Keteguhan Almeera

Keteguhan Almeera
Kejadian Tak Terduga


__ADS_3

‘’Non Meera jadi mau ke SKY ngantar makan siang den Gibran…???’’ tanya Bik Atun kepada Almeera yang sedang memasukan nasi dan lauk pauk ke dalam kotak nasi


‘’Jadi bik.. sekalian mau lihat butik yang di sky juga..’’ jawan Almeera


‘’naik taxi atau bawa mobil sendiri non..??’’


‘’naik taxi aja bik, jadi nanti bisa pulang bareng sama mas Gibran, taxi nya juga udah Meera pesan kok Bik…’’


‘’Den Gibran gak di hubungi dulu non..??’’ tanya Bik Atun


“hmmm.... Gak perlu lah bik, biar kejutan…'’balas Almeera dengan senyum mengembang


‘’Ya udah bik, Meera mau ganti baju dulu ya bik..’’ tambah Almeera, dan Almeera pun menuju kamar setelah bekal makan siang nya sudah dia masukan ke dalam tas untuk mengganti pakaian nya.


Dan tak lama kemudian Taxi yang di pesan pun datang , Almeera pun sudah siap untuk menuju SKY dengan senyum manis yang terpancar di balik cadar hitam nya.


Mengenakan baju gamis berwana hitam dengan desain bordir di lengan dan bagian bawah gamis, Jilbab hitam dan juga cadar hitam, ya begitulah Almeera , sangat jarang mengenakan pakaian berwarna mencolok , lebih suka berwarna gelap. Sebagaimana yang dia tahu, Sayyidah Fatimah Az-Zahra purti Baginda Rasullullah, selalu mengenakan pakaian gelap, bahkan saat ada pakaian yang terang, Sayyidah Fatimah Az-Zahra akan membuat nya menjadi kusam dengan sarang laba-laba.


Wanita itu sangat mulia, dan islam sangat memuliakan Wanita,menutup aurat dan tidak mengenakan pakaian mencolok adalah bentuk islam memuliakan Wanita.


Sebagaimana Sayyidah Fatimah Az-zahra selalu berpakian hitam,Karna pakaian hitam, membuat lekuk tubuh seorang Wanita tidak terlihat.


Taxi yang Almeera tumpangi pun melaju menuju SKY, Bahu kiri Almeera menyandang tas yang pernah Gibran berikan untuk nya sebagain hantaran di hari pernikahan mereka, tangan kanan Almeera memegang erat tas yang berikan bekal makan siang.


Menempuh perjalan yang lancar, dan kini taxi sudah terparkir di depan pintu SKY, Almeera turun dari taxi saat sudah membayar taxi nya, kedatangan nya di sapa ramah oleh beberapa pegawai yang sudah tak asing dengan nya, Almeera pun membalas dengan ramah pula.


Almeera menyempatkan ke butik sebentar, mengecek kondisi butik, mengobrol dengan Bella juga, lalu langsung menuju ruangan Gibran.


Sesampainya disana Gibran ternyata tidak ada di ruangan nya, ruangannya kosong.


‘’Bu Almeera..’’ sapa Silfi sang sekertaris Gibran


‘’Oh ya bu silfi, pak Gibran nya lagi keluar ya…??’’ tanya Almeera


‘’Pak Gibran sedang ada pertemuan bu di ruangan lantai 4.. perlu saya antar Bu..???’’


‘’Oh gak perlu, biar saya kesana saja, di ruangan yang mana…??’’

__ADS_1


‘’di ruang nomer tiga dari lift bu, kalau ibu mau menunggu saya juga mau kesana, tapi saya sedang mengambil beberapa berkas dulu…’’


‘’gak apa, saya duluan aja, nanti kalau saya bingung saya tunggu bu silfi di lift aja’’ balas Almeera


‘’Oh baik bu, silahkan…’’


Almeera pun turun menuju lantai empat dengan lift, menuju ruangan yang di intruksikan oleh silfi.


Ting


Pintu lift terbuka, dan Almeera sudah berada di lantai empat, melangkahkan kaki nya mencari di mana ruangan sang suami berada, hanya ingin sekedar melihat, jika dirasa sibuk, Almeera akan menunggu di ruangan Gibran, begitulah pikiran Almeera saat ini.


Almeera tiba di sebuah ruangan yang kebetulan tidak tertutup, ada lima orang di dalam nya, Gibran, Bimo dan juga dua Wanita dan satu pria yang tidak Almeera kenal.


Satu pria dan satu Wanita mengambil posisi duduk, dan salah satu Wanita mendekati Gibran lalu merangkul Gibran. Gibran nampak tidak keberatan, bahkan ada senyuman yang terpancar.


