Keteguhan Almeera

Keteguhan Almeera
semua orang tua itu ternyata luar biasa, tapi kalian lebih luar biasa nak


__ADS_3

🌠Jauh dari Al'quran\=Rapuh & Hampa🌠


*****************


Dua bayi kecil mungil yang dulu mereka dalam satu kandungan kini sedang berlari-lari kecil di taman.


Waktu begitu cepat berlalu kini dua bayi kembar tak identik itu telah berusia tiga tahun, mulai banyak celoteh dan pertanyaan dari mereka.


Apa yang terdengar asing di telinga mereka, maka mereka langsung mempertanyakan nya, tak jarang Ayah dan Umma nya harus ekstra dalam memilih kata-kata untuk menyampaikan.


"ini punya Cila..." rebut Arsyila


"ini punya Shaka.. Cila itu aja..." rebut Arshaka


ternyata dua bayi yang kini menjelma menjadi balita itu sedang berebut mainan.


"Ayaaaah.... " teriak Arsyila sambil berlari ke arah sang ayah


Sang ayah pun merentangkan tangan nya.


"mas shaka ambil mainan Cila yah...hiks...hiks..hiks..." adu Arsyila dengan air mata yang sudah membanjiri pipinya


"Shaka sini nak.." panggil Almeera


Arshaka Masih berdiri di posisinya.


"Shaka Umma panggil loh, sini sayang..." ulang Almeera


Arshaka pun datang menghampiri sang Umma, saat sudah di depan sang Umma. sang Umma memangku Arshaka duduk sejajar dengan Arsyila.


"Shaka...Umma mau tanya boleh...???" tanya Almeera


"boleh Umma..." jawab Arshaka sambil tertunduk menatap mainan yang ada di genggaman nya.


"ini mainan siapa ya...??" tanya Almeera sang Umma dengan lembut, sambil menunjuk Mainan itu


"mainan Shaka..." jawab Arshaka


"itu mainan Cila Umma..." protes Arsyila sambil teriak


"Syila tunggu dulu ya sayang, Umma lagi bicara sama mas Shaka.." ujar sang Umma, Almeera tahu itu mainan Arsyila, saat ini dia bukan ingin menghakimi, tapi sedang mengajarkan sebuah nilai jujur dan mengakui kesalahan.


"Sekali lagi Umma tanya, ini mainan siapa? dan jujur ya, seperti Baginda Rasulullah. beliau selalu amanah, dan jujur..." Tanya Almeera penuh kesabaran


"iya ma... ini tadi yang bawa mainannya dek Syila dari rumah... tapi kan Shaka mau pinjam ma..." aku Arshaka sambil tertunduk


"tuh kan udah Cila bilang itu punya Cila.." protes Arsyila


"mas kan pinjam tapi dek Cila pelit..." protes Arshaka membalas ucapan sang adik


Gibran dan Almeera saling lirik ambil melempar senyuman.


"Shaka dengar Umma sayang.... merebut milik orang lain itu baik gak...?? boleh gak seperti itu..??"


"Cila kan adek nya Shaka..." jawab Arshaka


"baik itu Ke adik, ke orang lain, ke siapapun itu, merebut bukan miliknya, bahkan mengakuinya itu baik atau tidak...??"


Arshaka tertunduk sambil memutar-mutar mainan yang ada di tangan nya


"itu gak baik Umma... Shaka salah..."


"kalau salah harus gimana...??"

__ADS_1


"minta maaf...." Jawab Arshaka


"masyaallah Sholeh nya Umma dan Ayah.." sambil mengecup kening sang putra


"ok... sekarang giliran ayah mau tanya sama gadis kecil ayah yang shaleha ini.." ujar Gibran sambil mencolek dagu putri kecil nya


"Syila.... berebut mainan, tidak mau meminjamkan ke teman atau saudara, bahkan sampai rebutan dan teriak-teriak itu baik gak..??"


"kan Mas Shaka yang rebut yah, ya jadi Cila ambil lagi, mas Shaka gak bicara baik-baik , jadi ya Cila marah lah..." Jawab Arsyila


"ok bener itu punya Syila, tapi bersikap seperti tadi baik gak...??" tanya Gibran ke lagi


Arsyila terdiam dia menatap sang Umma, dan sang Umma tersenyum membalas tatapan sang putri.


"jawab aja sayang, jawab seperti yang Syila tahu.. jawab seperti yang Syila rasakan..." ujar Almeera


"Umma pernah bilang berbicara dengan nada tinggi itu sangat di sukai syaitan dan iblis... tapi kan tadi mas Shaka yang rebut mainan Cila.."


"Masyaallah, Umma pernah bilang gitu ya..?? berarti apa yang Syila lakukan tadi baik gak?? mas Shaka sudah mengakui kesalahannya, sekarang gimana dengan Syila...??"


Arsyila tidak menjawab pertanyaan sang Ayah di malah turun dari pangkuan sang Ayah.


"Cila salah mas... Cila minta maaf udah marah-marah, tapi mas juga salah karna gak mau pinjam baik-baik.." ujar Arsyila sambil meraih tangan Arshaka


Arshaka pun ikut turun dari pangkuan sang Umma.


