Keteguhan Almeera

Keteguhan Almeera
Harta Berharga


__ADS_3

Seperti Lirik sebuah lagu yang berjudul Harta Berharga.


Harta yang paling berharga adalah Keluarga


Istana yang paling indah adalah keluarga


Puisi yang paling bermakna adalah keluarga


Mutiara tiada tara adalah keluarga…….


Itulah suasana tadi malam yang begitu membahagiakan untuk keluarga besar dari Abi Alvian dan Umma Fatimah. Tak ada kebahagian yang dapat menandinginya saat bisa bersama keluarga besar, sekalipun hanya makan ubi rebus.


Pagi ini Almeera dan Dilara sudah berjibaku di dapur untuk menyediakan sarapan. Umma Fatimah, Ummi Arafah sedang duduk di ruang tengah, Bunda Syafitri, Uti sedang jalan pagi dengan cucu mantu nya Bilqis yang sedang hamil, dan ada Khadijah juga yang ikut.


“Jadi kak Arafah pulang siang ini..??” tanya Umma Fatimah


“Agak sore, kebetulan Abah nya anak-anak lagi menghadiri acara Khatam Quran, paling Adam dan Khadijah yang pulang duluan, Bilqis nanti sama kami…” balas Ummi Arafah


“Kenapa…Umma masih mau adam di sini??” tanya Adan yang baru saja menuruni tangga terakhir, lalu duduk di sofa sebelah Ummi Arafah


“Emang boleh umma minta gitu… kalaupun boleh kamu kan ada tanggung jawab besar di pondok, apalagi Abah lagi gak di pondok” balas Umma Fatimah


Adam beranjak dan berpindah posisi duduk nya tepat di samping Umma Fatimah..


“Ada yang mengganggu pikiran Umma..???” tanya Adam lembut


“Gak ada, tapi sekedar memikirkan anak kan itu pasti ada…”


“Umma , Kami semua sudah dewasa, bahkan sudah berkeluarga untuk Adam, Azzam dan juga Meera..jangan berfikir kemana-mana”


“Umma lihat sendiri, Azzam menikah dengan Wanita pilihannya, dan Umma pasti juga tahu bagaimana keseharian mereka, walau tidak bisa di pungkiri problematik rumah tangga pasti ada..”


“Tapi Adam yakin, Azzam itu seorang Imam yang baik, dan semua itu berkat bimbingan Umma dan Abi selama ini”


“Untuk Almeera, walaupun Gibran bukan sosok yang banyak bicara, tapi Adam bisa lihat Gibran begitu mencintai Almeera, begitu menjaga Almeera…”


“Almeera adalah Wanita hebat seperti Umma, Adam yakin dia akan mampu mengarungi jalanan walaupun sesekali harus ada lubang di depan yang harus dia lewati”


Umma meneteskan air mata tapi tetap ada senyuman terukir, mengelus tangan Adam…


“Umma percaya dengan pilihan anak-anak Umma, apalagi mereka memiliki kakak seperti kamu, Umma yakin kamu mampu membimbing mereka jika mereka butuh bimbingan, Umma yakin kamu bisa jadi pelindung untuk adik-adik kamu itu..”


“Apa yang ada di diri kami saat ini semua berkat bimbingan para orang tua yang sangat hebat”


“Apalagi Almeera dia mewarisi sikap dari Uti, Nenek, Umma dan juga Ummi yang saat luar biasa…”

__ADS_1


“Umma tahu kalian semua adalah anak-anak yang luar biasa, selalu lah rendah hati dan jalan di jalan Allah, saling mengingatkan, saling merangkul....ya…” Ujar Umma sambil menggengam tangan Adam begitu erat


“Ini masih pagi kenapa malah mellow sich??” Ummi Arafah pun angkat bicara


“Obrolan anak dan Ibu mewek dikit itu wajar…” balas Umma Fatimah , tak lama kemudian Gibran dan juga Azzam turun bersamaan


“Sarapan udah siap, yuk sarapan…” ujar Almeera, Adam pun memanggil anggota keluarga yang lain yang sedang di luar, hanya keluarga Ayah hafidz yang tidak ada karna tadi malam sudah langsung pulang.


Menikamati menu sarapan dengan tenang, hanya obrolan ringan sesaat. Pancaran kebahagiaan sulit untuk mereka sembunyikan, walau harus ada yang makan di atas karpet, karna kursi nya tidak cukup, tapi itu lah nilai lebih nya saat mereka semua berkumpul.


“Mas mau di bawakan bekal gak??” tanya Almeera saat semua sudh selesai sarapan


“Gak usah, nanti mas pesan aja..”


“kamu gak ke butik Meer…??” tanya Uti


“Gak Uti, mau ambil libur khusus nemenin Umma” balas Almeera


Tak lama kemudian para pejuang nafkah pun sudah bersiap untuk berangkat, Azzam satu mobil dengan Dilara, sedangkan Almeera mengantar Gibran hingga ke depan mobil, di cium nya tangan Gibran, lalu Gibran tak ketinggalan mencium kening Almeera berkali-kali


Umma yang melihat itu sangat Bahagia, membenarkan kata Adam, Gibran begitu mencintai Almeera.


