
🌠Jauh dari Al'quran\=Rapuh & Hampa🌠
*****************
Almeera sudah berada di ruang pemeriksaan, dokter Lenny yang bertugas pun langsung memeriksa kondisi terkini Almeera. Dokter Lenny memberi tahu bahwa Almeera sudah buka 5, Dokter Lenny meminta Almeera untuk terus semangat.
Saat selesai di periksa Abi pun masuk ke ruangan dimana Almeera berada, di tatap nya sang putri tercinta.
Siapa hari ini yang mendapatkan doa ibu itu adalah Hal yang hebat
Tapi ada sosok yang tidak pandai menunjukan, tidak ekpresif .
Kadang-kadang tidak bisa ngomong
Kadang-kadang untuk meneteskan air mata pun dia tahan.
Sosok itu adalah Ayah
Dia yang paling banyak menahan sakit, tapi saat di depan anak-anak nya dia selalu menujukan dia tidak apa-apa.
Maka kalau doa ibu adalah hal hebat
Maka pengorbanan Ayah itu amat Dahsyat.
Abi berusah menahan air mata nya, berjuta doa abi mohonkan kepada yang maha pencipta.
Jika ada Umma pasti Umma akan setia menemani sang putri, tapi Almeera harus berjuang tanpa di damping sang Umma.
‘’Abi…’’ panggil Almeera
‘’Iya sayang,..’’ jawab Abi sambil menggenggam tangan Almeera
‘’ maaf jika Meera banyak salah… maaf Meera belum bisa membahagiakan Abi…’’ ujar Almeera saat rasa sakit nya mereda.
‘’kehadiran kalian adalah yang paling membahagiakan, Meera gak pernah buat salah sayang, jangan berfikir yang macam-macam, harus bisa mengontrol emosi, Meera masih harus berjuang lebih kuat lagi…’’ Ujar Abi sambil mengecuk Ubun-ubun sang putri tetap berusaha tersenyum walau sebenarnya ada tangisan yang Abi tahan
Sungguh pemandangan yang membuat semua yang melihat ikut merasakan ikatan cinta mereka, suster yang membantu pun sampai meneteskan air mata.
‘’Abi tunggu di luar ya…’’ ujar sang abi dan Almeera mengedipkan mata nya.
Air mata Almeera mengalir tampa suara, Almeera berbaring dengan posisi badan miring ke kiri. Hari yang di nanti, hari yang penuh perjuangan.
__ADS_1
Gibran terus menjadi suami siaga, dengan sabar tangan Kiri Gibran mengusap punggung Almeera, dan tangan Kanan nya menjadi pelampiasan rasa sakit yang Almeera rasakan.
Sakit, perih, panas yang Gibran rasakan, tapi itu dia tahan, karna Gibran sadar, rasa sakit yang dia rasaka tak sebanding dengar apa yang Almeera rasakan, apalagi Almeera berjuang untuk dua nyawa dalam satu waktu.
‘’Mas….’’lirih Almeera
‘’iya sayang, mau minum…??’’ tanya Gibran dan Almeera menggeleng
‘’Mas Maafin Meera jika selama ini selalu merepotkan, maaf Meera belum bisa jadi istri yang baik..’’ lirih Almeera sambil menahan sakit
‘’sttt…. Kamu ngomong apa sih? Dengarkan mas baik-baik, kamu itu istri yang terbaik yang Allah kirim buat mas, dan kamu adalah guru terhebat , kamu mengajarkan banyak hal, kamu yang membuat langkah kaki ini lebih dekat dengan sang Khaliq , kamu yang membuat tujuan pernikah ini untuk mencapai surga nya.’’
Dengan wajah yang pucat dan di penuhi keringat Almeera masih berusaha tersenyum untuk sang suami, air mata nya mengalir, bibir Almeera tak henti-henti nya beristighfar dan juga bersholawat.
Di kecup nya kening Almeera sangat lama, tampa terasa ada air mata yang menetes. Dokter dan suster ikut terbawa suasana,
Tak lama kemudian Ummi arafah masuk ke ruangan, di lihat nya sang putri dengan mata berkaca-kaca.
‘’Harus kuat ya…’’ ujar Ummi sambil mencium kening Almeera
Almeera hanya menjawab dengan kedipan.
‘’Tadi lima dok..’’ jawab doket Lenny
‘’biar Ummi cek ya… ingat kamu bisa… percayalah umma pun pasti akan mengatakan hal sama jika dia ada disini..’’ ujar Ummi
Almeera menggigit bibir bawahnya,menahan sakit yang semakin sering terasa.
