Keteguhan Almeera

Keteguhan Almeera
on the way


__ADS_3

"Lo udah atur semua nya kan??" tanya Gibran pada seseorang dari balik telfon


"sesuai instruksi yang Lo kasih.. jangan lupa bonus gue..."


"sejak pakan gue gak tepati janji, pokok gue sampai semua harus udah beres.."


"hasiaapp..."


Pagi ini Gibran di kantor bukan menyibukkan diri dengan pekerjaan, malah asih menyiapkan sebuah kejutan untuk Almeera, semua pekerjaan di serahkan ke Bimo, akhir pekan ini sengaja meluangkan waktu untuk menghabiskan waktu berdua.


"Gue gak mau tahu ya Bim, Lo urus semua nya disini..."


"beres..."


"Lo ngomongnya beres, tapi nelfon tiap jam..."


"hahaha..."tawa Bimo terbahak


Jika Gibran disibukan dengan rencana akhir pekan untuk quality time bersama Almeera, Almeera tak kalah sibuk juga dengan pekerjaan, sesuai permintaan Gibran pagi tadi, siang ini akan di jemput untuk ke suatu tempat.


"Gibran gak bilang gitu mau kemana??" Tanya Dilara


"gak ada kak, cuma bilang siap-siap siang ini di jemput.. kita ada pesanan desain yang harus di selesaikan dalam waktu dekat gak kak??"


"gak ada.. in Syaa Allah aman kok, nanti kan bisa minta bantu Umma, karna kalau desain aku nya juga nol besar"


"stok produk terbaru untuk di sky sudah di kirim kan kak...??"


"sudah packing, siang ini akan di antar"


"Alhamdulillah kalau gitu kak.."


:::


Siang nya Almeera sudah selesai dengan pekerjaan, sepertinya sikond nya sangat mendukung, pekerjaan hari ini tidak terlalu banyak.


Almeera sedang di lobby menunggu kedatangan Gibran, beberapa menit lalu Gibran sudah menghubungi nya jika dalam perjalanan menuju FaZah.


"Assalamualaikum Selamat datang" salam pegawai FaZah


"waallaikumusallam... Bu Almeera nya dimana ya??"


"oh pak Gibran, itu Bu Almeera nya pak" tunjuk sang pegawai dan Gibran pun langsung mendekati Almeera yang sepertinya begitu asik dengan benda pipih nya sampai tidak sadar akan kehadiran nya.


"Udah siap berangkat...??" tanya Gibran tiba-tiba


"loh mas kapan datang nya??" tanya Almeera kaget


"baru aja...yuk.."


"ya udah ayuk..." balas Almeera dan sebelumnya juga sudah menginfokan kepergiannya ke para pegawai


"hati-hati..."ujar Dilara yang baru keluar dari ruangan


"Siap kak... titip butik ya..."


"In Syaa Allah aman..."


Gibran dan Almeera pun melajukan mobil nya.


"kita gak balik ke rumah dulu mas...??"

__ADS_1


"gak, langsung aja.."


"Meera gak bawa baju ganti loh.."


"aman soal baju ganti, udah di siapkan Bi Atun" balas Gibran


"kita mau kemana sich...??"


"penumpang nurut aja..." balas Gibran dengan mode fokus pada jalan


"dimana-mana penumpang yang nentuin pilihan mas..."


"kali ini beda, kamu tinggal nikmati perjalanan aja,kurang lebih 4 jam..."


"jauh banget..." Gibran memilih diam hanya membalas dengan senyuman saja.


Almeera menscroll handphone, memilih daftar sholawat yang akan dia putar.


"Kenapa gak mutar musik aja, pop atau apa gitu..??" tanya Gibran


"Meera gak terlalu suka dengan musik mas..ada 4 mazhab yang membahas mengenai musik, ada yang jelas mengharamkan, ada yang memperbolehkan, ada juga yang mubah"


"Tidak ada hadits yang shahih tentang musik, kecuali dari Imam Bukhari, ‘akan datang kepada umatku, mereka menghalalkan perzinahan, khamar (minuman keras), dan ma’dzib(alat musik),”


"ada yang berpendapat hukum menyenandungkan lagu. Selama isinya tidak mengandung maksiat, Islam membolehkannya"


"siapa yang menyenandungkan lagu. Meski menyenandungkan lagu tergolong dibolehkan dalam Islam, umat Islam harus melihat dulu siapa yang bernyanyi"


"Lagu shalawat yang dinyanyikan oleh perempuan sambil menggoyangkan tubuh, menjadikannya haram. Padahal isinya tidak mengandung maksiat"


"musik harus diperdengarkan di tempat yang terhormat. Bukan tempat maksiat di mana orang melakukan perbuatan buruk"


"Dari dulu Umma tidak membiasakan kami mendengar musik dengan nuansa percintaan, patah hati atau lain nya, sebenarnya bukan ingin memvonis musik itu haram, tapi lebih berhati-hati, karna banyak musik sekarang yang lebih menuju ke arah maksiat, membuat orang melenggak-lenggokkan tubuh nya, bahkan di jadikan ajang konten memperlihatkan kemolekan tubuh, ajang konten membagikan kemesraan padahal bukan pasangan halal.. video klip yang mempertontonkan yang tak layak di tonton oleh anak-anak"


"sedangkan yang pasang halal saja tidak di benarkan memperlihatkan kemesraan secara terang-terangan, di takutkan yang melihat mereka masih lajang dan membuat mereka menginginkan, dan di praktekan ke bukan pasangan halal"


"Musik itu terkadang bisa memabukkan kita, membuat kita menghayal, apalagi jika isi video nya menggoda iman, maka dari itu Umma lebih membatasi kami dalam musik"


"Kita cuma berdua, halal, berarti gak apa-apa kan, selama yang kita pikirkan adalah pasangan halal kita...??"


