
Kini Almeera sudah dalam perjalanan menuju rumah Gibran, walau berat , baik Umma maupun Almeera, tapi saat sudah menikah rumah suami adalah rumah nya, tempat nya tinggal dan tempat nya pulang.
Suasana mobil diam tak ada suara sedikitpun dari dua insan ini, bahkan setelah sampai di sebuah rumah dengan cat putih.
"sudah sampai..." ujar Gibran singkat sambil membuka pintu mobil, lalu menuju bagasi mobil nya, mengeluarkan dua koper besar dan satu ransel kecil
"pak Yusep, tolong bantu bawakan koper nya ke dalam ya" ujar Gibran ke pak Yusep sang penjaga rumah
Kedatangan mereka di sambut oleh Soraya, Soraya langsung memeluk sang kakak ipar saat pintu terbuka.
"welcome..." Almeera hanya membalas dengan senyuman
"yuk Raya antar ke kamar.." tarik Soraya dan Gibran hanya diam membisu
"gimana kamar nya kak..??" tanya Soraya saat mereka sudah sampai di kamar
"non ini kopernya..." ujar pak Yusep
"taruh saja pak, terimakasih.." balas Almeera
"Mas Gibran itu suka nya suasana putih kak, jadi semua serba putih.."
"suka kok, warna putih ini membuat ruangan lebih terlihat luas dan bersih.." balas Almeera
"kakak istirahat aja, pakaian nanti bibik yang nyusun nya, sebentar lagi kan magrib.."
"gak papa, biar kakak aja yang nyusun, oh ya biasa kalau mau sholat berjamaah dimana??"
"ada kak, tuh di ruangan paling pinggir, masih di lantai dua juga.."
"oh ya sudah, nanti mau sholat berjamaah??"
"Raya lagi libur kak...hehehe"
"oh ya udah...bareng mas Gibran aja kalau gak sholat ke masjid" balas Almeera
"ya udah kak, Raya ke kamar dulu ya.. nanti selesai sholat langsung ke bawah aja.." Almeera membalas dengan anggukan
Tak lama setelah Soraya turun Gibran pun masuk.. lagi dan lagi mata nya terpaku pada gadis cantik yang sedang membongkar isi koper.
__ADS_1
"pakaian saya biar bibik aja yang nyusun" ujar Gibran setelah beberapa saat menikmati pemandangan indah di hadapan nya
"biar Meera aja mas, mas sholat di masjid apa di rumah..??"
"di rumah..." balas Gibran sembari beranjak ke kamar mandi, karna pulang dari kantor tadi dia langsung menjemput Almeera dan tidak menyempatkan untuk mandi terlebih dahulu di rumah Abi.
Sholat magrib berjamaah pun mereka jalani, pemandangan indah layaknya pasangan suami-istri, tak ada cacat sedikitpun, Soraya yang melihat semua itu ikut bahagia.
"sejak mama meninggal mas selalu menutup diri, menyibukkan diri dengan sejuta urusan kantor, semoga kehadiran kak Almeera bisa mengembalikan mas Raya yang seperti dulu" batin Soraya
Mereka sudah ada di meja makan, jika biasanya hanya Gibran seorang diri karna Soraya tinggal di asrama kampus, kini sudah ada yang menemani.
"mas, besok Raya udah balik ke asrama ya.." ujar Soraya saat selesai makan
"kok cepat??"
"iya kan raya gak bisa ambil libur lama-lama mas..."
"ya sudah besok biar di antar Bimo..."
"kak.. kalau mas Gibran jutek, jutekin balik aja kak...biar dia tahu rasa nya di jutekin" ujar Soraya sambil menggenggam tangan Almeera
"dan buat mas,. istri cantik, baik, Sholeha jangan di sia-sia kan, nanti berabe kalau sempat kabur..." tambah Soraya sambil mengedipkan mata nya
🍃🍃🍃
Tepat jam dua malam Almeera terbangun, di lihat sekeliling tidak nampak sang suami, di sofa juga tidak ada. Digulung nya rambut panjangnya yang hitam lalu di pakainya hijab instan nya, dibuka nya kamar mandi, tapi kosong.
