
Selesai makan malam, sebelum melaksanakan sholat isya Almeera mengobrak-abrik isi dapur.
Tepung, coklat batang, mentega, gula telur dan beraneka macam bahan kue dia keluarkan, hobby masaknya menunjukkan dia benar-benar cucu dari Uti Kianara.
"Kak Azzam tolong ambilin daun pandan di belakangnya Donk..." pinta nya pada Azzam yang sedang di kursi tengah, sembari bolak-balik memencet remote tv
"ambil sendiri aja lah..." balas Azzam malas
"mau di buatkan brownies pandan nya gak??"
"ya mau lah, tapi kakak lagi nyari tayangan bola, lupa di Chanel TV mana.."
Almeera beranjak dari tempat nya, lalu mendekat ke arah Azzam, di tariknya tangan Azzam
"buruan ambilkan, kalau gak males Meera buatnya..."
"udah gedek masih takut gelap...gak banget lah..." goda Azzam, sepertinya mereka lupa jika sudah memiliki pasangan masing masing, dan itu membuat pasangan mereka melihat bagaimana dua kakak beradik itu saat berdebat
"iih..buruan, kalau gak kak Azzam ambil, brownies pandan nya gagal.." ancam Almeera
"Abi, Umma...lihat ni putri Abi yang Abi bilang udah dewasa, masih takut gelap..hehehe" ledek Azzam sambil menjulurkan lidah nya, membuat Almeera kesal, di raih nya bantal sofa lalu di pukulkan ke pundak Azzam berkali-kali
"oh jadi ngajak perang nich...??" ujar Azzam
"gak malu tuh di lihat sama suami...??" tambah Azzam sambil mengarahkan pandangan nya ke arah Gibran yang sedang menahan tawa melihat mereka.
Dan itu membuat Almeera menyerahkan bantal sofa ke Azzam dengan kasar, lalu beranjak menuju dapur, di masukan nya lagi tepung yang sudah di susun di atas meja.
"yah dia ngambek tuh Bran...hahaha" ledek Azzam
"Azzaaaaam...." Umma pun bersuara sembari memberi kan lototan kecil ke arah Azzam dan itu membuat Azzam nyengir kuda
Gibran beranjak dari duduk nya, melangkahkan kakinya menuju di mana Almeera sedang berdiri, di tarik nya tangan Almeera.
"Temani mas ambil daun pandan nya, soal nya mas gak tahu tempatnya.." Almeera masih enggan untuk melangkahkan
"ayoookk..." ajak Gibran dan Almeera pun menuju kebun belakang dengan tangan nya yang di genggaman oleh Gibran
Melihat itu membuat Azzam tersenyum sumringah, siasatnya berhasil.
"kayak nya ada yang sengaja ya biar mereka keluar nich" tebak Abi dan itu membuat Azzam terkekeh, ternyata sang Abi tahu maksud dan tujuannya menggoda Almeera..
"Jadi istri mas ini takut gelap nich..??" tanya Gibran
"cerita nya nanti aja, kaki Meera udah gemetar nih.."
"ya udah mana daun pandan nya??" tanya Gibran dan Almeera pun menunjukkan nya
"Meera di sini aja ya mas..."
"ya udah, tunggu sebentar.." Gibran pun mengambil beberapa lembar daun pandan sesuai permintaan Almeera, selesai mengambil daun pandan Almeera berlari kecil bergegas masuk ke rumah di ikuti Gibran di belakangnya.
Almeera langsung menuju kamar mandi, mencuci kaki nya,lalu mengambil daun pandan tadi, di rajang lalu di blender, sedangkan Gibran dan yang lain menuju tempat wudhu waktu sholat isya sudah tiba.
__ADS_1
Selesai Melaksanakan sholat berjamaah, Abi dan Umma memilih duduk berdua di taman samping, Azzam dengan tayangan bola , Gibran dengan laptopnya, sedangkan Almeera dan Dilara di dapur.
Bersiap membuat pekakas dapur menjadi kotor, bersiap membuat meja berlumuran tepung.
"coklat batang dan mentega kita cairkan dulu kak, brownies itu kunci nya di Coklat, banyak coklat semakin enak, tapi tetap harus sesuai porsinya, karna yang berlebih-lebihan itu tetap gak bagus"
Dilara pun memanaskan coklat batang dan mentega sesuai instruksi Almeera.
"Sambil nunggu dingin kita bisa buat adonan dulu kak, oh ya air daun pandan nya juga udah Meera blender tadi.."
"telur nya berapa butir meer...??"
"kita buat lima aja..."
"putih telur dan kuning telur di campur gak..??"
"bisa di pisah, bisa di campur, sebenarnya untuk hasil yang lebih baik itu kuning dan putih telurnya di pisah.. tapi kita di campur aja dech, biar gak kelamaan..."
