Keteguhan Almeera

Keteguhan Almeera
Ziarah


__ADS_3

"gue cuma bisa berharap, Lo tulus dengan Almeera, dan ikatan kalian bisa mengikis rasa benci yang ada di hati Lo" ujar Bimo saat mereka sudah berada di rumah Gibran


Gibran hanya diam tak memberikan jawaban


"Kenapa Lo diam...??"


"Bran.... Almeera wanita baik-baik, jangan Lo sia-siakan, apalagi Lo sakiti, jika masih ada yang mengganjal, coba Lo cari tahu.."


"Gue tanya sekali lagi dan coba Lo jujur,.Lo suka kan sama Almeera, terlepas dari masa lalu...???" Tanya Bimo saat Gibran hanya diam malah memilih untuk menaiki tangga menuju kamar nya


"Gue mau tidur.... Lo kalau mau pulang, pulang aja, kalau mau nginep ya silahkan" balas Gibran tak peduli dengan pertanyaan Bimo


"Gue orang pertama yang bakal ngubur Lo hidup-hidup kalau Lo macam-macam" ancam Bimo


Sesampainya di kamar Gibran teringat akan ucapan Almeera, bagaimana Almeera ber istikharah, memohon petunjuk, mengharap apa yang dia putuskan adalah ketetapan Allah.


ada rasa perih di hatinya, karna dia tak setulus Almeera..


"ma.... Andai mama sekarang masih di sini, mama pasti bangga dengan calon menantu mama, ma.. kenapa ada rasa sakit dan juga bahagia atas jawaban nya...?? Ma... Apa benar kata Bimo , Gibran telah salah menilai mereka??"


🍃🍃🍃


Satu pekan berlalu, Gibran dan Azzam nampak sedang berada di FaZah Butik, mengukur pakaian pernikahan yang akan mereka kenakan nanti, dan Almeera pun disibukkan dengan desain baju pengantin yang akan di rancang untuk nya dan juga calon kakak iparnya.


Selesai urusan ukur mengukur, Azzam ke ruangan Almeera sedangkan Gibran memilih menunggu di lobi.


"Dek makan siang dulu yuk..." Ajak Azzam saat sudah membuka pintu ruangan Almeera


"Meera udah pesankan makanan, nanti bisa makan bareng di sini aja" balas Almeera


"Owh...ok..." Balas Azzam sambil berlalu menuju lobi


selesai sholat Dzuhur mereka pun makan di pantry yang tersedia di butik.


"Gibran suka pedes gak??" Tanya Azzam


"Termasuklah dalam kategori suka pedas, tapi termasuk jarang juga makan pedas...." Balas Gibran


"Saya gak tahu pak Gibran suka nya apa, ini saya pesankan Gurame saos tiram, ada juga sambal matah nya.." ujar Almeera


"Ini kan bukan jam kerja ya, dan kalian juga udah resmi jadi calon suami istri, kenapa harus se formal itu??" Tanya Azzam sambil menatap Almeera dan Gibran bergantian


"Belum terbiasa mas, biar kan aja dulu..." Dilara yang menjawab


"Oh ya rancangan gaun kalian udah sampai mana??" Tanya Azzam


"Lima puluh persen lah kurang lebih, lagian kan gak neko-neko, sederhana aja kok" balas Almeera


"Gimana Bran menu pilihan calon istri??" Tanya Azzam

__ADS_1


"Enak nich,dari restoran mana??"


"Dari Yadu Resto.. masih punya keluarga juga.." balas Azzam


"Rekomendet nich untuk catering menu acara nanti..." Ujar Gibran


"Tenang, udah jadi rutinitas Yadu jadi menu andalan acara keluarga tapi kita juga bakal boking beberapa makanan kaki lima,.jadi kita bisa berbagi rezeki dengan cara boking mereka" balas Azzam


"Ternyata keluarga mereka begitu peduli ya sama orang lain" batin Gibran


"Kalau kamu ada tambahan menu infokan aja, atau ada Pedagang kaki lima yang mau kita boking juga bisa..." Tambah Azzam


"Emang menu nya apa aja??" Tanya Gibran


"Tapi kalau makanan kayak nya aku ngikut aja dech, gak paham juga, tapi nanti kalau memang ada pedagang tambahan yang di boking, nanti aku kabarin..." Tambah Gibran berapa detik kemudian


Rutinitas makan siang pun selesai, Gibran kembali ke Sky,.dan Azzam ke RSH.


"Makasih menu makan siang nya" ujar Gibran saat akan keluar dari butik


"Alhamdulillah kalau pak Gibran suka..." Balas Almeera


"Kalau gitu saya pamit balik ke Sky dulu.. assalamualaikum"


"Waallaikumusallam..."


Gibran bisa melihat ada senyuman terukir di balik cadar hitam itu, nampak terlihat dari sorotan mata Almeera.


