Keteguhan Almeera

Keteguhan Almeera
Momen di pagi hari


__ADS_3

Hampir jam sebelas malam mobil Gibran baru memasuki rumah, Nampak Almeera yang sedang terlelap, dibukanya seatbelt Almeera lalu di kenakanya cadar Almeera, setelah selesai Gibran pun turun dari mobilnya.


“Pak Yusep tolong bukakan pintu rumah ya Pak, sekalian pintu kamar saya juga” Ujar Gibran


“Siap den…” sambil menarik koper, setelah membuka pintu rumah, pak yusep pun menuju lantai dua untuk membuka pintu kamar Gibran


Gibran membopong Almeera, seperti nya faktor lelah membuat Almeera tidak sadar jika saat ini sedang dalam gendongan Gibran.


Di baringkan nya perlahan tubuh Almeera dengan sangat hati-hati, seakan takut jika salah sedikit saja akan membuat Almeera tergores. Dibukanya cadar lalu kaos kaki yang Almeera pakai, di tarik nya selimut hingga batas dada, lalu Gibran pun menuju kamar mandi untuk sekedar membersihkan diri setelah dari luar.


Setelah berganti pakaian Gibran pun ikut merebahkan tubuhnya, tubuh nya pun tak kalah sama lelahnya dengan Almeera.


“Asholatu Khairum Minannaum….”


“Asholatu Khairum Minannaum….”


Terdengar suara panggilan sholat, meminta para umat muslim untuk segera bangun dari tidur nya, seperti arti dari lafaz itu Sholat Itu lebih baik dari pada tidur, tapi itu pula lah yang menjadi ujian terbesar umat muslim di kala subuh datang.


Dia harus berperang antara rasa kantuk, rasa hangat nya selimut, bahkan rasa nyaman nya dalam dekapan yang tersayang, dia harus bisa melawan rasa nyaman itu. Ada yang terbuai dan ada pula yang berjuang berusaha untuk bangun walau kadang kembali tertidur.


Bahkan ada yang harus berkali-kali mematikan alarm baru terbangun karna berisik dan ada pula yang dengan mudah untuk segera terbangun, melawan itu semua untuk segera merasakan dingin nya air wudhu di kala subuh.


Almeera mengucek mata nya, seakan tak percaya dengan pendengarannya, bagaimana bisa dia yang tadi di dalam mobil malah mendengar adzan subuh.


Di buka nya mata nya perlahan, di lihat nya sekeliling, dan mata nya terhenti pada sosok Gibran yang sedang terlelap.


“Astaghfirullah… ini beneran udah subuh..berarti mas Gibran gak bangunin Meera pas udah sampai” lirih Almeera


“Mas…udah subuh…” ujar Almeera membangunkan Gibran


“Mas…udah subuh…” ujar Almeera lagi membangunkan Gibran dengan mengelus pipi Gibran. Bukan bangun Gibran malah merebahkan kepala nya di atas paha Almeera


“Mas udah adzan loh…” sambil memainkan rambut Gibran


“Lima menit aja…”balas Gibran masih terpejam lalu merangkul pinggul Almeera, Almeera hanya bisa pasrah, karna memberontak juga akan percuma.


Almeera menyisir rambut Gibran dengan jari-jari nya dan itu membuat Gibran merasa nyaman, enggan untuk membuka mata nya.


Lima menit berlalu…”Mas udah lebih lima menit, nanti kita telat sholat subuh nya”

__ADS_1


Gibran pun mau tak mau bangun “Kita lanjut selesai sholat subuh..” balas Gibran sambil beranjak menuju kamar mandi sedangkan Almeera malam menggelengkan kepala nya mendengar penuturan Gibran.


Dan benar saja, selesai melaksanakan sholat subuh, Gibran dengan cepat membaringkan kepala nya ke paha Almeera…


“Mas… meera harus buat sarapan loh…”


“Biar Bik Atun aja..”


Manut,pasrah,Nurut itulah yang bisa Almeera lakukan, karna menolak juga akan percuma, disisir nya kembali rambut Gibran dengan jari-jari nya, itu semua benar-benar membuat sensasi tersendiri untuk Gibran, senyum merekah pun terbit walau mata terpejam.


“Mas… mau sampai kapan di posisi ini???” tanya Almeera


“Pengen nya sampai siang, tapi mas ada meeting, biarkan seperti ini sampai jam tujuh pagi…”


“Lelah ya…???”


