
Gibran berulang kali membuang napas nya, tangannya mengepal.
"yang lalu,. biar lah berlalu, jika Gibran masih kurang yakin, Abi bisa pertemuan Gibran dengan pimpinan rumah sakit sebelumnya.."
"Abi marah, marah pada diri sendiri, di saat mengetahui nama Manggala ada rasa ingin tahu, tapi Abi memilih diam... dan Jujur Abi kecewa, sangat kecewa kenapa harus seperti ini"
"jika saja kata seandainya itu berlaku, jika saja kata seandainya bisa memperbaikinya semua nya, seandainya mama kamu menceritakan semua nya, kamu tidak akan mungkin memiliki dendam kepada saya, tapi dendam itu mungkin ke dokter itu.."
"tapi sayang, kata seandainya hanya berlaku untuk dia yang putus asa, untuk dia yang tak bisa menerima takdir"
"Abi...." lirih Almeera
"Abi bangga, sangat bangga kamu sama seperti itu umma, selalu memandang semua dari sisi baik, sekalipun kamu sendiri terjepit.."
"Ingin rasa nya Abi marah, tapi Abi percaya dengan anak Abi ini, apa yang terjadi tak lepas dari pantauan Allah...Allah memilih Almeera untuk menjalani semua ini, karna Allah tahu Meera sanggup, Meera akan membawa kebaikan.."
Abi berjalan mendekat ke arah Gibran yang sedari tadi terdiam, Abi duduk di kursi sebelah Gibran, lalu merangkulnya.
"maafin Gibran bi.. Gibran salah menuruti pemikiran Gibran Tampa lebih dulu memastikan semua nya, Gibran pasrah jika Abi ingin memukul Gibran, tapi Gibran mohon, jangan ambil Almeera..."
Abi melepas pelukannya.
"Gibran....ingin rasa nya Abi membawa nya pulang, agar kamu bisa menyadari betapa berharganya anak Abi ini" balas Abi dan itu membuat Gibran mendongakkan kepalanya
"Tapi Abi tidak bisa, Abi telah menyerahkan nya kepada kamu, di tambah dia memang ingin tetap di samping kamu, tapi satu yang harus kamu ingat.. kapan pun itu, jika Putri Abi ini lelah dan dia ingin pulang, pintu rumah Abi akan selalu terbuka, pundak Abi selalu siap sedia menjadi tempat nya bersandar, dan pelukan Abi akan selalu siap menghangatkan nya..."
"Buktikan kamu kali ini serius dengan anak Abi, jangan sakiti dia, sebagaimana pesan Abi di saat kamu baru menghalalkan nya"
"Abi gak benci sama Gibran...??" tanya Gibran
Abi terkekeh.. "manusiawi jika Abi marah, tapi kebencian itu sama dengan menuruti nafsu setan, yang ada abi yang sakit.."
"pesan Abi lagi masalah ini Cukup kita yang tahu, keluarga yang lain sudah cukup tidak perlu tahu.. kita tutup sampai disini, Abi ingin jalan kalian lancar"
"seperti kata aku beberapa hari lalu,. kali ini aku gak akan bawa Almeera, tapi sekali aja kamu nyakiti dia, aku gak bakal kasih kesempatan lagi" kali ini Azzam yang buka suara
"Umma dan yang lain tidak perlu tahu akan semua ini,.karna kesalahpahaman ini sudah tuntas.." ujar Abi
"Malasah itu mengecil bila di rahasiakan,. Membesar bila di keluh kesahkan, berurai air mata kita di adukan kepada Sang Maha Pencipta, dan Menjadi rumit jika di umbar kepada Manusia" Ujar Almeera
Mendengar penuturan Almeera membuat Abi Begitu bangga.
__ADS_1
"Gibran tidak bisa menjanjikan kebahagiaan selalu untuk Almeera, tapi satu yang pasti, Gibran akan selalu berusaha dan belajar bersama untuk mengarungi bahtera rumah tangga ini dengan saling berjalan beriringan, saling merangkul, saling menguatkan.."
