
Satu bulan berlalu sejak kejadian di ruangan Gibran, Almeera lebih banyak stay di butik, kebetulan memang dia sedang menyelesaikan Desain nya dan juga sedang sibuk mengarahkan apa saja yang harus Dilara kerjakan.
Dengan rayuan maut ala Almeera akhirnya Dilara gabung di butik. jika pun Almeera ke Sky paling hanya sebentar karna urusan Sky Sudak di serahkan ke Bella, konsultasi melalui Bimo.
Menghindar dari Gibran..?? Sebenarnya tak ada niat menghindar tapi karna memang pekerjaan.
"Lo tu kenapa...??" tanya Bimo saat melihat Gibran yang sedang berdiri menatap ke luar jendela
"File rapat pagi ini sudah siap semua??" tanya Gibran,. bukan jawaban dari pertanyaan Bimo yang dia ucapkan, malah sebuah pertanyaan.
"udah.. semua sudah beres, tinggal menuju ruang rapat.. tapi sebelum ke sana, jawab dulu pertanyaan gue..."
"gue gak apa-apa..." jawab Gibran sembari membalikkan badan lalu berjalan keluar.
"Karna Almeera...???" tanya Bimo dan itu membuat langkah Gibran terhenti
"Udah sebulan sejak kejadian itu, Lo berubah, Lo marah di tolak karna Lo gak bisa menjalankan rencana yang hanya diri Lo sendiri yang tahu.. atau marah karna sebenarnya Lo memang suka sama dia..??"
"ga udah bacot... ayo ke ruang rapat.."
Bimo hanya bisa menggeleng dengan jawaban dan tingkah Gibran..
Dan saat Mereka akan menuju ke ruang rapat, Gibran tidak sengaja melihat Almeera di lantai bawah.. sedang asik berbincang dengan Bella. Menghentikan langkah nya, ada senyuman tipis terukir.
"kalau Lo memang serius kenapa gak datang ke Abi Alvian.." ujar Bimo membuat Gibran membuang nafas panjang lalu kembali melangkahkan kakinya.
Gibran dan Bimo sampai di ruang rapat, memimpin rapat seperti biasanya. Perencanaan dan perencanaan pun mereka bahas. saat rapat selesai entah apa yang membuat kaki nya memilih untuk melewati butik Almeera, padahal itu cukup membuang waktu, tapi Bimo hanya bisa mengikuti kemana langkah sang pimpinan.
Mereka berhenti tepat di depan butik..Gibran tidak masuk, tapi mata nya seakan mencari sesuatu yang hilang.
"Pak Gibran dan Pak Bimo ada yang perlu di bantu..??" tanya Bella tiba-tiba yang sudah berdiri di depan mereka.
Gibran malah hanya menggaruk tengkuknya nya yang tidak gatal itu.
"Hanya sekedar berkeliling saja Bu Bella.. oh ya Bu Almeera gak datang...??" tanya Bimo seakan mewakili pertanyaan Gibran
"tadi sempat datang pak, tapi sudah kembali ke butik" jawab Bella
Gibran langsung melangkahkan kaki nya tanpa sepatah kata pun, dan di ikuti oleh Bimo, tapi beda nya disini Bimo pamit dengan Bella
"kalau gitu kami lanjut berkeliling dulu Bu Bella.."
"oh ya pak silahkan..." balas Bella
Di Butik nampak Almeera sedang duduk di depan laptop bersama dengan Dilara, membahas pembukuan butik yang stay di Sky.
"Oh ya.. gimana situasi butik..??" tanya Dilara
__ADS_1
"Alhamdulillah lumayan ramai, dan anak-anak yang lain juga udah mulai buka COD..."
"prospek nya bagus loh, dan menurut aku ya, dua pekan ini banyak peningkatan" ujar Dilara sambil membuka lembar demi lembar laporan harian yang Bella buat.
"In Syaa Allah nanti kita akan buat program untuk menyambut bulan Muharram, dan akan ada juga program bersedekah baju untuk anak-anak yatim.." ujar Almeera
"jadi yang belanja, jika ingin bersedekah juga bisa.." tamba nya
"masyaallah, bagus tuch Meer..."
"tinggal buat proposal aja dan kita ajukan ke pihak Sky nya nanti.."
"kapan rencana mau di ajukan..??" tanya Dilara
"secepat nya, sebulan lagi udah Muharram, sebelum tanggal 10 Muharram sudah kita bagikan nanti..."
