
Almeera dan Gibran sudah berada dirumah, jika Almeera langsung istirahat, Gibran harus langsung ke kator, karna ada rekan bisnis yang ingin bertemu langsung dengan Gibran.
‘’Istirahat, gak usah ngerjain apapun itu…’’ ujar Gibran dengan tegas tapi sayang
‘’bosen mas, masa gak boleh ngapa-ngapain..’’ protes Almeera
‘’sayang kita baru melakukan perjalanan, jika dulu kamu bisa cukup istirahat sesaat, beda saat ini..’’pesan Gibran
Setiap mengingat itu membuat Almeera menarik napas panjang
‘’tuh kan bosen, masa iya di kamar doang, turun ah…’’ guman Almeera sambil turun dari ranjang lalu bergegas keluar
Saat menuruni tangga, tiba-tiba teringat akan kata-kata sang suami
‘’pelan-pelan pas turun tangga, jangan lari-lari…’’
‘’huuft…’’Almeera membuang napas nya panjang
Almeera pun melihat sekeliling, ingin berjalan cepat tapi seakan banyak cctv yang mengawasi gerak-gerik nya.
Almeera pun sampai dibawah, dan langsung mendekat ke dapur dimana ada Bik Atun sedang memasak
‘’Bik sini Meera bantu…’’ ujar Almeera
‘’waduh jangan Non, bisa berabe entar…’’ balas Bik Atun , karna Gibran sudah memberi tahu Bik Atun tetang kehamilan Almeera
‘’iih bik, Cuma potong-potong, aman kok..’’ balas Almeera
‘’non nanti den Gibran bisa ngamuk sama bibik…’’ cegah Bik atun
‘’ya bibik diem aja, jangan bilang-bilang, cukup kita yang tahu...’’
"Non duduk santai aja sambil nonton biar Bibik yang ngurus dapur..." ujar Bik Atun
dengan berat hati Almeera pun beranjak menuju ruang tengah
Tayangan televisi dia ganti berulang kali, ada rasa jenuh. jika di suruh tidur rasa nya mata ini sama sekali tidak mengantuk
Satu jam berlalu, Semua hasil masakan Bik Atun sudah siap tinggal di pindah ke meja makan.
Almeera tahu-tahu sudah berada di dapur, di raih nya sup yang sudah siap di bawa ke meja makan.
"ya Allah non, jangan, biar bibik aja..." ujar Bik Atun reflek dengan nada agak keras karna kaget
Almeera pun langsung memanyunkan bibirnya, meletakkan kembali sup tersebut ke atas meja
"ini gak boleh, itu gak boleh, semua gak boleh...Mas Gibran gak izinin ini dan itu, bibik juga ikut-ikutan..Meera ini sehat loh, kenapa sih segitu nya..." kesal Almeera, lalu beranjak dari dapur menuju kamar
Bik Atun kaget dengan sikap Almeera karna selama ini sejengkel,. sekesal apapun Almeera tidak pernah bersikap seperti tadi.
"hadeeh ngambek dech,. serba salah ni bibik..." gerutu bik Atun
Tak lama kemudian semua sudah beres dan Gibran pun baru saja masuk ke dalam rumah.
"Almeera mana bik...??" tanya Gibran ke Bik Atun
"kayaknya lagi ngambek den..." jawab Bik Atun
"ngambek gimana maksudnya...??" tanya Gibran bingung
__ADS_1
Bik Atun pun mulai menceritakan apa yang terjadi tadi, dan itu membuat Almeera kembali ke kamar
"Den, bibik tahu maksud Aden baik, tapi jika bibik boleh kasih masukan, jangan terlalu di larang semua-semua nya, biarkan non Meera tetap aktif, tapi di jaga porsi nya"
"saya cuma gak mau dia kelelahan bik, apalagi ini kembar..." jawab Gibran
"tapi kalau di suruh diam aja juga pasti bosen den.. Bumil itu gak selemah itu kok den, kecuali dokter memang menyarankan untuk istirahat total"
"dan selama bukan pekerjaan berat, dan yang terpenting bumil pasti tahu porsi nya dia" tambah Bik Atun
"makasih bik untuk masukannya, saya ke atas dulu, mau bujuk Bu bos dulu .." balas Gibran
Gibran pun berlari kecil menaiki tangga untuk segera sampai di kamar.
Saat pintu kamar terbuka, nampak Almeera yang sedang duduk di dekat jendela balkon, dengan sebuah buku di tangan nya
Gibran pun mendekat, tapi pelan-pelan, lalu di tutup nya mata Almeera saat dia sudah berapa tepat di belakang Almeera..
"maaass..."
"kok tahu...??"
