
"dimana pun bisa kok jika ingin mendapat kemantapan hati, sholat istikharah.. itu yang saya dengar dari salah satu Ustadz, ya gak Bu Almeera...??" kali ini Bella yang bersuara
Almeera menjawab dengan anggukan... "tapi jika ingin mencari teman bercerita yang kita rasa paham, bisa juga ke pondok, pasti akan ada para guru yang akan memberikan masukan.." tambah Almeera
"ini pembahasan seperti nya sudah keluar jalur, kenapa gak langsung ke restoran atau coffeshop gitu..." ujar Gibran sambil menaikkan alisnya melihat satu persatu dari mereka
"boleh tuh bos... sekalian makan siang.." balas Bimo tak gentar sedikitpun untuk membuat Gibran tak berkutik
"tidak perlu pak, kami permisi saja, lagi pula saya dan Bu Dilara juga harus kembali ke butik..." balas Almeera
"sesekali di traktir bos besar kan boleh juga tuh.."
"In Syaa Allah lain waktu, kami juga masih banyak yang harus di persiapkan.."
"ok lah.. mari saya antar.." balas Bimo
Almeera dan team nya pun beranjak, begitu pun Bimo membuka pintu , mengantar mereka sampai depan lift.
Dan apa yang terjadi saat Bimo masuk kembali ke ruang rapat?? Gibran melempar berkas yang ada di depan nya ke arah Bimo.
pluk...
tepat mengenai wajah Bimo...
"Lo lagi kehabisan obat.... main lempar aja.." protes Bimo
"Lo tu kurang sajen, apa maksud lo ngomong kayak gitu...??"
"ngomong apa bos...??" tanya nya sambil meletakkan berkah di depan Gibran
"Geu bicara apa ada nya,. kalau gak merasa santai aja.. dan Bu Almeera juga pasti paham, lagian Lo tu aneh, seharusnya tunjukkan keseriusan Lo, bukan malah diem,.bukan diem kayaknya tapi lebih tepatnya dingin kayak freezer.. buat air bisa membeku" tambah Bimo panjang kali lebar tapi gak pakai tinggi.
Gibran terdiam, memang betul sejak Kejadian itu, Gibran memilih diam, mungkin jika laki-laki lain mereka akan Coba menghubungi atau berusaha menunjukkan keseriusan, tapi tidak dengan Gibran, dia malam membeku, tak ada pergerakan, apa itu yang nama nya serius??
🍃🍃🍃
Sore ini pulang dari butik Almeera dan Dilara memutuskan untuk mampir ke coffeshop, sebuah Coffeshop shop dengan nuansa serba hijau, sesuai nama Nya Green Coffe 3.
"cabang ketiga nich kalau dari nama nya..!!" ujar Dilara
__ADS_1
"ini tuh rekomendasi dari Ummi Arafah, kebetulan yang punya juga salah satu donatur di rumah singgah, dosen gitu..." balas Almeera
"wuih hebat Donk, dosen dan punya usaha lagi...pengen kapan-kapan kerumah Singgah"
"In Syaa Allah nanti sedekah sebagai akan di lakukan untuk anak-anak rumah singgah.."
"ajak ya..." Almeera menjawab dengan anggukan
"oh ya Meer, aku ke toilet dulu ya..." lagi lagi anggukan sebagai jawaban
Almeera fokus pada benda pipih nya Tampa dia sadari sudah ada seorang pria yang berdiri di depan nya.
"Assalamualaikum..." salam nya
"waallaikumusallam.."jawab Almeera sambil melihat ke sumber suara
"pak Gibran..."
"sendirian aja...??" tanya Gibran menaikan alisnya sebelah
"berdua dengan Dilara, tapi sedang ke toilet, pak Gibran sendiri...??"
"Saat ini sendiri, lagi nunggu rekan bisnis.. kalau begitu saya permisi"
Tak lama kemudian ada dua wanita yang mendatangi Gibran, mereka pun saling berjabat tangan, nampak serius, sepertinya memang membahas bisnis
"itu pak Gibran kan..??"tanya Dilara kebetulan dia baru sadar ada Gibran di dekat meja Mereka.
"iya.... sepertinya ada rapat.."
"ya udah yuk udah sore.. nanti Kemalaman sampai panti" tambah Almeera karna Dilara juga harus kembali ke panti.
Almeera dan Dilara pun pulang menuju rumah Almeera, karna kebetulan motor yang di pakai Dilara di tinggal di rumah Almeera.
Saat Almeera sudah di depan pintu keluar Gibran menoleh ke arah nya dengan ekspresi datar.
"Pak Gibran apa ada yang di tunggu??" ujar Nadira rekan bisnisnya
"oh tidak... hanya sekedar melihat sekeliling saja, mari kita lanjut..."
__ADS_1
Almeera pun segera melajukan mobil nya, tiba-tiba langit mendung membuat Almeera menambah kecepatan mobil nya.
"kita yang keasikan sampai gak tahu kalau lagi mendung atau memang baru mendung ya...??" tanya Dilara sambil melihat langit dari kaca depan
"kayak nya baru dech... yakin mau balik ke pantai...??"
"kita lihat nanti gimana baik nya aja.." balas Dilara
Mereka pun sampai di rumah, ada Abi dan Umma yang sudah menunggu, ada Azzam juga, tapi di dalam.
"Assalamualaikum..." salam Almeera dan Dilara bersama
"waallaikumusallam..."
"Abi, Umma, Lara pamit dulu ya, takut keburu hujan..."
"Di antar aja gimana?? mendung nya gelap banget loh..." Abi menawarkan
"gak apa-apa Bi.. ada mantel, nanti berhenti jika tidak memungkinkan.."
"biar di antar sama Azzam dan Almeera aja.." ujar Umma
"nginep aja gimana?? mendung nya gelap banget tuch Bi.. bawa mobil dalam keadaan hujan deras juga bahaya kan.." ujar Almeera
Belum pun membuat keputusan hujan tiba-tiba seakan di tumpahkan, dan kini mereka sudah berada di dalam rumah.
"benar kata Meera nginep aja, nanti Bu panti biar Umma yang hubungin.."
"sudah mau magrib, bawa Dilara ke kamar bersiap sholat berjamaah" ujar Abi
Dilara mau tidak mau pun menginap, ada rasa segan, karna bagaimanapun ada Azzam, sekalipun ada Almeera, Abi dan juga Umma.
Mereka Melaksanakan sholat berjamaah sebagaimana biasa nya. Dilara lebih banyak di kamar, memeriksa tugas kuliahnya, untuk persiapan skripsi nya.
🌠🌠🌠
Lanjut...???
Jazaakumullah khairon untuk semua dukungan nya, dalam bentuk apapun itu.,🥰
__ADS_1
Like, Komen, Vote, Gift , Tips...
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an