
Kajian selesai sebelum Ashar, sebelumnya mereka melangsungkan sholat berjamaah Dzuhur, lalu lanjut, dan sebelum Ashar kajian selesai, saat ini mereka sedang berbincang santai sambil menunggu waktu ashar masuk.
Saat waktu Ashar masuk, merekapun melangsungkan sholat ashar berjamaah. Gibran bukan lah laki-laki yang tak tahu akan kewajiban dengan sholat, Dia sholat, bahkan juga tahu bacaan Alquran.
Tapi kenapa dia Seakan menahan sesuatu, ada sisi lain dari nya, dan saat ini semua hanya dia yang tahu.
Almeera nampak berjalan keluar dari masjid dia bersama Ummi Arafah, Bilqis, Khadijah dan Anisya juga. dia seakan lupa dia datang ke pondok ini bersama dengan siapa. dan itu membuat nya langsung menuju kediaman ummi Arafah.
"Besok khusus kajian akhwat kan Ummi..??" tanya Almeera
"iya.. udah ada materi nya..??"
"masih seputar kita sebagai seorang Akhwat..." jawab Almeera sambil duduk dan meneguk minuman
tok..tok..tok
"Assalamualaikum Ummi..." salam beberapa santri
"Waallaikumusallam....ada apa??" tanya Arafah lembut
"Ummi itu di depan ada dua orang laki-laki, kata nya nyari Bu Almeera, apa maksud mereka Ustazah Almeera..??" tanya salah satu Santi, dimana tadi mereka bertemu dengan Gibran dan juga Bimo yang nampak sedang mencari keberadaan Almeera
"Meer,,.kami bawa teman...??"
"Astagfirullah....pak Gibran..."
"siapa dia...??"
"pimpinan Sky Mall ummi, nanti deh Meera ceritain... Meera ke depan dulu, yuk kak Nis..." jawab Almeera sambil beranjak dan mengajak Anisya
Tapi belum pun keluar,.Abah Fatih dan Adam datang bersama dengan dia pria yang tak asing di mata Almeera, yaitu Gibran dan Bimo.
Saat mereka masuk tak lupa mengucapkan salam...
"Abah kok bisa sama pak Gibran dan pak Bimo...??" tanya Almeera
"mereka tadi di lobi pondok.. kalian berangkat bersama..??" tanya Abah Fatih
Almeera pun menceritakan kejadian tadi saat akan menuju pondok, dan dia juga sudah menghubungi Azzam untuk menjemput nya besok.
"Pak Gibran bisa langsung pulang, besok saja di jemput kok sama kakak saya.." Ujar Almeera
__ADS_1
"Bu Almeera ngusir kami..?? Bukankah ada masalah butik yang harus di diskusikan"
"Afwan, saya tidak mengusir, Tapi untuk masalah desain, bisa kita bicarakan senin, karna besok saya harus mengisi kajian.."
"maaf Abah, kalau kami menginap disini apa di perbolehkan...??" tanya Gibran Tampa beban dan membuat mata Almeera membulat.
"boleh lah.. malam ini juga ada kajian khusus Ikhwan.. dan juga ada anak-anak Tahfizd" Balas Adam
"tapi kak, pak Gibran ini sibuk loh.." balas Almeera
"In Syaa Allah saya masih bisa meluangkan waktu, dan saya juga pengen tahu suasana malam di sini.."
"Adam, kamu siapkan kamar untuk nak Gibran dan Bimo.." titah Abah Fatih
Jujur sebenarnya Almeera rada kesel, tapi dia juga gak bisa melarang, karna pondok ini kan juga terbuka untuk umum.
Malam pun datang, saat jam makan malam Gibran dan Bimo lebih memilih bersama santri, sebenarnya Adam sudah mengajak mereka makan bersama di rumah, tapi Gibran menolak.
Dan malam ini anak-anak para penghafal Alquran sedang berkumpul, mengulang ni hafalan mereka.
Gibran ikut bergabung bahkan ikut menunggu giliran, dan betapa kagetnya para santri dan juga Adam saat Gibran mulai tilawah nya, suara nya begitu merdu siapa yang mendengar pasti akan merasakan ketenangan.
"Ummi suara santri mana itu, kayak nya Satri kita gak ada yang suara seperti itu..??" tanya Khadijah di dalam rumah
para wanita ini seakan terhipnotis dengan suara lantunan tilawah yang Gibran bawakan, cukup lama Gibran bertilawah.
Dan Pagi ini semua Anggota keluarga sudah berkumpul, menikmati sarapan pagi.
