
🌠Jauh dari Al'quran\=Rapuh & Hampa🌠
*****************
Soraya berlari sekuat mungkit tidak memperdulikan orang di sekitar nya, saat mengetahui sang kakak sudah sampai di RSH, kaki nya seketika berhenti berlari saat sang kakak nampak walau masih jauh.
Air mata yang tadi tak lagi mengalir kini Kembali lagi.
Gibran menyunggingkan senyuman melihat sang adik, di rentangkan tangan nya, Soraya pun Kembali berlari untuk mendekat ke sang kakak.
Soraya langsung memeluk Gibran saat mereka sudah saling berhadapan.
‘’Jahat, mas tuh jahat…’’ ujar Soraya sambil terisak
‘’Maafin mas ya, udah dong nangis nya, malu tuh di lihat banyak orang…’’ ujar Gibran sambil menghapus air mata Soraya
‘’biarin… ‘’cemberut Soraya tapi masih sambil terisak
‘’kita ke ruangan Almeera ya, kita lanjutkan di sana..’’ ujar Azzam
Merekapun bergegas menuju kamar Almeera, jantung Gibran berdebar tak karuan, melebihi saat dia akan melamar Almeera dulu.
Semua anggota keluarga merangkul Gibran bergantian saat Gibran sudah berada di depan ruang rawak Almeera
‘’masuk lah.. Almeera udah nungguin…’’ ujar Aki Aditya
Ceklek
Pintu kamar dimana Almeera di rawat pun dia buka, nampak Ada Abi Alvian , Ummi Arafah dan juga Ayah Hafidz.
Abi merangkul sang menantu dengan penuh haru, tak ada kata yang dapat abi ucapkan, tapi rasa syukur tak berhenti abi utarakan di dalam hati.
Ummi pun tak kalah ikut meneteskan air mata, benar-benar kuasa sang pencipta.
Di lihat nya seoarang Wanita cantik dengan wajah yang pucat dan perut yang buncit sedang terbaring , dengan mata terpejam.
Gibran mendekat ke arah sang istri tercinta, air mata nya sulit untuk tidak mengalir
‘’dia sudah sadar tadi, tapi masih lemas…’’ ujar Ummi
__ADS_1
Gibran langsung mengecup ubun-ubun sang istri sangat lama, berjuta doa dia sematkan saat mencium ubun-ubun sang istri, dari ubun-ubun Pindak ke kening
Air mata Gibran menetes dan itu mengenai kening Almeera.
Merasakan ada sesuatu yang hangat di area kening nya, Almeera berusaha membuka mata nya walau sulit. Seketika mata nya langsung terbuka saat melihat sosok yang dia cemaskan, sosok yang dia rindukan, sedang mengecuk kening nya.
‘’Mas…..’’ lirih Almeera
Gibran melepas kecupan nya, ditatap nya Almeera dengan mata yang berbinar, dengan senyum yang menah tangis.
Bibir Almeera bergetar, air mata mengalir, di usap nya pipi sang Istri tercinta dengan ibu jari nya.
‘’mas… ini bukan mimpi kan…??’’ tanya Almeera
‘Gibran bukan menjawab, tapi dia malah mencubit singkat pipi chubby Almeera
‘’kerasa gak…?? Kira-kira mimpi atau nyata…??’’ tanya Gibran dengan senyum mengembang
Mendengar suara yang sangat dia rindukan itu membuat nya tiba-tiba seakan Kembali bertenaga. Almeera langsung bergerak memeluk sang suami
Almeera terisak, tak ada kata yang mampu mewakili perasaan nya saat ini.
‘’maaf ya, mas telat, maaf lagi-lagi mas buat kalian khawatir, maaf banget…’’ lirih Gibran dengan tangan kanan nya mengusap lembut perut Almeera
Semua yang ada di ruangan itu pun tak dapat berkata, mereka memilih keluar dari kamar rawat itu.
‘’pulang….’’ Pinta Almeera
‘’kita pulang gitu..??’’ tanya Gibran dan Almeera membalas dengan anggukan
‘’sayang, kamu masih lemas kita harus pastikan kondisi kamu dulu, selesai di cek sama ummi, jika diizinkan kita langsung pulang..’’ ujar Gibran
‘’gak mau.... Meera maunya sekarang, meera mau pulang…’’ pinta Almeera lagi
‘’tempat tidur nya sempit, Meera mau di peluk, mas gak boleh jauh-jauh…’’ tambah Almeera
Gibran terkekeh...
‘’mas duduk disini, kamu bisa genggam tangan mas, mas gak kemana-mana kecuali ke kamar mandi dan sholat… ini udah jam 1 dini hari, Ummi dan yang lain juga gak bakal kasih izin.. besok In syaa Allah kita pulang…’’ ujar Gibran dengan sangat hati-hati
__ADS_1
Sikap manja sang istri kembali seperti awal-awal kehamilan, sebenar nya ini efek dari ke kawatiran Almeera, tapi bersyukur Gibran sangat paham akan situasi saat ini.
Walau berat tapi Almeera pun menurut, di luar Abi meminta yang lain untuk pulang saja, Bimo dan Silfi juga harus istirahat, kejadian hari ini pasti juga menguras tenaga dan pikian mereka, serta keluarga juga pasti sedang menunggu.
Dan benar saja Almeera tidak melepaskan gengaman tangan nya sampai saat terdengar adzan subuh dari aplikasi handphone nya berbunyi.
Seakan masih tak percaya.
Di usap nya rambut sang suami.. jika mimpi dia tak ingin terbangun , itulah pikiran nya saat ini.
Air mata kebahagiaan tak dapat dia cegah untuk tidak turun.
‘’udah bangun…’’ ujar Abi
‘’Gibran pasti Lelah, sampai gak dengar adzan subuh…’’ tambah Abi
‘’mas… udah subuh…’’ lirih Almeera membangunkan sang suami
‘’hmmmm….’’ Balas Gibran
‘’ udah subuh, Abi mau ke masjid, kamu mau sholat di masjid atau disini…???’’ tanya Abi
‘’Gibran jamaah sama Almeera aja Bi…’’ balas Gibran dengan nada serak khas bangun tidur
Gibran pun membantu Almeera mengambil wudhu, lalu bergantiian dia pula yang berwudu setelah Almeera kembali ke atas ranjang rawat nya.
Sholat subuh kali ini nikmat nya mengalahkan sholat subuh berjaah pertama kali untuk mereka,
Rasa nya kata Alhamdulillah tak cukup-cukup mereka ucapkan karna begitu besar nya nikmat sang pencipta.
🍃🍃🍃🍃
Lanjut…???
Yang ingin tahu jadwal UP langsung Follow IG kak Ajeng ya.. @cerita_ajengkirana
Dan Sebelum lanjut ingat jangan lupa tinggalkan jejak dukungannya ya. Apapun bentuknya akan di terima, Like, vote, gift dan komen nya.
Yang belum meninggalkan jejak dukungannya, semoga dilembutkan hati nya..
__ADS_1
Jazaakumullah khairon...🙏🥰
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah –Al’Quran