
Almeera benar-benar tak lepas dari genggaman Gibran, Kemana pun Gibran melangkah Almeera dengan setia mengikuti Langkah suami nya itu.
Cukup lama mereka lokasi proyek pembangunan Mall, dan kini sudah waktu nya jam makan siang, tapi sebelum nya Gibran mengajak yang lain untuk sholah dzuhur terlebih dahulu.
Gibran Juga berpesan untuk semua pekerja, agar saat tiba waktu sholat mereka untuk menyegerakan sholat, jika memang ada pekerjaan yang tidak bisa di tinggal, mereka bisa bergantian.
Dia ingin apa yang dia bangun juga membawa keberkahan untuk semua.
Selesai melaksanakan sholat dzuhur di masjid yang tak jauh dari lokasi proyek, mereka pun menuju restoran yang juga tak jauh dari lokasi proyek.
Naumi, sekretarisnya dan satu orang kepercayaan nya juga ikut bergabung, mereka berada di satu meja. Menu makanan pun mereka pesan.
Mata Naumi seakan tak lepas dari memandang Almeera, melihat bagaimana cari Almeera makan dan minum.
Cukup merepotkan menurut nya. Tapi Almeera Nampak santai dengan cara makan nya.
Selesai dengan makan siang, kini mereka masih duduk Bersama, menikmati camilan, dan buah, sedikit bersantai, sesekali membahas proyek, sesekali membahas di luar Proyek.
‘’hmm… aku boleh tanya gak ke istri kamu Bran..??’’ tanya Naumi
‘’ya tanya aja,, mau tanya apa..?? boleh kan sayang…??’’ sembari mengelus Pundak kiri Almeera, karna Almeera duduk di sebelah kiri Gibran
‘’Boleh, selagi bisa dijawab In Syaa Allah nanti di jawab..’’ balas Almeera
‘’Kamu gak susah makan dengan memakai cadar..??’’ tanya Naumi
‘’Hmm… Alhamdulillah sama sekali tidak, mungkin karna sudah biasa..’’ jawab Almeera dengan senyum mengembang di balik cadar nya
‘’kenapa kamu memilih memakai Cadar…??’’ Tanya Naumi lagi
‘’hmm…gimana ya, sekarang Meera balik tanya dech, In Syaa Allah ini bisa menjawab pertanyaan mbak Naumi..’’ Balas Almeera
‘’apa itu..???’’ tanya Naumi penasaran dan itu membuat yang lain juga ikut penasaran
‘’Meera sudah biasa mendapat pertanyaan itu, Kenapa memakai cadar?? Coba pertanyaan itu di rubah, Kenapa Tidak Memakai Jilbab??? Kenapa tidak Menutup Aurat..???’’ tanya Almeera dan itu membuat yang lain saling pandang, lalu mereka melihat ke Naumi yang memang belum menutup aurat nya.
Tak ada jawaban, mereka semua diam, termaksud juga Gibran
‘’Menutup Aurat, atau memakai Jilbab sesuai aturan yang Allah tetapkan itu Wajib, Sedangkan memakai cadar adalah PILIHAN…’’ ujar Almeera
‘’Disaat melihat Wanita bercadar, banyak pertanyaan…’’
__ADS_1
‘’Kenapa memakai cadar..???’’
‘’Ikut pengajian aliran A, aliran B, aliran C ya..??’’
‘’padahal ada loh pertanyaan yang lebih pantas di pertanyakan…’’ tambah Almeera, semua masih setia menjadi pendengar
‘’Seperti yang Meera bilang tadi, Bercadar itu PILIHAN, dan ini pilihan Saya, bukan karna saya merasa baik, bukan karna saat merasa lebih taat, tapi ya ini adalah pilihan saya..’’
‘’Saya belum menjadi manusia yang taat, dengan memakai ini, saya sedang belajar taat, memakai ini membuat saya malu disaat saya lalai akan shalat, memakai ini membuat saya malu di saat saya menggunjing orang lain, memakai ini membuat saya malu di saat saya melihat yang tak seharusnya saya lihat..’’
‘’inilah Pilihan saya,…’’ jawab Almeera panjang lebar, dan yang lain diam mendengarkan
‘’Lalu bagaiman dengan pertanyaan saya tadi, kenapa tidak menutup Aurat, tidak memakai Jilbab..??? padahal itu Wajib…’’ ulang Almeera
Naumi dan yang lain masih diam.
‘’Surat Al-Ahzab ayat 59 yang arti nya : Hai Nabi, Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri orang mukmin : “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka” yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk di kenali, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”
‘’Sabda Rasullullah SAW mengenai perintah menutup aurat juga ada dalam hadits lain dan itu banyak, salah satunya yang diriwayatkan oleh Abu Dawud yang berbunyi’’
“Wahai Asma’ , sesungguhnya seorang wanita , apabila telah Balig (mengalami Haid), tidak layak tampak dari tubuhnya kecuali ini dan ini ( seraya menunjuk muka dan telapak tangannya)”
Naumi terdiam dan sedikit menundukkan pemandangan nya.