“Gak…bahagia, dan momen seperti ini itu memiliki nilai tersendiri…” balas Gibran masih dengan mata terpejam


“Meera hari ini gak ke SKY, meera bawa mobil yang mana??” tanya Almeera


“Bawa mobil sedan yang kita bawa kemaren aja” balas Gibran


“Gak ada protes…itu mobil memang mas siapkan untuk kamu” balas Gibran kali ini dengan mata terbuka, dan mata mereka pun saling menatap


“Meera gak biasa pakai mobil kayak gitu…”


Gibran mencolek hidung Almeera…”Lebih dari itu pun bakal mas usahakan untuk mas beli jika kamu yang minta”


“Mas…Meera gak suka dengan yang berbau Glamor…”


“Ya udah pakai yang itu aja, mas Cuma punya dua mobil, itu dan yang biasa mas pakai..”


"ada sih yang lain, mobil box yang stay di SkY"


“kalau kamu nolak, berarti harus beli baru lagi..” tambah Gibran


“Ya gak gitu juga kali mas, Meera ambil mobil lama Meera aja gimana??” Gibran membalas dengan gelengan kepala.


Berdebat seperti nya tetap akan percuma,jadi manut jalan satu-satu nya. Gibran bangkit dari posisi nya, lalu menangkup kedua pipi Almeera.

__ADS_1


“mandi bareng yuk…” ajak Gibran dengan menaik-naikan alis nya


“is, mas mesum…mandi sendiri-sendiri aja”


“eh..eh..eh… belum tahu apa pura-pura gak tahu?? mandi bareng itu sunah loh..”Goda Gibran dan itu membuat Almeera memanyunkan bibir nya dan dengan cepat di kecup singkat oleh Gibran


Membuat Gibran mendapatkan hadiah lototan dari Almeera. Almeera pun membuka Mukena nya, membereskan pelengkapan sholat mereka, dan saat selesai Gibran menarik tangan Almeera dan di bawa nya kekamar mandi.


Mandi yang seharusnya bisa selesai dalam sepuluh sampai lima belas menit ternyata saat mandi berdua bukan mempersingkat waktu, malam memperpanjang waktu.


Jam delapan lewat Almeera dan Gibran baru turun, menikmati sarapan pagi ini, dengan menu yang bik Atun masak.


“bibik gak bisa non buat salad nya..” ujar Bik Atun


“Gak papa Bik, sesekali makan karbo pagi-pagi gak apa kok..” balas Almeera


“Lagi butuh tenaga ekstra bik, jadi makan karbo itu malah bagus..” balas Gibran dan itu membuat Almeera terbatuk-batuk


“uhuk..uhuk..uhuk..”


“ya Allah…pelan non..” ujar Bik Atun sambil memberikan segelas air mineral


“Makasih Bik…” Ujar Almeera dan di detik berikut nya Almeera menghadiahi Gibran dengan lototan, tapi itu malah membuat Gibran terkekeh. Sedangkan Bik Atun malah garuk-garuk kepala


“Mas gak usah aneh-aneh dech ngomong nya..kan Meera jadi malu..” kesal Almeera


“Bik atun juga gak paham kok..lihat aja tuh, malah garuk-garuk kepala” tunjuk Gibran sembari terkekeh


Mereka pun menyelesaikan sarapan nya, lalu bersiap menuju garasi, sebelum masuk ke mobil masing-masing, Almeera mencium tangan Almeera dan Gibran mencium puncak kepala Almeera, pemandangan yang indah dan tak bisa Pak Yusep dan Bik atun lewatkan begitu saja.


“Ikut bahagian deh pak lihat kemesraan mereka…”lirih bi Atun


“Alhamdulillah buk, bapak ikut bahagia, akhir nya den Gibran bisa menemukan tambatan hati nya, obat atas luka nya selama ini, penerang akan kegelapan nya selama ini…”


🍃🍃🍃


Jazaakumullah khairon untuk semua sudah bersedia mampir dan membaca coretan demi coretan saya.... walau kadang gak jelas arah tujuan nya kemana..🤭


Jazaakumullah khairon untuk dukungan nya, dalam bentuk apapun itu.,🥰 Like, Komen, Vote, Gift , Tips...

__ADS_1


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah --Al-Qur'an


__ADS_2