"malam ini pulang ke rumah Abi ya.."
"in Syaa Allah Bi,.nanti kami ke rumah Abi"
"Abi tunggu, Abi gak bisa lama-lama, karna Abi dan azzam harus kembali ke RSH"
Abi dan Azzam pun beranjak dari duduk nya, Almeera berjalan mendekati Sang Abi, lalu memeluk nya.
"anak Abi udah dewasa... Abi bangga sama Almeera, jadilah penyejuk untuk suami kamu ya..."
"In Syaa Allah Bi.."
"Abi hanya ingin kebahagiaan untuk semua anak-anak Abi.." ujar Abi lalu mencium puncak kepala Almeera, Gibran pun mendapat pelukan dari Abi
"Abi ini juga papa kamu, jadi jika ada yang mengganjal jangan ragu untuk di tanyakan, kalian semua anak-anak Abi..." sambil merentangkan tangan nya,.membuat Almeera dan Azzam pun ikut merangkul sang Abi.
:::
"Bi.. kenapa Abi bisa Begitu tenang???" tanya Azzam saat dalam perjalanan pulang
"Abi harus bagaimana, marah-marah, mukul meja, atau menghadiahi Gibran tonjokan??"
"Abi yakin Gibran sudah sepenuhnya menerima pernikahan mereka Tampa ada dendam lagi...??"
"In Syaa Allah..ini adalah jalan juang adik kamu, jadi kita doakan yang terbaik, dia itu istimewa seperti Umma, jadi Abi percaya Allah sudah menyiapkan semua nya untuk nya"
"Abi gak akan cerita sama Umma...??"
"ingat kata adik kamu tadi...Malasah itu mengecil bila di rahasiakan,. Membesar bila di keluh kesahkan, berurai air mata kita di adukan kepada Sang Maha Pencipta, dan Menjadi rumit jika di umbar kepada Manusia"
"Dia memang paling bisa menyimpulkan semua dalam hal yang positif.."ujar Azzam
:::
Kurang lebih jam lima sore Gibran dan Almeera sampai di rumah Abi, langkah kedua nya kali ini lebih pasti, ya walaupun belum sepenuhnya move on dari kejadian siang tadi, tapi sudah saat nya melanjutkan perjalanan untuk mencapai tujuan.
Gibran yang sedang bermain catur dengan Abi, sedangkan Almeera dengan di dapur bersama Umma dan Dilara, sedangkan Azzam masih di atas.
"Trus gimana pertama kali ngikutin cara sarapan kamu Meer..???" tanya Dilara saat membahas Gibran yang mulai sarapan ala Almeera
__ADS_1
"Jam delapan pagi udah chat kalau dia lapar, mana mau meeting lagi..." balas Almeera sambil terkekeh
"trus...??"
"Meera bawakan bekal pisang rebus, dan itu jadi pengganjal perut nya..hehehe"
"jangan di paksa...." ujar Umma
"mas Gibran sendiri kok Umma yang mau, bukan Meera yang minta"
"pada masak apa sich??" tanya Azzam yang baru datang
"kakak itu terima beres, dilarang kepo.." balas Almeera
"ok lah... dapur memang daerah kekuasaan para wanita, kak Azzam ngalah...."
"harus..." balas Almeera
" dek... kangen sama brownies lapis pandan buatan kamu deh dek..."
"hmmm... nanti dech Meera buatin"
"beneran ya...??"
"in Syaa Allah kalau gak ngantuk...hehehe"
"iih ajarin dong Meer..." pinta Dilara
"boleh... nanti selesai magrib kita buat ya kak.."
"boleh-boleh..." balas Dilara
"kakak tunggu..." ujar Azzam tak mau kalah, Azzam pun menyusul Abi dan Gibran yang sedang di pendopo taman, sedangkan para wanita melanjutkan aksi nya di dapur.
🍃🍃🍃
Lanjut... lanjut kemana kita???🤭
Jazaakumullah khairon untuk semua dukungan nya, dalam bentuk apapun itu.,🥰
Like, Komen, Vote, Gift , Tips...
__ADS_1
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an