Keteguhan Almeera

Keteguhan Almeera
kisah Cicak dan Semut


__ADS_3

Almeera sedang duduk di meja rias, menyisir rambut, Memakai perawatan wajah nya. jika dulu dia memakai di saat Gibran belum masuk di kamar, tapi tidak berlaku lagi untuk saat ini.


Gibran yang sedari tadi sibuk dengan benda pipih nya bahkan tidak sadar bahwa Almeera sudah ada di samping nya, memperhatikan setiap gerak dan ekpresi nya.


"mas Meera tidur duluan ya" ujar nya tiba-tiba dan itu membuat Gibran spontan meletakkan handphone nya di atas nakas.


kepala Almeera yang hampir saja menyentuh bantal di tahan oleh tangan Gibran.


"kenapa...??" tanya Almeera


"kan masih belum cerita soal kamu takut gelap..kenapa malah mau tidur??"


Almeera pun kembali duduk dan menyandarkan tubuhnya di dinding ranjang.


"mas asik banget sama handphone nya, ya Meera kira masih ada yang di bahas penting"


"iya tadi mas lagi hubungi teman lama, ada yang di bahas sedikit...." balas Gibran sembari memindah posisi duduk nya untuk lebih dekat dengan Almeera


"udah malam mas, kan gak harus pembahasan pekerjaan di bahas langsung,. masih bisa di bahas besok pagi.."


"ok...maaf.. ya udah buruan cerita.."


"udah gak mood.. Meera mau tidur aja lah...."


"ngambek nich...??" tanya Gibran dengan memainkan alis nya


"iih gak banget..."


Gibran terkekeh melihat ekpresi Almere, kini Gibran malah merapatkan posisi duduk nya dengan tangan yang melingkar di pinggul Almeera.


"kalau kamu takut gelap, kenapa kalau tidur selalu mematikan lampu, hanya pakai lampu tidur??"


"Meera itu takut gelap nya di tempat terbuka gitu mas.."


"emang bisa gitu..??"


"dulu Meera pernah di ajak ke taman, trus tiba-tiba tuh lampu di taman nya mati.."

__ADS_1


" trus kenapa , kamu lihat yang putih-putih lewat gitu..??"


"bukan..."


"trus...??" tanya Gibran penasaran


"nama nya juga di taman ya kan, banyak rumput, dan pas Meera lagi jalan nyariin kak Azzam, tiba-tiba tuch ada yang lompat di kaki Almeera, waktu itu Almeera masih kecil dan kadang pakai kaos kaki kadang juga gak pakai"


"di kaki itu ada rasa-rasa lembek dan basah gitu, geli lah rasa nya, sampai kaki Meera ngerasa gemetar, dan benda itu tuch gak pindah-pindah malah semakin terasa seperti detak jantung, kaki Meera semakin gemetar, karna rasa penasaran Almeera ambil dech benda itu, dan betapa kaget nya Meera..."


"yang ada di punggung kaki Meera dan saat itu Meera genggam adalah kodok yang gedek banget... warna hitam ada totol-totol putih kecoklatan"


"tepat saat Meera pegang tuh kodok, lampu menyala, dan Meera itu melihat mata kodok itu seperti sedang melototi meera.. di situ Meera teriak, kodok nya meera lempar, sampai Meera terpeleset, kaki dan tangan Meera gemetar, rasa nya kodok itu masih ada di kaki dan di genggaman Meera.."


"dari situ Meera kalau disuruh keluar rumah di tempat yang gelap takut banget, takut ada kodok yang lewat, gak gelap aja kalau nampak kodok sampai sekarang kaki Meera langsung gemetar"


"Astagfirullah....perkara kodok, mas kira takut sama yang putih-putih..."


"iih seneng ya tahu kelemahan Meera..." kesal Almeera sambil memanyunkan bibir nya


"Takut gelap, takut kodok, gak suka seafood, trus apa lagi??"


"takut cicak..."