Mata Almeera membuat, bagaimana bisa sang suami terlihat biasa saja di peluk oleh seorang Wanita, bahkan banyak mata yang melihat, dirinya saja akan sangat malu untuk mengumbar keromantisan mereka di hadapan banyak mata.


Almeera memutuskan untuk pergi, bergegas menuju lift, menekan tombol nomer lima, Kembali menuju ruangan Gibran, saat lift terbuka Almeera berjalan cepat menuju ruanga Gibran, diletakan nya bekal makan siang itu di atas meja Gibran, lalu Almeera kembali keluar, menuju lantai dasar.


‘’Bu Almeera sudah mau pulang..??’’ tanya salah satu satpam saat Almeera sudah berada di depan pintu masuk Sky


‘’Oh ada bu, biar saya panggilkan, ibu tunggu saja..’’ ujat pak satpam


‘’Alhamdulillah, terimaksih pak…’’


Tak mala kemudian taxi pun datang, dan Almeera pu bergegas masuk setelah mengucapkan terimakasih kepada pak satpam.


Di ruangan Gibran berada Silfi yang baru masuk nampak heran, karna dia tidak melihat keberadaan istri dari bos besar nya.


‘’Maaf Pak, kenapa Bu Almeera gak ada kesini ya..?’’ tanya Silfi ke Bimo


‘’Loh emang Bu Almeera kesini?? Kapan..??’’ tanya Bimo balik


‘’Tapi Bu Almeera ke ruanagn pak Gibran dan saya sudah arahkan untuk ke ruangan ini, tadi nya mau saya antar, tapi bu Almeera menolak, dan pergi sendiri, kan gak mungkin belum sampai juga, apalagi sampai ke sasar


Bimo menerutkan kening nya heran, karna dari tadi Almeera memang tidak ada terlihat, Bimo pun mendekati Gibran, lalu membisikan sesuatu ke telingan Gibran , dan pasti nya itu soal Almeera

__ADS_1


Gibran kaget dan langsung berdiri tiba-tiba


‘’Kamu yakin istri saya tadi kesini..??’’ tanya Gibran ke arah Silfi dan pertanya itu membuat tiga tamu nya mengerutkan kening, terlebih lahi Wanita yang memeluk nya tadi


‘’Yakin pak, ke lantai empat, dan itu sudah dari tadi, gak mungkin kan bu almeera ke sasar pak..??’’ balas Silfi


‘’Coba lo cek di rungan lo, bisa jadi dia lihat lo sibuk, jadi memutuskan Kembali ke ruangan lo kan..??’’ ujar Bimo


Gibran dengan cepat tampa berbasa- basi kepada tamu nya langsung menuju lantai lima dimana ruangan nya berada.


Saat sampai di ruangan nya tak ada siapapun, tapi Gibran melihat ada tas yang berisi bekal di atas meja nya, Gibran mulai cemas.


Gibran langsung menuju lantai dua dimana butik berada, bertanya kepada Bella, tapi Bella tidak tahu, Bella membenarkan bahwa tadi Almeera ke butik, tapi sebelum dia ke ruangan Gibran.


‘’Pak Gibran udah cuba hubungi bu Almeera..??’’ tanya Bella


‘’Astaugfirullah, hp saya di ruang rapat, saya bisa minta bantu kamu hubungi Bimo, suruh antar hp saya ‘’ pinta Gibran


‘’baik pak, saya hubungi pak Bimo…’’


Di ruang rapat, bimo tak kalah cemas


‘’Bimo, Gibran kapan nikah nya..???’’ tanya Naumi , Wanita yang memeluk Gibran tadi


‘’udah ada beberapa bulan lalu..’’ jawab Bimo


‘’udah beberapa bulan, dan kalian gak ada ngabarin ..??’’ tanya Naumi dengan kaget nya


‘’kita memang gak ngundang banyak orang , Cuma keluarga dan pegawai SKY aja’’ jawab Bimo, dan tak lama kemudian Bimo mendapat telfon dari Bella, sesuai instruksi dari Bella, Bimo langsung menuju lantai dasar dimana Gibran berada, untuk mengantarkan Handphon Gibran


🍃🍃🍃🍃


Lanjut…???


Sebelum lanjut ingat jangan lupa tinggalkan jejak dukungannya ya. Apapun bentuk nya akan di terima, Like, vote, gift dan komen nya.


Jazaakumullah khairon..🥰

__ADS_1


Yang belum meninggalkan jejak dukungan nya, semoga di lembutkan hati nya.


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah –Al’Quran


__ADS_2