
"Ya Allah Non…kok cepet banget pulang nya..padahal bibik masih mau belajar banyak loh dari non Almeera…” ujar Bik Minah sambil menarik koper
“In Syaa Allah lain kesempatan main lagi kok bik, kami mau mampir ke pondok dulu” ujar Gibran
“Pondok mana den???” Tanya mamang Amir
“Pondok nya Umi dan Abah…” Jawab Gibran sambil membuka bagasi mobil agar kopernya bisa di masukan
“Wah pondok nya Orang tua non Almeera ya???” Tanya Bik Minah
“Bukan Bik, itu pondok Kakak nya Umma, istilah jawa nya Bude atau wawak, tapi dalam keluarga Almeera gak pakai panggilan itu bik, lebih ke panggilan sehari-hari..”jawab Almeera
“yang biasa di panggil Ummi ya kami panggil ummi juga, yang biasa di panggil bunda ya kami panggil bunda juga…” tambah Almeera
“Istilahnya biar lebih dekat gitu ya non..”
“kurang lebih gitu lah bik…”
“Ingat kapan-kapan liburan ke sini lagi non, kalau den Gibran gak mau antar, telfon mamang nanti mamang jemput..hehehe”
“mamang bias aja, Meera gak punya nomer handphone mamang, trus gimana???”
“minta sama den Gibran atuh non…”
“mang…..(sambil mengelus punggung mamang Amir) mana mungkin saya gak mau ngantar, nanti di gondol orang bisa berabe saya mang…” balas Gibran dan itu membuat mereka tertawa
"Susah ya kan den nyari yang sama kaya non Almeera" ujar Mang Amir
"tuh, mamang tahu.." balas Gibran dengan senyum mengembang
“ya sudah..hati-hati, kabarin jika sudah sampai rumah” ujar Bik Minah
“In Syaa Allah kami kabarin nanti Bik…” balas Almeera
Gibran dan Almeera pun masuk ke dalam mobil, Gibran pun melajukan mobil nya, sengaja menempuh perjalan bada dzuhur agar ada waktu lama di pondok.
Almeera Nampak menikmati pemandangan kebun teh yang terbentang luas, Nampak para petani teh yang masih memanen teh dan juga anak-anak yang saling berkejaran.
“Kenapa??? Perlu kita ambil libur lagi??’ tanya Gibran
“pengen nya, tapi kita juga ada tanggung jawab besar..”
“kapan-kapan kita rencanakan juga liburan bareng yang lain..Abi , Umma, Azzam, Dilara dan juga Soraya”
“Serius Mas…”
“gak…mas cuma bercanda” balas Gibran dan itu membuat bibir Almerera maju kedepan beberapa senti
“ya serius lah…” ujar Gibran kemudia dan itu membuat bibir manyun itu berubah menjadi sebuah senyuman
__ADS_1
Dua Jam perjalan menuju ponpes Al-Khautsar. Lancar tampa hambatan, kini mobil sedan itu pun memasuki kawasan ponpes, banyak mata memandang, siapakah gerangan yang datang dengan menggunakan mobil sedan mewah berwana hitam itu.
Almeera pun turun di ikuti oleh Gibran juga ikut turun dan tak memerlukan waktu lama para santriwati yang melihat Almeera langsung berhamburan ke arah Almeera
“Ustazah Almeera…” sorak mereka semua sambil berlari menuju dimana Almeera berdiri
“Assalammualaikum ustazah…” salah para santriwati sambil mencium takzim tangan almeera dan Gibran menjadi penonton setia
“ Waalaikumusalam ….”
“hmmm…”dehem Gibran dan itu membuat semua menoleh ke arah Gibran berdiri
“Ustazah masuk dulu ya… “ ujar Almeera yang tahu akan kode yang Gibran berikan
“nanti ustazah ngisi kajian gak???” tanya salah satu santriwati
“In Syaa Allah jika memungkinkan…”
“bada Ashar ya Ustazah…” ujar salah satu santri lagi memberi kode bahwa mereka menunggu Almeera bada ashar nanti untuk mengisi kajian
“In Syaa Allah…” Balas Almeera lagi
Gibran dan Almeera pun menuju kediaman Abah Fatih dan Ummi Arafah, mereka tidak memberi kabar jadi tidak ada sambutan, karna Almeera memang ingin memberi kejutan.