Soraya juga sudah izin cuti untuk membatu Gibran, bahagia untuk sang kakak pastinya, selama tujuh tahun Gibran habis nya untuk berjuang mencukupi kebutuhan nya, tak ingin sang adik merasa kurang sedikitpun. Sudah waktunya sang kakak bahagia,. itulah harapan Soraya, Tampa dia tahu isi hati sang kakak sesungguhnya.


"Ingat, harus bisa jadi imam yang baik.." ujar Soraya saat sedang duduk di taman belakang rumah


"Sok nasehatin mas nya nich ceritanya??"


"Ya kan memang bener, mas tuh kaku banget tahu gak sih....kaya kanebo yang baru di jemput.."


"Oh ya, kita sebelum acara ziarah dulu ya kemakan papa dan mama, ajak kak Almeera juga.."


"Emang perlu...??"


"Perlu lah mas, setidak nya mas menampakan keseriusan mas ke kak Almeera dengan melibatkan untuk hal pribadi mas.."


"Ya udah besok mas coba hubungin, jika dia gak sibuk.."


"Kalau mas ngajak nya serius dan baik-baik, sesibuk apapun pasti bisa.."


"Iya..iya bawel..."


🍃🍃🍃

__ADS_1


Gibran dan Soraya sudah berada di kediaman Abi untuk menjemput Almeera, sesuai rencana Mereka akan ziarah kubur ke makam papa dan mama Gibran.


"Hati-hati, jangan malam-malam pulang nya" ujar Abi saat mereka akan masuk ke mobil dan mereka menjawab dengan anggukan


Gibran, Soraya dan Almeera pun menuju pemakaman, Almeera dan Soraya duduk di kursi penumpang.


"Udah kayak supir aja ya mas hari ini" gerutu Gibran saat mobil sudah melaju.


"Gak papa kali mas, nanti kalau udah halal juga bakal di temani di samping.." balas Soraya


"Kak sabar-sabar ya sama kanebo satu ini.."


"Kanebo...??" Tanya Almeera heran


"Iya,.mas Gibran itu kaku kayak kanebo kering kak...jadi aku jamin pas ngelamar dia pasti gak punya tuh kata-kata yang menyentuh hati"


Almeera terkekeh kecil dengan penuturan Soraya yang memberikan julukan kanebo kering ke pada sang kakak, bahkan bisa menebak bagaimana Gibran Melamar nya.


"Tu mulut ya, minta di lakban..." Balas Gibran


"Kenyataan kali mas...."


Satu jam perjalanan di selingi dengan candaan dari Soraya, mereka sampai di Pemakaman


Satu keranjang bunga ada dalam genggaman Almeera, sesampai di makam kedua orang tua Gibran yang bersebelahan, Gibran duduk di antara ke dua makam,melantunkan doa untuk ke dua orang tua nya,.di ikutin oleh Soraya dan Almeera, selesai doa Bunga pun di taburkan, sebuah makam yang begitu terawat, makam dengan Nisan kayu yang terukir indah, bukan sebuah nisan dari batu, sebuah makam Tampa kinjing, hanya sebuah makam yang berbalut rumput hijau tapi rapi.


Bukan Gibran tak mampu, tapi dahulu saat akan meng kinjing makam kedua orang tua nya,.Gibran mendapat nasihat dari salah satu Ustadz, jika meng kinjing itu hukum nya haram.


"Pa..Ma... Sepekan lagi Gibran akan menikah, ada rasa bahagia, tapi juga sedih karna tidak ada Papa dan Mama yang menemani Gibran, semoga Gibran mampu mengarungi bahtera rumah tangga ini dengan baik, dengan penuh keridhoan dari Allah.." ujar Gibran dengan meneteskan air mata, sepertinya dia lupa sedang ada Almeera.


Almeera menatap sendu, lelaki yang ada di hadapan menyimpan berjuta kesedihan, apa sikap kaku nya untuk menutupi kesedihannya, tanya Almeera dalam hati.


"ma.. pa.. ini kak Almeera, calon kakak ipar nya Raya... Sholeha, baik, kalau mama masih ada mama pasti bakal lebih sayang sama kak Almeera dari pada Raya."


"Assalamualaikum... ini pertama kali Meera datang ke makam Mama dan Papa, doa terbaik untuk mama dan papa, di tempatkan di sisi terbaik di sisi Allah.."


Gibran tertegun dengan apa yang Almeera ucapkan.. memanggil ke dua orang tuanya Tampa ragu dengan sebutan mama papa. bahkan Almeera mendoakan kebaikan untuk kedua orang tuanya.


"Almeera hanya wanita biasa, punya berjuta kekuatan, semoga Almeera bisa menjadi istri yang baik untuk mas Gibran.."


Sekali lagi Gibran tertegun bahkan kali ini mata nya membulat saat Almeera memanggil nya Mas, buka Pak di hadapan makam Papa dan Mama nya.


🍃🍃🍃


Lanjut...???


Jazaakumullah khairon untuk semua dukungan nya, dalam bentuk apapun itu.,🥰


Like, Komen, Vote, Gift , Tips...

__ADS_1


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an


__ADS_2