“mas iih,,, di lihatin banyak anggota keluarga pun, kan Meera malu,,” protes Almeera


Bukan jawaban Gibran malah mencium pipi kanan Almeera walupun tertutup cadar, tapi dari sarot mata nya bisa di lihat Almeera sedang menahan malu


Begitulah suasa pagi ini, membuat senyuman tak lepas dari mereka semua.


Sore ini semua anggota keluarga yang lain sudah Kembali ke kediaman masing-masing, Umma Fatimah tadi juga sempat ngobrol dengan Ummi Arafah sebelum Kembali ke pondok.


Nampak Gibran yang sedang duduk di meja taman dengan laptop yang ada di atas paha nya, Umma Fatimah memutuskan untuk menghampiri nya, Almeera sedang mandi karna baru selesai masak untuk menu makan malam.


“Gibran sibuk…???” tanya Umma


“Eh umma… gak kok Umma, sudah selesai, hanya cek email aja, duduk Umma…” balas Gibran sembari mematikan laptop nya lalu menggeser posisi duduk nya.


“Gimana pekerjaan, lancar..??” tanya Umma


“Alhamdulillah Umma.. Umma gimana masih pusing???” tanya Gibran


“Masih ada pusing, tapi gak terlalu…”


“Umma boleh tanya sesuatu..??” tanya Umma dengan nada sedikit serius


“boleh Umma, mau tanya apa..???”

__ADS_1


“Putri kecil umma itu nakal gak, atau mungkin gak patuh..??”


“Umma… kenapa Umma tanya hal seperti itu, Umma pasti lebih tahu bagaiamana putri kesayangan Umma itu, apa dia tipikal istri yang bakal tidak patuh teerhadap suami…??”


“Umma hanya takut saja..”


“Umma… jangan berfikir yang gak seharusnya umma pikirkan, Almeera adalah wanita terbaik yang Allah hadirkan, apalagi Umma sebagain panutannya..”


“Dia adalah sosok Wanita yang begitu menjaga semua nya, berusaha seperti panutanya Sayyidah Fatimah Azzahra putri baginda Rasulullah , dan juga seperti sang umma yang Bernama Fatimah Azzahra.. lalu hal apa yang membuat umma takut akan hal yang tidak perlu umma takutkan..”


“justru Gibran yang masih harus terus memperbaiki diri, belajar agar bisa manjadi cermin untuk nya…”


“Umma yakin Gibran pun laki-laki terbaik dari Allah, Umma Cuma titip pesan, teruslah cintai dia dengan kamu semakin mencintai Allah, agar Cinta kalian mampu membawa kalian ke surga nya”


“Jika ada permasalahan segera bicarakan, cari titik temu nya, selesaikan dengan baik.. jangan ada kata perpisahan…”


“Jaga anak umma dengan baik ya…’’


Gibran mengerutkan kening nya mendengar penuturan Umma, entak kenapa seakan ada yang berbeda dari Umma.


“Lagi ngomongin apa sich..??” tanya Almeera tiba-tiba


“Lagi ngomongin anak Umma yang satu ini” balas Umma sambal menarik Almeera untuk duduk di tengah.


“Pantes aja telingan Meera berdengung aja…hehehe” balas Almeera


“bisa aja kamu ya…” balas Umma sambil mengelus kepala Almeera


“Gimana liburan nya kemerin..??’ tanya Umma


“Alhamdulillah umma, bisa tahu banyak masa kecil mas Gibran , mas Gibran juga udah berencan untuk kita liburan bareng kesana..”


“yang penting anak- anak Umma Bahagia, berkah dunia akhirat itu udah lebih bagi cukup…”


“In Syaa Allah karna doa Abi dan Umma …’’


“Ingat jadilah penyejuk untuk suami kamu di saat dia merasa gerah, menjadi penenang saat dia gundah, menjadi pengingat saat dia lupa, menjadi penawar di saat dia sakit…”


“pesan Umma selalu Meera ingat…” balas Almeera dengan memeluk sang Umma,Gibran cukup terharu melihat interaksi ibu dan anak itu, Bahagia tapi juga ada ke khawatiran, tapi tak mampu dia utarakan


Ternyata bukan hanya Gibran, Abi yang melihat dan mendengar percakapan mereka pun mulai ada sesak di dada nya, tapi terus ber istighfar untuk menenangkan hati nya.


🍃🍃🍃


Jazaakumullah khairon untuk semua sudah bersedia mampir dan membaca coretan demi coretan saya.... walau kadang gak jelas arah tujuan nya kemana..🤭

__ADS_1


Jazaakumullah khairon untuk dukungan nya, dalam bentuk apapun itu.,🥰 Like, Komen, Vote, Gift , Tips...


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah --Al-Qur'an


__ADS_2