“assalammualaikum..” salam Almeera dan Gibran bersamaan dan itu membuat ummi cukup kaget mendengar suara yang tak asing di telinganya
“Ummi ada Almeera dan Gibran” ujar Bilqis dan Ummi Arafah yang sempat merasa ragu dengan apa yang dia dengar pun langsung berlari kecil dari dapur menuju ruang depan.
‘Masyaallah…” ujar Ummi Arafah sambil merangkul Almeera
“kaget ya…kaget ya..” goda Almeera dan itu membuat Ummi Arafah menggelengkan kepala
“Masuk…Masuk.. kenapa gak ngabarin Ummi kalau mau datang???” tanya Ummi Arafah sambil membawa Almeera dan Gibran untuk duduk di sofa tamu.
“Kami dari kota A, kebetulan searah jalan pulang jadi sekalian mampir..” balas Gibran
“yang lain pada kemana Ummi???” tanya Almeera
“Lagi ada rapat, jadi Abah,Kak Adam dan Khadijah lagi di ruang rapat”
“Honeymoon nich ceritanya???” tanya Bilqis
Almeera menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal, dan itu membuat Ummi Arafah dan Bilqis tersenyum sumringah di balik cadar
“Nginep kan???” tanya Ummi Arafah
“pengen nya Ummi, tapi besok pagi-pagi Gibran ada meeting, jadi malam ini harus pulang”
“Tapi sebelum pulang seperti nya harus isi kajian para santriwati nich” Tiba-tiba terdengar suara Adam
__ADS_1
“Assalammualaikum…” salam Abah Fatih, Adam dan Khadijah sesaat setelah Adam menyelesaikan kata-kata nya
Gibran pun berdiri menyalami Abah Fatih dan Adan setelah menjawab salam mereka, sedangkan Almeera langsung di rangkul oleh Khadijah, Almeera tidak mencium takzim pada Abah Fatih dan Adam, hanya memberi sapaan dengan menganggukan kepala nya sebagai tanda hormat, karna Abah Fatih dan Adam bukanlah Mahram nya.
“Udah selesai rapat nya???” tanya Ummi
“Sudah Ummi, tapi kami begitu keluar pintu langsung di serbu santriwati yang meminta kami untuk merayu Almeera agar memberikan kajian bada ashar nanti” balas Adam sambil memainkan mata nya ke arah Almeera
“in sya Allah kak..nanti bada ashar meera isi kajian jika dapat izin dari pak supir” balas Almeera sembari melihat ke arah Gibran
“Kita malam aja pulang nya, jadi bisa isi kajian bada ashar ini” Ujar Gibran
“Begini nich ya kalau pada sibuk semua…” ujar Adam
“jangan nyindir meera, kak Adam aja jarang main ke rumah Abi…” Balas Almeera
“sudah…sudah… Kalian sudah makan belum???” tanya Ummi sambil mengelus punggung Almeera
“Sudah tadi sebelum berangkat kami makan dulu Ummi” balas Almeera
Mereka pun menghabiskan waktu di ruang tengah untuk sekedar berbincang santai, para lelaki dengan pembahasan nya, para wanita pun dengan pembahasan nya.
“udah berapa bulan kak??” tanya almeera sambil mengelus perut Bilqis
“Jalan empat bulan Meer…” jawab Bilqis
“Kalian ada rencana menunda gak???” tanya Ummi Arafah
“Nunda apa Ummi??” tanya Almeera balik
“Soal momongan….”
“ Se Dikasih nya aja sama Allah… Kalau cepat ya di syukuri, berartikan Allah memberikan kepercayaan itu cepat, seperi Ummi...jika belum berarti di minta untuk lebih saling mengenal satu sama lain” balas Almeera
“Kayak Umma ya.. pacaran halal dulu..hehehe”
“bias jadi…hehehe”balas Almeera, karna sangat tahu bagaimana perjalanan cinta Umma dan Abi nya.
Mungkin perjalan Cinta nya tak banyak yang tahu, jika tidak lah mudah,setiap hamba Allah punya jalan cerita nya sendiri-sediri.
🍃🍃🍃
Lanjut kita??
Jazaakumullah khairon untuk semua dukungan nya, dalam bentuk apapun itu.,🥰
Like, Komen, Vote, Gift , Tips...
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah --Al-Qur'an
__ADS_1