"Bah, tadi malam yang tilawah siapa saja?? kok kayak ada santri baru??" tanya Khadijah ke sang Abah
"Nak Gibran..." jawab Abah Fatih dan itu membuat Almeera terbatuk-batuk
"pelan-pelan Meer..." ujar Ummi Arafah sambil mengelus punggung Almeera
"Pak Gibran yang tilawah...??" tanya Almeera tak percaya
"iya.. malah anak-anak Tahfizd pada nyerbu dia tadi malam..." jawab Adam
"kenapa emang nya Meer...??" tanya Adam lagi
"gak Kenapa-napa kak, cukup kaget aja..."
__ADS_1
"awas... jangan menilai seseorang dari penampilannya..." Tegus Abah Fatih
"bukan gitu bah,.kaget aja, ternyata beliau menyimpan suara merdu nya untuk Al Qur'an, biasa nya beliau paling di segani di Sky Mall"
Selesai sholat duha, sekitar jam 10 pagi Syafeera memulai kajian nya. dan saat ini sudah tiba waktu nya sesi tanya jawab.
Almeera begitu fokus akan kajian, dia tidak sadar ada seseorang di dekat pintu sang juga mendengar isi kajian.
"Jika Wanita itu begitu Allah jaga, Begitu mulia, lalu kenapa kaum wanita yang lebih banyak menghuni neraka, ustadzah....???"
"Wanita begitu Allah jaga, bahkan saat keluar rumah saja dia harus di temani mahram nya,.begitu Allah menjaga nya, hanya kadang kaum wanita suka Lalai, suka sepele"
"Tidak mensyukuri pemberian suami, Disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan Abu Said Al-Khudri, ia berkata, “Rasulullah keluar saat Idul Adha atau Idul Fitri dan melewati para wanita"
"kemudian bersabda, ‘Wahai para wanita, keluarkanlah sedekah karena aku diperlihatkan bahwa kebanyakan penghuni neraka adalah dari kalangan kalian"
" Mereka (para wanita) bertanya, ‘Mengapa (demikian) wahai Rasulullah?’ Beliau bersabda, ‘Kalian sering mengumpat dan mengingkari pemberian suami. Aku tidak melihat (orang) yang kurang akal dan agama dari kalangan kalian yang bisa mengalahkan laki-laki yang cerdas’.” (HR. Al Bukhari)
"Gemar mengumpat Mengumpat juga disebut nabi sebagai sifat yang menyebabkan perempuan masuk neraka"
"Selain mengumpat, sifat gemar mengadu domba juga sangat erat pada wanita meski ancamannya neraka"
" Rasulullah bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang suka namimah (adu domba).” (HR. Al Bukhari dan Muslim). Wanita yang notabene gemar mengobrol, berbincang, bergosip, sering kali terjatuh pada kata-kata yang menjelekkan orang lain lalu saling mengadu domba di antara mereka. Kedua penyakit lisan ini bukanlah dosa sederhana.
"Gugat cerai tanpa alasan Dari Tsauban, bahwasanya Rasulullah bersabda, “Wanita mana saja yang meminta cerai tanpa ada alasan yang jelas, maka haram baginya mencium bau surga.” (HR. Abu Daud, At Tirmidzi, dan Ibnu Majah)
"Berpakaian tipis dan ketat Tiga golongan wanita berikutnya terangkum dalam sebuah hadis riwayat Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,.“Ada dua golongan penghuni neraka yang belum pernah aku lihat
" (pertama) suatu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi, dengannya ia memukuli orang; (kedua) wanita-wanita yang berpakaian (tetapi) telanjang, mereka berlenggak-lenggok dan condong (dari ketaatan), rambut mereka seperti punuk unta yang miring, mereka tidak masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan sejauh ini dan ini.” (HR. Muslim)
“wanita yang berpakaian tapi telanjang” memiliki beberapa tafsir, yaitu; (1) wanita yang mendapat nikmat namun enggan bersyukur kepada-Nya, (2) wanita yang memakai pakaian tipis hingga nampak warna kulitnya, (3) wanita yang menutup sebagian tubuhnya namun membuka bagian tubuh yang lain"
"Suka memakai wewangian dan berlenggak-lenggok Dalam hadis di atas juga disebutkan “mereka (para wanita) berlenggak-lenggok dan condong dari ketaatan (maa-ilaat wa mumiilaat).”
"Gimana...?? sudah jelas, Allah begitu menjaga kita para wanita, Allah mewajibkan kita menutup Aurat kita dengan benar, berturut kata dengan baik.. tapi kita para wanita suka Lalai akan semua itu.."
Ada senyum tipis menghiasi wajah Gibran, ada rasa hangat mendengar penuturan Almeera, ya Almeera buka lah wanita biasa, tapi entah kenapa, lagi-lagi dia menepis rasa kagum nya, ada sesak yang terasa.
🍃🍃🍃
Lanjut???
__ADS_1
Jazaakumullah khairon untuk Dukungan nya..
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an