"emang beda ya hasil nya??"
"berbeda hasil nya, tapi gak jadi masak kok, selama hasil kocokan telur bagus, hasil tetap bagus.."
Dilara pun mulai me mixer adonan yang sudah di takar oleh Almeera, setelah adonan di pastikan mengembang, tekstur sudah berat dan berjejak. Almeera menuang tepung lalu di aduk nya pakai spatula perlahan.
"kenapa gak pakai mixer aja biar lebih cepat.."
"kurang maksimal ngembang nanti kak adonan nya.."
"emang ngaruh ya...??"
Adonan pun di bagi menjadi dua bagian, satu bagian di beri tambahan coklat yang sudah di cairkan, lalu satu lagi di tambah perasan daun pandan
Dua loyang yang sudah di lapisi kertas pun di isi dengan masing-masing adonan, lalu di masukan ke oven.
"pakai berapa derajat dan berapa menit Meer waktu nya??"
"biasa beda merk oven beda-beda sih kak, ada yang 45 menit, kalau Meera pakai ini cukup 35 menit.."
Dua wanita itu pun membereskan meja serta pekakas yang kotor sembari menunggu kue masak. setelah selesai dengan cucian piring nya, Dilara memutuskan untuk naik, untuk mengganti baju nya, karna terkena cipratan telur tadi, terasa bau hanyir.
Ting
Bunyi suara Oven
Almeera memakai sarung tangan anti panas nya, di keluarkan dua loyang kue yang mereka masak.
"hmmm... wangi banget" ujar Gibran yang kebetulan ke dapur untuk mengambil air mineral dari dalam kulkas
"itu mau di apain...??" tanya Gibran
Almeera mengeluarkan bolu brownies dari dalam loyang, di lepaskan kertas kue yang menjadi alas nya, lalu di letakkan di atas piring panjang,.di oles bagian atas brownies dengan selai coklat.
Gibran yang mau mencomot brownies itu tangan nya langsung di sentil oleh Almeera.
__ADS_1
"nyicip..." ujar Gibran
"Nanti kalau udah selesai, mas tunggu aja di sana"
"dikit aja..."
"gak boleh, ini belum selesai..."
"dikit ujung nya aja..."
"No....duduk sana gih" bukan pergi menuju ruang tengah, Gibran malah menyandarkan kepalanya di pundak Almeera
"mas......."
"abis mau nyicip gak boleh..."
Almeera tetap melanjutkan mengoles selai coklat, setelah selesai bolu pandan pun Almeera timpa di ke atas brownies.
Brownies pandan dengan selai coklat pun selesai, di potong-potong nya , setelah selesai memotong kue itu, di angkatnya kepala Gibran, lalu Almeera memutar badan nya, di ambil nya satu potong brownies pandan, di suapkan ke mulut Gibran, dengan cepat Gibran pun mencicipi.
"Gimana...??"
Gibran malah mengedipkan mata nya..."enak gak...??"
"besok kita buka toko bakery ya.." ujar Gibran, bukan kata enak yang keluar, malah mau langsung di bukakan toko kue.
Almeera terkekeh..."mas mau Meera jadi desainer apa jadi patissier (pembuat kue)??"
"kalau bisa semua nya....kenapa tidak" membuat Almeera melotot
"tapi mas lebih pengen kamu stay di rumah,menyambut kepulangan saya dari kantor" ujar Gibran lagi
Pemandangan yang membuat Umma tersenyum bahagia, niat hati ingin mengambil air minum, tapi disuguhkan dengan keromantisan kecil mereka, dan itu itu juga di saksikan Abi, membuat Abi merangkul pundak Umma.
"Kenapa...??" tanya Abi
"bahagia melihat anak-anak bisa bahagia dengan pasangan mereka"
"jangan di ganggu,kita tunggu di depan saja" ujar Abi
Almeera dan Gibran pun menuju ruang tengah, Gibran membawa minuman,dan Almeera membawa brownies lapis pandan yang sudah dia potong-potong.
Azzam Tampa menunggu lama langsung menyambar nya, kue buatan adik dan Uti tak pernah dia sia-sia kan. soal rasa sudah jangan di tanya lagi.
Tiga pasang kekasih halal itu menghabiskan malam dengan saling berbincang ringan, sembari menikmati secangkir kopi di temani brownies pandan, lengkap sudah, seperti mereka yang lengkap sudah.
🍃🍃🍃
Lanjut... lanjut kemana kita???🤭
Jazaakumullah khairon untuk semua dukungan nya, dalam bentuk apapun itu.,🥰
Like, Komen, Vote, Gift , Tips...
__ADS_1
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah --Al-Qur'an