‘’Alhamdulillah sudah buka 8, langsung kita bawa ke ruang bersalin’’ ujar Ummi
Almeera pun langsung di pindahkan ke ruang bersalin, saat dalam berjalan keluar Azzam menghampiri sang adik tercinta.
‘’adek kakak ini adalah Wanita kuat dan hebat, kamu pasti bisa…doa kami semua selalu ada untuk kamu dek…’’ ujar Azzam dengan bibir bergetar menahan tangis, Almeera hanya bisa menjawab dengan anggukan.
Almeera sudah berada di ruang bersalin, di temani Gibran yang menjadi suami super siaga, kaki Almeera pun sudah di letakan di alat penyanggah.
Tiba-tiba Almeera merintih, merasakan rasa sakit yang amat di perut bagian bawah nya, seakan ada yang mendorong dari bagian atas.
Ummi dan Dokter Lenny pun memberi intruksi untuk Almeera menarik napas dan membuang nya perlahan, dan saat ada rasa yang akan keluar, ummi meminta nya untuk mengejan.
Gibran rasa nya tidak sanggup, tapi dia harus kuat, kaki nya sudah gemetar. Almeera mengikuti setiap aba-aba yang Ummi berikan, Almeera berusaha mengumpulkan tenaga nya agar bisa mengejan dengan kuat.
__ADS_1
Bayi pertama pun berhasil lahir, berjenis kelamin laki-laki, semua yang ada di ruangan itu ikut merasa lega juga haru, tangis bayi itu menggema, dan itu membuat air mata Gibran dan Almeera mengalir, dan tangis bayi itu membuat Almeera melupan rasa sakit nya untuk sesaat.
Gibran mencium kening dan pipi Almeera berkali-kali
‘’selamat ya sayang, bayi pertama kalian laki-laki..’’ ujar ummi dengan ikut meneteskan air mata
Perjuangan Almeera belum berakhir, masih ada satu bayi lagi yang harus dia lahirkan, setelah beberapa menit kemudian Almeera mulai merasakan sakit lagi di bagian perut bawah nya.
Ummi dan dokter Lenny pun Kembali membimbing Almeera , lagi-lagi Allah berikan kemudahan untuk Almeera. Bayi kedua pun lahir yang berjenis kelamin perempuan, lagi dan lagi suara tangis menggema.
Hari ini Gibran menyaksikan dengan mata kepala nya sendiri begitu besar perjuangan sang istri, begitu pun perjuangan sang mama dahulu saat melahirkan nya pasti juga merasakan sakit yang sama.
Sungguh perjuangan antara hidup dan mati, inilah jihad nya seoarang Wanita, inilah kenapa Wanita itu harsu di muliakan.
Bagi seorang lelaki wajib bagi nya memuliakan Wanita nya, Wanita nya disini bukan untuk umum , karna Wanita nya disini adalah Istri nya, Ibu nya, mertua nya, anak perempuan nya dan saudari Wanita nya.
Jika seoarang lelaki memuliakan selain Wanita nya maka bukan pahala yang dia dapat, melainkan dosa.
‘’Makasih sayang… kamu dengarkan suara tangis mereka begitu menggema, terimaksih sudah kuat untuk berjuang, mas gak akan bisa membayar perjuangan kamu ini, hanya Allah yang bisa membalas nya, yaitu Surga…’’ ujar Gibran dengan air mata yang tak bisa dia hentikan
‘’Anna Uhibbuki Fillah Almmera Azzahra Alfianisya…’’ bisik Gibran lalu mengecuk Ubun-Ubun sang istri dengan air mata yang masih mengalir, air mata kebahagiaan
‘’Anna Uhibbuka Fillah mas Gibran Manggala Putra…’’ balas Almeera lirih, air mata kedua nya tak lagi dapat mereka bendung.
Sungguh moments yang mengharukan, semua yang ada di ruangan itu pun ikut terbawa suasana.
"Bran, mereka sudah bersih, bisa kamu adzanin..." Ujar Ummi Arafah
🍃🍃🍃🍃
Lanjut…???
Yang ingin tahu jadwal UP langsung Follow IG kak Ajeng ya.. @cerita_ajengkirana
Dan Sebelum lanjut ingat jangan lupa tinggalkan jejak dukungannya ya. Apapun bentuknya akan di terima, Like, vote, gift dan komen nya.
Yang belum meninggalkan jejak dukungannya, semoga dilembutkan hati nya..
Jazaakumullah khairon...🙏🥰
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah –Al’Quran
__ADS_1