‘’Tapi gimana kak dengan sebuah ungkapan, Jilbab pin aja dulu hati nya, baru tubuhnya, apa guna berjilbab jika kelakuan nya aja buruk..’’ tanya Soraya
‘’Bran, kayak nya kita buka agenda tausiyah nich…’’ujar Bimo, dan Gibran hanya membalas dengan senyuman, jika soal ini Gibran sangat paham, sang istri akan bisa menangani nya dengan baik
‘’Buat apa pakai jilbab, kalau hati nya aja gak berjilbab..hmmm… emang cara menjilbabpi hati itu gimana??"
"eh iya ya, gimana cara menjilbabpi hati??" tanya Soraya balik
" jawaban kakak. tetap sama, yaitu di Surat Al-Ahzab 59, dan masih banyak hadis mengenai itu..’’ jawab Almeera
‘’menutup aurat itu wajib… soal hati itu gak ada hubungan nya dengan jilbab, jangan salahkan jilbab nya jika sikap seseorang itu salah..gak ada hubungan nya’’
‘’contoh nya gini, ada dua pencuri, satu menutup aurat , satu lagi tidak.., di masyarakat mereka pasti akan lebih menghina yang pakai jilbab, percuma pakai jilbab, percuma bla..bla..bla…’’
‘’mending gak usah pakai aja sekalian… pasti banyak kan seperti itu, bahakan banyak kok yang pakai cadar tapi ada video tek tok nya goyang-goyang walau tidak berlebihan.."
"ada juga yang memakai cadar kedok nya lain, untuk menutup aib nya.. bahkan di Arab, banyak Nasrani memakai cadar... Tero*ris juga memakai cadar untuk perlindungan"
__ADS_1
" selalu yang di salahkan jilbab nya, cadar nya…’’
‘’siip betul tuh, banyak yang kayak gitu, mereka disuruh buka jilbab aja..’’ kali ini Bimo yang bersuara
‘’memakai jilbab tapi dia mencuri, maka dosa nya satu yaitu mencuri…’’ ujar Almeera
‘’tidak pakai jilbab, dan mencuri, maka dosa nya ada dua,, dosa tidak memakai jilbab dan doa mencuri..jadi lebih baik mana..??’’ tambah Almeera sambil memberi pertanyaan
‘’ini perumpamaan ya, bukan berarti membenarkan seseorang memakai jilbab boleh mencuri…atau melakukan dosa lain nya..’’ tambah Almeera
‘’Percayalah, jika seseorang itu istiqomah, niat karna mematuhi perintah Allah, dengan sendiri nya, jilbab itu akan membawa nya ke arah yang lebih baik, walau tidak bisa di pungkiri kesalahan itu pasti ada.. setidak nya belajar dan berusaha itu harus kan,,,???’’
"karna manusia itu tak lepas dari Khilaf.."
"Dan iblis itu suka dengan penundaan, salah satu nya menunda seorang Muslimah menutup aurat.."
"iblis tidak akan membisikan kepada kita, Jangan pakai Jilbab, tapi dia akan berbisik "Nanti saja, kamu masih begini, begitu"
‘’iya juga ya…melihat sisi buruk itu lebih mudah, dari pada sisi baik, kecil keburukan kita mudah di ungkit, tapi besar kebaikan kita kadang mudah di lupakan..’’ Ujar Soraya
‘’Gimana Naumi…??’’ tanya Gibran
Naumi hanya diam
‘’In syaa Allah nanti akan tiba saat nya mbak Naumi ini akan memilih mana yang lebih baik pasti nya, kadang ada yang bilang, belum dapat hidayah, padahal terkadang kita lah yang harus menjemput hidayah itu.. maaf ya mbak Naumi, jika jawab Meera gak pas sama mbak Naumi..’’ujar ALmeera dengan sangat lembut
‘’Sama sekali gak lah, malah aku nya jadi banyak belajar…kamu beruntung Bran…’’ balas Naumi
‘’Bukan beruntung lagi mah ini, super beruntung malahan…’’ jawab Gibran sambil merangkul Pundak Almeera
‘’ya kamu super beruntung bran,..’’ batin Naumi
🍃🍃🍃🍃
Lanjut…???
Sebelum lanjut ingat jangan lupa tinggalkan jejak dukungannya ya. Apapun bentuk nya akan di terima, Like, vote, gift dan komen nya.
Jazaakumullah Khairan..
Yang belum meninggalkan jejak dukungan nya, semoga dilembutkan hati nya..
__ADS_1
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah –Al’Quran