"Saya ada kerjaan, kamu tidur saja duluan.." sebuah kata yang sempat Gibran ucapkan tadi malam sebelum keluar dari kamar.
"apa selalu lembur setiap malam...??" guman Almeera
Almeera pun membuka pintu kamar nya, berjalan menuju ruangan yang tadi malam di masuki oleh sang suami, di buka nya perlahan dan benar saja. nampak Gibran yang tidur dalam posisi duduk di kursi nya dengan tangan yang terlipat di depan dada.
"kenapa aku merasa mas Gibran seakan menghindar ya Allah, semoga ini benar-benar karna alasan pekerjaan" batin Almeera sembari menatap sendu ke arang Gibran
Dirapikan nya File yang ada di atas meja kerja Gibran, lalu Almeera kembali keluar Menuju kamar, mengambil wudhu dan menjalankan sholat malam sebagai pemenang hati nya.
"Ya Rabb.. hamba tidak bisa membaca isi hati orang lain, karna hamba sendiri saja terkadang sulit untuk membaca isi hati hamba, engkau lah pemilik isi hari kami seutuhnya, hamba berserah kepada Mu, jika Hati itu lemah maka kuatkan, jika hati itu goyang maka gigihkan, jika hati itu ragu maka yakin kan dan jika hati itu keras maka lembut kan.."
__ADS_1
"hamba tidak tahu apa kesalahan hamba ya Allah, jika ada yang salah mohon bimbingan nya ya Allah.. karna sejati nya yang baik itu datangnya dari Engkau ya Allah, sedangkan kebutuhan itu dari diri kami sendiri"
Setelah bermunajat kepada Allah mata nya seakan ingin cepat terlelap. dan sajadah ada tempat ternyaman nya.
Adzan subuh berkumandang,. Gibran terbangun dan terheran-heran saat melihat file nya rapi tersusun, sedikit sempoyongan Karna kesadaran nya belum sepenuhnya terkupul, menuju kamar, dan saat masuk ke kamar tak nampak Almeera, kamar mandi tak ada suara.
Dibukanya tapi kosong.. Gibran bingung tapi saat menuju ke sisi ranjang satu nya lagi betapa kaget nya dia, nampak Almeera yang sedang tidur di atas sajadah masih lengkap dengan mukenah nya.
"Apa dia yang merapikan file, berarti dia tahu aku tidur di ruang kerja" guman Gibran, karna Adzan sudah berkumandang Gibran pun membangunkan Almeera.
"udah adzan..bangun" ujar Gibran sembari membangunkan Almeera dan itu membuat Almeera mengucek mata nya memulihkan kesadaran nya
Seperti rasa kantuk masih menyelimuti, Almeera sedikit menguap tapi dengan cepat dia tutup mulut nya.
"saya mau wudhu duluan..." ujar Gibran, dan saat selesai wudhu Tampa menunggu Almeera Gibran langsung menjalankan sholat subuh.
saat baru keluar dari kamar mandi Almeera yang melihat Gibran sedang mengucapkan salam hanya bisa pasrah,. ternyata dia di tinggal.
Dibuangnya napas perlahan, lalu beranjak Menuju tempat sholat dan menjalankan sholat subuh sendirian.
Ada rasa kesal tapi tiada guna, lebih baik perbanyak istighfar dan sholawat untuk menyejukkan hati dan pikirannya.
"Di garasi ada mobil yang sudah saya siapkan jika kamu mau pergi kerja, dan kunci ada di laci nakas no dua" ujar Gibran tiba-tiba saat Almeera baru selesai melipat mukenah nya
"nanti Meera ambil mobil yang dirumah Abi saja.."
"yang di rumah Abi biarkan aja.. "
"Meera belum ke butik, masih sempat untuk ambil mobil Meera..."
"kamu gak dengar tadi saya bilang apa?? saya gak terima bantahan" balas Gibran dengan nada sedikit kesal
"astagfirullah..." lirih Almeera,
🍃🍃🍃
Lanjut...???
Jazaakumullah khairon untuk semua dukungan nya, dalam bentuk apapun itu.,🥰
__ADS_1
Like, Komen, Vote, Gift , Tips...
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an