"mas juga minta maaf ya dek.. seharusnya mas tadi gak main rebut aja, adek juga jangan teriak-teriak lagi ya..." balas Arshaka


"mas juga Jangan main rebut aja..bilang lah , dek Cila yang cantik, mas pinjam ya mainannya.." balas Arsyila sambil menaruh kedua tangan nya di pipi lalu membuat ekspresi cantiknya.


Almeera dan Gibran tersenyum bahagia melihat bagaimana buah hati mereka saling berinteraksi.


"berpelukan Donk..." ujar sang Ayah


πŸƒ


Almeera sedang duduk di meja kerja nya, meja kerja Gibran juga sih, gantian.


Kedua buah hati nya sudah tidur pulas di kamar mereka.


Almeera tiba-tiba teringat momen-momen nya saat mengurus kedua buah hati nya, menghadapi setiap ke ulah mereka, di tatapnya foto mereka yang ada di dinding kamar.


Diraihnya benda pipih itu, dibukanya blog pribadinya selalu dia isi dengan banyak kata-kata motivasi, sebanyak itu sebagai catatan untuk nya, jika anak-anak besar nya, mereka bisa membaca apa yang dia tulis.


Dan semua momen itu dari pengalaman pribadinya.


"momen yang sering aku alami, berebut mainan,. saling lempar mainan, berebut makanan, dan masih banyak lagi "


"Setiap saat akan ada teriakan, tangisan ,dan mungkin bagi sebagian orang ini adalah hal yang berisikan, bahkan mungkin untuk diri ini sendiri, berisik dan mengganggu"


"setiap kali di ingatan , tapi selalu mengulang hal sama setiap hari dan setiap waktu.."


"namun aku teringat , aku yang meminta mereka ada di hidup kami, bukan mereka yang minta ada di hidup kami..."


"mungkin kalian baru belajar ya nak,. karna dunia ini tak seperti harapan kalian, menangis lah jika itu melegakan kalian, kami sebagai orang tua hanya berharap, dan mengajarkan kalian arti kemandirian, meminta maaf dan saling memaafkan"


"tahukan kalian nak , banyak kalian ajakan kepada kami, yang tak pernah kami dapatkan di bangku sekolah"


" kami belajar sabar dari kalian"


" kami belajar mengendalikan emosi"


" kami belajar cara negosiasi yang bagus"

__ADS_1


" kami jadi team yang hebat"


"kami belajar tanggung jawab besar"


"dulu kami jijik melihat orang menggantikan popok bayi, dulu kami melihat orang yang wajahnya kusam saat anak-anak masih kecil"


" dulu kami melirik saat mendengar ada anak kecil teriak di tempat umum, dulu kami meremehkan orang yang rumahnya berantakan karna ada anak kecil"


"Lihatlah, kalian menampar kami... bahwa yang kami lakukan itu salah, ternyata di balik apa yang kami lihat ada perjuangan luar biasa"


"orang tua itu ternyata hebat, mau baik atau buruk"


"semua orang tua itu ternyata luar biasa,. tapi kalian lebih luar biasa nak.."


"kalian banyak mengajarkan kami banyak hal"


"kalian hebat nak, kalian menuruti apa mau kami"


"kalian hebat nak, mengalah saat kami marah"


"kalian lebih hebat nak dari pada kami"


"kami yang harus lebih banyak belajar"


"Jika Ayah dan Umma di berikan pilihan ulang.. Kami akan tetap memilih kalian sebagai anak-anak kami.."


"tapi apabila pilihan itu ada pada kalian , apakah kalian masih ingin menjadi anak-anak kami...??"


Sebuah coretan kecil yang Almeera tuan, ada air mata yang menetes saat tulisan itu selesai, teringat akan bagaimana dia dulu dengan Azzam..


"Abi... Umma... Jazaakumullah khairon, kalian orang tua terbaik yang Allah berikan kepada kami.." batin Almeera sambil mengusap air mata Bahagia


Gibran yang ternyata melihat apa yang Almeera tulis pun ikut terharu, di lingkaran tangan nya di leher sang istri.


Tak ada kebahagiaan lain selain memiliki Almeera dan ke dua buah hati nya.


Perjalanan hidup ini singkat, jangan sia-siakan..


Tapi juga jangan terburu-buru..


Seperti kata seorang Ulama, dia adalah Seorang mualaf yang menyebut dirinya "Pemulung Amal Shaleh"


"Gak ada yang harus buru-buru dalam hidup, Satu Hal yang harus buru-buru ya Sholat Doang, Kan Kita hidup Nungguin Mati, Dan kerja itu nungguin waktu Sholat" (Ko Steven Indra Wibowo)


...πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ...


...TAMAT...


...πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ...


Jazaakumullah Khairan untuk semua doa dan dukungan nya... untuk Coretan demi Coretan kak Ajeng.


Ingat Ambil baik nya buang jauh-jauh buruk nya.


..


Jangan lupa Follow IG kak Ajeng ya.. @cerita_ajengkirana


Jangan lupa tinggalkan Like, vote, gift dan komen nya.


Yang belum meninggalkan jejak dukungannya, semoga dilembutkan hati nya..


Jazaakumullah khairon...πŸ™πŸ₯°

__ADS_1


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah –Al’Quran


__ADS_2