"sama cicak takut juga??" tanya Gibran dengan antusias dan Almeera hanya menjawab dengan anggukan


"geli... gara-gara dulu pas bersih-bersih gudang ada cicik masuk ke jilbab" mendengar pengakuan Almeera membuat Gibran jadi geleng-geleng


"oh ya membahas mengenai cicak, mas tahu kan ada hadis yang menyatakan hukum sunah membunuh cicak??"


"membunuh cicak itu sunah, bagaimana bisa...??" tanya Gibran heran


"Dalam sebuah hadis di sebutkan yang Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk membunuh cicak. Beliau bersabda, “Dahulu cicak ikut membantu meniup api (untuk membakar) Ibrahim ‘alaihis salam.” (HR. Bukhari, no. 3359)


"Jadi di saat Nabi Ibrahim di bakar cicak ikut meniup api agar semaki besar.."


“Barang siapa yang membunuh cicak sekali pukul, maka dituliskan baginya pahala seratus kebaikan. Barang siapa memukulnya lagi, maka baginya pahala yang kurang dari pahala pertama. Barang siapa memukulnya lagi, maka baginya pahala lebih kurang dari yang kedua,” (HR Muslim).

__ADS_1


"mas jadi pemburu cicak lah kalau begitu..." ujar Gibran


Almeera terkekeh "ya bukan berarti setiap nampak cicak harus di bunuh mas, itukan sunah, gak wajib.."


"Jika cicak membantu membuat api menjadi besar, berbeda dengan semut, semut malah membantu memadamkan api, dengan cara membawa setetes demi setetes air"


"Meski cerita semut membawa setetes air ini tidak ada dalam Alquran atau hadis, tapi banyak hikmah dari kisah ini"


"Semut itu tahu setetes air tidak akan mampu memadamkan api besar, tapi semut itu tahu kalau Allah selalu menilai hambanya yang melakukan kebaikan walau sangat kecil"


"Semut itu ingin menunjukkan bahwa dirinya adalah makhluk yang beriman di hadapan Allah dengan membantu kekasih Allah, Nabi Ibrahim"


"Si semut ingin melakukan kebaikan sesuai kemampuannya. Tak peduli meski ada yang mencemoohnya, si semut melakukan kebaikan dengan niat tulus karena ingin dinilai Allah bukan oleh makhluk"


"Jadi dari kisah semut dan cicak ini kita bisa ambil kesimpulan, sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan pasti akan ada hal baik pula di dalam nya, akan Allah nilai pula pahalanya,. sebaliknya sekecil apapun keburukan itu, pasti ada balasan, ada hukumannya" ujar Gibran menyimpulkan dari cerita yang Almeera ceritakan barusan.


Gibran menghembuskan napas nya panjang, mengingatkan apa yang telah dia lakukan kepada sang istri, tapi Allah masih memberikan nya kesempatan, dan itu tak akan pernah dia sia-sia kan


"Begitu Baik nya Allah memberikan mas kesempatan ini, dengan apa yang udah mas lakukan, tapi Allah masih berbaik hati, Allah membuat kamu tetap berada di sisi mas...maafin mas ya" ada penyesalan dan rasa syukur di dalam penuturan Gibran di tatapnya wajah Almeera yang sedang tersenyum manis dan menenangkan.


Di kecupnya kening Almeera cukup lama.. "mas gak akan pernah sia-sia kesempatan yang Allah berikan.."


"ya udah istirahat.. besok siang ikut mas ke suatu tempat ..." tambah Gibran


"kemana??"


"ada dech....pokok nya kamu siap-siap aja" jawab Gibran sambil merebahkan tubuh nya dan tubuh Almeera, membawa Almeera dalam pelukannya. dan itu membuat jantung Almeera berdetak begitu kencang,.Senyum Gibran mengembang karna dapat merasakan detak jantung Almeera,.di kecup kening Almeera berkali kali, tak ada kata bosan untuk nya.


🍃🍃🍃


Lanjut... lanjut kemana kita???🤭


Jazaakumullah khairon untuk semua dukungan nya, dalam bentuk apapun itu.,🥰


Like, Komen, Vote, Gift , Tips...


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah --Al-Qur'an

__ADS_1


__ADS_2