"boleh selama mas bisa jamin pikiran mas gak keluar jalur..."


"jalur mas itu cuma satu, gak bisa ke jalur lain..."


"oh ya...??"


"iya lah... " balas Gibran sambil meraih tangan Almeera tapi mata tetap fokus ke jalanan.


"untuk sampai di titik ini itu mas harus berperang, masa iya mas masih harus ambil alternatif lain, jika jalur nya sudah pasti, ya sekalipun terkadang harus melewati jalan berlubang, macet, jalan licin.. tapi mas akan tetap fakus pada satu titik tujuan mas, yaitu kamu.."


Almeera tertawa kecil mendengar penuturan Gibran.


"lucu ya...?? mas serius loh..."


"gak lucu kok, cuma agak gimana gitu dapat gombalan..."


Menempuh perjalanan kurang lebih empat jam, kini mereka sudah tiba di sebuah Villa , dengan nuansa perkebunan teh, Almeera yang terlelap membuat nya tidak bisa menikmati perjalanan saat memasuki kawasan perkebunan ini.


Pemandangan serba hijau membentang luas,. jam lima lewat mereka tiba di lokasi, tapi hawa dingin sudah menusuk tulang.


"Meer bangun..." lirih Gibran membangunkan Almeera dari tidur lelap nya, melepas kan Seat belt Almeera.

__ADS_1


Dikucek nya kedua mata nya,.melihat ke sekeliling, masih tak percaya lalu di kucek nya lagi kedua mata nya.


"ini dimana mas, kok kaya perkebunan gitu..."


"iya kita lagi di salah satu perkebunan teh.. itu Villa dari keluarga mas, peninggalan Papa, dulu sempat terjual, Alhamdulillahi Sekarang udah bisa mas tebus lagi.. yuk masuk"


Sebuah Villa dengan dua lantai yang berdinding nuansa kayu, yang di kelilingi aneka tanaman, pohon-pohon tinggi seakan menjadi pagar untuk villa,bukan sebuah teras berlantai keramik ataupun paping box , melainkan berlantai kan rumput hijau, ada kursi yang terbuat dari potongan kayu menghiasi teras , ada batu-batu kecil untuk tempat berjalan.


"Suka...??"


"suka banget..."


tangan kiri Gibran menggenggam tangan kanan Almeera sedangkan tangan kanan nya menarik koper.


Kedatangan mereka langsung di sambut oleh mamang sang penjaga villa bersama sang istri.


"Selamat datang den..."


"mang Amir sehat, bik Minah sehat..??" tanya Gibran


"Alhamdulillah den.." balas mang Amir


"kenalkan ini silahkan istri saya, Almeera..."


"Selamat datang Non, panggil saja bik Minah... biar saya bawakan koper nya den ke kamar"


"gak udah bik, biar saya saja, mamang dan bibik jika ingin pulang sudah bisa kok, semua sudah siap kan??"


"sudah den, sesuai instruksi Aden, nanti kalau ada butuh sesuatu Panggil kami saja den, rumah kami gak jauh kok den.." balas mang Amir


Gibran membalas dengan anggukan, merekapun menuju kamar.. dan betapa kaget nya Almeera saat memasuki kamar.


Sebuah kamar yang begitu indah, dengan berhias lampu dan banyak taburan bunga mawar, begitupula dengan ranjang yang bertaburan mawar dengan bentuk love.Mata Almeera berbinar.


"suka...??" tanya Gibran sambil memeluk Almeera dari belakang setelah meletakkan koper mereka.


"ini mas yang siapin..??"


"bukan mas sich, mas cuma lihat dari Mbah goog*le aja, trus mamang dan bibik dan ada orang kepercayaan mas yang buat"


"suka, cantik banget lagi..."


"waktu pertama kali kamu masuk rumah, mas gak bisa menyuguhkan apapun, anggap ini sebagai penebus nya.."


"suka banget kok..."


"ya udah buruan mandi, udah di siapkan air hangat, dan sebentar lagi juga masuk magrib" Almeera menjawab dengan anggukan


Saat di kamar mandi pun Almeera terheran-heran,mata nya berbinar, ada air mata yang tak sadar mengalir, ada bunga mawar yang mengisi bathtub, senyum nya mengembang, di usapnya air mata kebagian itu.


Jantung nya semakin berdebar dengan perlakuan hangat Gibran, bagaimana tidak ini semua adalah pengalaman pertama untuk nya. rasa syukur tak lepas dia ucapkan dalam hati, semoga ini menjadi awal yang baik untuk dirinya dan juga Gibran.


🍃🍃🍃


Lanjut... lanjut kemana kita???🤭


Jazaakumullah khairon untuk semua dukungan nya, dalam bentuk apapun itu.,🥰


Like, Komen, Vote, Gift , Tips...


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah --Al-Qur'an

__ADS_1


__ADS_2