’


Almeera malah semakin terisak


Ummi memeluk Almeera.


Saat Almeera terisak dalam pelukan Ummi, pintu kamar terbuka, ada Abah Fatih dan juga Gibran yang menyaksikan itu, membuat banyak pertanyaan di benak mereka.


‘’ummi…’’ panggil Abah Fatih


Mendengar panggilan itu Ummi pun menoleh ke sumber suara dan Almeera pun menghapus air mata nya.


Gibran yang melihat itu tampa aba-aba langsung mendekati sang istri, ikut duduk di dekat sang istri.


‘’sayang kamu kenapa… kok nangis..??’’ tanya Gibran dengan cemas nya


Almeera masih terdiam, bingung harus menjawab apa


‘’bukan Ummi ya yang buat Meera nangis, kamu tuh yang buat dia nangis sampai kayak gitu…’’ ujar Ummi Arafah dan itu membuat Gibran kaget


Melihat ekspresi Gibran membuat Ummi tersenyum tipis, Abah bisa melihat itu dan membuat Abah mengerutkan kening nya, bertanya dengan kode-kode ke arah Ummi dan Ummi malah menaruh telunjuk di bibirnya meminta agar Abah diam dahulu.


‘’Ummiiii…..’’ tegur Almeera karna ucapan Ummi membuat Gibran jadi tegang


‘’ya habis kamu nya diam aja, lihat tu Gibran udah khawatir gitu, buruan kasih tahu…’’ balas Ummi


‘’sayang sebenar nya ada apa ini??? Jangan buat khawatir…’’ tanya Gibran


Almeera pun mengambil hasil tes itu, lalu di berikan nya ke Gibran


Gibran bingung, alat apa ini?? Ini pertama kali dia melihat ini, dan apa maksud dari dua garis yang ada di layar


‘’ini alat apa..?? dan ini maksud nya apa??’’ tanya nya sambil menunjuk pada layar yang ada dua garis merah

__ADS_1


"seperti termometer, tapi kenapa bukan angka??" tanya Gibran bingung


‘’kamu ya Bran, bener-bener jago nya ngelola binis saja ya, alat gini aja gak tahu…’’ sewot Ummi sambil geleng-geleng


‘’tapi Gibran memang gak tahu Ummi..’’ Balas Gibran


‘’trus kenapa bisa alat ini buat kamu nangis sayang..?? ada yang sakit???'’tanya Gibran bingung, Gibran tidak tahu apa yang di pegang saat ini adalah alat tes kehamilan


‘’Dua garis…??? Alhamdulillah.. Masyaallah, Tabarakallah… pas lagi kumpul semua nich..’’ ujar Abah Fatih yang ikut melihat hasil dua garis itu dengan bahagia


Gibran menggaruk kepala nya bingung


‘’coba dech buka di yutube atau mbak guugle.. apa itu alat dua garis merah…’’ ujar Ummi Arafah sedikit menahan tawa, Almeera yang awal nya masih menangis pun ikut menahan tawa dengan tingkah sang suami, bagaimana Gibran tidak tahu alat apa itu.


Gibran pun mengeluarkan handphone nya dari saku celana, lalu membuka mbak guugle, di ketik nya sesuai dengan apa yang Ummi titahkan tadi.


Mata nya membulat sempurna melihat hasil dari pencarian nya.


Di cocokannya nya alat tes itu dengan gambar yang di tampilkan mbak guugle.


Air mata nya menetes perlahan, Gibran masih diam dengan air mata yang tampa dia sadari sudah terjun begitu saja.


Lalu tiba-tiba di letakan nya handphone nya sembarangan lalu beralih memeluk Almeera dengan erat, di menit berikut nya di cium nya kening, lalu pindah ke pipi dan itu dia lakukan berulang kami


‘’sayang ini beneran kan…??’’ tanya Gibran masih tak percaya, sambil menangkup pipi Almeera, membuat mereka saling menatap


Almeera membalas dengan anggukan.


Gibran pun langsung sujud syukur


‘’Dari tanda-tanda Ummi bisa simpulkan ini benar-benar positif, tapi untuk lebih jelas, besok akan kita cek langsung di klinik Ummi ya..’’ ujar Ummi , Abah Fatih pun merangkul Ummi


Kebahagiaan yang di nantikan semua keluarga besar… apakah ini obat dari duka mereka atas kepergian Umma??


Allah punya cara tersendiri dalam memberikan Ujian dan kebahagian, Kembali bagaimana kita menyikapi nya, menjalaninya, dan bagaimana kita bersyukur atas semua yang terjadi.


Air mata duka , Air mata melepaskan, kini berganti dengan Air mata Kebahagiaan, Air mata menyambut kedatangan.


‘’ya sudah semua sudah menunggu di luar, kita keluar, kita bagikan kabar Bahagia ini’’ ujar Abah Fatih


🍃🍃🍃🍃


Lanjut…???


Sebelum lanjut ingat jangan lupa tinggalkan jejak dukungannya ya. Apapun bentuk nya akan di terima, Like, vote, gift dan komen nya.


Jazaakumullah Khairan..

__ADS_1


Yang belum meninggalkan jejak dukungan nya, semoga dilembutkan hati nya..


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah –Al’Quran


__ADS_2