"oke..kalau gitu biar aku aja yang coba buat proposal nya, nanti Meer tinggal cek aja.." usul Dilara
"siiip..."
🍃🍃🍃
Walaupun Dilara tinggal di panti asuhan, tapi Dilara cukup cerdas dan mudah berbaur, bahkan proposal yang di susun nya pun langsung di ok kan oleh Almeera dan pagi ini Almeera dan Dilara sudah berada di Sky.
"Langsung ke pak Bimo aja yuk..." ajak Bella, Dilara dan Bella pun menuju ruangan Bimo, sedangkan Almeera sedang mengecek stok barang di Butik.
Saat di ruangan Bimo, ternyata sedang ada Gibran disana.
"kan pak Bimo sudah tahu, Sky sudah tanggung jawab Saya dan ini Bu Dilara, dia bagian kas keuangan di FaZah.."
"Iya saya tahu, tapi biasa proposal baru itu pimpinan langsung yang menyampaikan, dan keputusan juga ada di sampaikan langsung oleh pimpinan Sky.. saya hanya perantara saja,.detai semua pimpinan FaZah yang harus menjelaskan.."
"memang bisa di sampaikan oleh sekretaris atau orang kepercayaan, tapi lebih baik lagi di saksikan oleh ke dua pihak" Tambah Bimo
"Kalau gitu biar saya panggil dulu Bu Almeera nya..." Dilara angkat bicara, dan mendengar itu membuat Gibran menarik bibir nya, ada senyum walau tipis.
"kalau gitu kami tunggu di ruang rapat.." balas Bimo
Gibran, Bimo dan Bella pun menuju ruang rapat, sedangkan Dilara menyusul Almeera.
"harus ya,.kan Lara udah tahu semua detailnya...??" tanya Almeera
"seperti itu kata pak Bimo dan mereka sudah menuju rumah rapat.."
"ya udah yuuk..."
Sebenarnya ada rasa berat hati bertemu dengan Gibran, tapi untuk program ini Almeera pun menurut.
__ADS_1
tok..tok..tok
Pintu ruang rapat pun mereka ketuk, Bimo membukakan pintu untuk mereka.
"Assalamualaikum pak Bimo..."
"waallaikumusallam Bu Almeera, sepertinya udah lama gak di sapa sama Bu Almeera..."
"silahkan masuk bu.." Bimo mempersilahkan Almeera dan Dilara untuk masuk dan langsung duduk di kursi.
"Assalamualaikum pak Gibran..." salam Almeera
"Waallaikumusallam.. ok kalau gitu langsung kita mulai aja pembahasan, dan saya sudah baca proposal nya.."
Mereka pun memulai rapat, Gibran nampak bersikap profesional, terkesan sikap juteknya masih seperti biasa dan penuh ketegasan.
"Untuk bagian sedekah yang akan di belanjakan pakaian, langsung pihak FaZah saya yang mengelola keuangannya, Sky akan menangani langsung yang bagian diskon nya" ujar Gibran saat Almeera sudah selesai dengan penjelasan nya
Rapat pun selesai, tak ada pembahasan lain selain mengenai pekerjaan, hanya Bimo yang kadang suka membelokkan pembahasan
"masih rutin ke pondok Bu Almeera..??" tanya Bimo
"Alhamdulillah masih pak, sudah jadwalnya, kecuali sedang ada pekerjaan yang memang gak bisa di tinggal.."
"pengen ke sana lagi...kapan ni boleh ikut lagi??"
Pertanyaan demi pertanyaan dari Bimo membuat Gibran memutar mata nya malas.
"langsung saja kan sudah tahu lokasinya.."
"nanti gak di usir nich..??" tanya Bimo dengan senyuman mengembang nya
Almeera tertawa kecil.. "In Syaa Allah gak lah... terbuka untuk siapa saja"
"bisa gak ya jadi tepat memantapkan hati... biar tahu akan isi hati gitu..." satu pertanyaan yang membuat satu deheman keluar dari mulut Gibran
"ehmmm...."
"santai bos...gue gak nyindir kok.." balas Bimo mendengar deheman Gibran, dengan senyum licik nya, merasa puas membuat Gibran memanas.
🌠🌠🌠
Lanjut...???
Afwan ya..belum bisa Up banyak, lagi banyak kerjaan...🙏
Jazaakumullah khairon untuk semua dukungan nya, dalam bentuk apapun itu.,🥰
__ADS_1
Like, Komen, Vote, Gift , Tips...
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an