"jadi Meera harus manggil siapa? masa iya di kamar sendiri ada yang berani masuk kecuali pemilik nya" tanya Almeera
"kok manyun sih mas perhatiin dari tadi??" tanya Gibran sambil berjalan untuk duduk di samping Almeera
"gak ada, perasaan mas aja..." jawab Almeera masih fokus pada buku nya, Tampa menoleh ke Gibran
"ngambek nich ceritanya karna gak boleh ngerjain apa-apa...??" tanya Gibran sambil menarik buka yang ada di tangan Almeera.
Diletakkan buku itu ke meja, lalu di angkat nya dagu Almeera agar bisa menatap mata nya.
"bisa... mas dulu pas belum nikah, pas lagi gak ada kerjaan di kantor paling sering dirumah, nonton atau sekedar main handphone, kalau lelah tidur" jawab Gibran dengan santainya
" mas iih, nyebeliin..." sambil memalingkan wajah nya ke arah lain
Gibran merangkul tubuh Almeera.
"maaf, mas gak maksud mengekang atau membatasi, mas cuma pengen jaga kamu dan twins,.maaf jika cara mas salah..." sesal Gibran
"mas gak maksud buruk sedikitpun, mas hanya ingin memberikan yang terbaik.." tambah Gibran
Almeera pun kembali memalingkan wajah nya ke arah Gibran, Gibran pun melepaskan pelukannya.
"Meera tahu maksud mas, tapi kan gak harus sampai seperti itu mas, Meera bahkan untuk motong sayuran aja gak boleh, angkat sayur ke meja makan gak boleh, itu kan bukan pekerjaan berat, Meera patuhi keinginan mas untuk Meera bekerja dari rumah, tapi masak Meera gak boleh sekedar melakukan pekerjaan ringan..." Ujar Almeera mengungkap isi hati nya
Dan Gibran mendengar kan nya dengan sabar.
"bosen mas.. " tambah Almeera dengan nada sendu
"mas minta maaf, mas gak akan melarang lagi, tapi tetap jangan yang berat-berat.. ingat kata Ummi, ini masih usia rentan, mas hanya ingin jaga kalian..." Balas Gibran sambil mengelus tangan Almeera, lalu beralih ke perut Almeera
Sesaat kemudian Gibran terkekeh
"kok ketawa...??" tanya Almeera heran
"sejak nikah baru kali ini mas lihat gimana kalau istri mas ini ngambek, buat mas makin sayang..." goda Gibran
"oh, siap-siap ya kalau Almeera sering ngambek..." tantang Almeera
__ADS_1
"ok..mas tunggu, gimana sih ngambek ala Istri mas yang cantik ini..." balas Gibran sambil mencolek hidung Almeera
Almeera pun menyandarkan kepadanya di dada bidang Gibran
"mas, mas belum mandi ya...??" tanya Almeera
"belum lah, kan langsung membujuk istri mas ini..." jawab Gibran
Tiba-tiba Almeera pun menjauh dari Gibran sambil menutup hidung nya
"buruan gih mandi, bau asem..." titah Almeera
Gibran pun mencium ketiak nya, lalu kra baju nya berkali-kali
"bauk asem dari mana, masih wangi gini, orang mas cuma di kantor langsung pulang, gak ada buat kegiatan menguras keringat" balas Gibran tak terima di bilang tubuh nya bauk kecut
"tapi memang bauk kecut mas... mandi gih..." ulang Almeera
"gak bauk sayang, coba deh cium nih..." sambil mendekati Almeera
Almeera pun dengan cepat mengarahkan bantal sofa ke wajah Gibran.
"iih bauk, jangan deket-deket... pokok nya mandi dulu, kalau belum mandi jangan dekat-dekat..." ancam Almeera
Gibran pun menggigit bibir bawah nya mendengar ancaman dari sang istri
"ok..ok..mas mandi..." ujar nya sambil berdiri lalu menuju kamar mandi
"harum gini dibilang bauk asem..." guman Gibran
"jangan ngedumel mas.. Meera masih dengar ya..." balas Almeera
dan itu membuat Gibran menepuk jidat nya
"apa ini yang nama nya mood gak stabil saat hamil...??"batin Gibran
"sabar Gibran...sabar..." batinnya lagi
🍃🍃🍃🍃
Pergantian iklim.. di mana-mana sedang banyak yang sakit, demam, bapil..
Tetap Jaga kesehatan ya reader, kuatkan imun, perbanyak minum air putih, utamakan air hangat ya jangan air dingin.
karna air dingin akan membuat ginjal jadi bekerja lebih ekstra.
🍃🍃🍃🍃
Lanjut…???
Sebelum lanjut boleh lah ya Follow Akun IG kak Ajeng , biar tahu waktu UP @cerita_ajengkirana
Dan Sebelum lanjut ingat jangan lupa tinggalkan jejak dukungannya ya. Apapun bentuknya akan di terima, Like, vote, gift dan komen nya.
Yang belum meninggalkan jejak dukungannya, semoga dilembutkan hati nya..
Jazaakumullah khairon...🙏🥰
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah –Al’Quran
__ADS_1