
Di kucek nya mata nya berkali-kali, tak percaya akan apa yang dia lihat, bantal yang selalu kosong, setiap dia terbangun matanya mencari seseorang, tapi kali ini sosok itu sedang tertidur lelap di samping nya.
Ditatapnya lekat wajah itu, ingin tangan itu menyentuh jenggot tipis yang tumbuh di area pipi dan dagu nya. tapi baru akan menyentuhnya, di tarik nya kembali tangan nya.
"Umma boleh tanya, gimana perasaan Meera ke Gibran...??" Almeera teringat akan pertama Umma kemarin malam.
Cinta?? seperti kata itu terlalu cepat, di tambah mengetahui niat Gibran menikahi nya,. tapi tak di pungkiri Almeera sedang berusaha menjadi istri yang baik dan memperbaiki semua nya.
"Ya Allah.. bantu hamba meluruskan semua nya, lunaknya hati suami hamba, aamiin" doa nya dalam hati
Terdengar suara tilawah dari masjid, menandakan waktu subuh akan segera tiba, Gibran mengeliat kecil, membuat Almeera malah memejamkan mata nya kembali.
Kali ini manik Gibran yang bersinar melihat sosok wanita nya yang nampak terpejam. Tampa di sadari tangan nya mengelus pipi Almeera.
"Maaf... Maaf belum bisa menjadi suami yang baik,.maaf belum bisa menjadi suami sepenuhnya, maaf telah menyakitimu, aku butuh waktu..semoga kamu bersedia bersabar untuk semua proses yang sedang aku jalani saat ini" lirih nya masih dengan terus mengelus pipi Almeera
Gibran tidak sadar ucapan nya itu masih mampu Almeera dengar, tapi Almeera masih memilih untuk terpejam. Gibran pun beranjak menuju kamar mandi. dan saat Gibran sudah masuk ke kamar mandi, Almeera mengelus-elus dadanya, seakan mau coplok.
Almeera masih pada posisi nya, masih pura-pura terlelap, pura-pura tidak tahu bahwa sang suami tidur di ranjang bukan di sofa. Gibran keluar dari kamar mandi sudah dengan baju Koko nya.
"Meer, bangun udah subuh saya mau ke masjid bareng Abi dan yang lain" ujar Gibran sambil mengalungkan sarung di leher nya, sedangkan Almeera masih melanjutkan aktingnya, beda nya kali ini dia akting pura-pura baru bangun.
Gibran keluar Tampa menoleh ke Almeera, dan Almeera menatap punggung Gibran yang sudah keluar dari kamar, senyum sumringah terbit di bibir nya.
"aku yakin kamu orang yang baik mas, hanya kesalahan masa lalu yang membuat kamu seperti ini.." guman nya sambil beranjak ke kamar mandi.
🍃🍃🍃
"Jadi hari ini kalian udah pada balik ke butik" tanya Umma
"iya Umma.." balas Almeera dan Dilara bersama
"jadi kalian balik ke rumah dulu atau langsung ke tempat kerja masing-masing??" tanya Aki setelah selesai menyeruput susu hangatnya.
"balik ke rumah dulu Ki....semua keperluan pekerja ada di rumah.." jawab Gibran
Almeera menyajikan roti bakar selai kacang sebagai sarapan Gibran pagi ini..karna di rumah Umma saat pagi memang sangat jarang ada makanan karbohidrat tinggi.
"jadi kalau sarapan di rumah gimana ini??" tanya Uti
"Meera tetap masakin sarapan buat mas Gibran kok Uti sesuai kebiasaan mas Gibran, dan Meera juga siapkan sarapan Meera seperti biasa" jawab Almeera
"dua selera dan kebiasaan yang berbeda jauh ya... tapi jangan jadikan itu rintangan" nasihat Aki
__ADS_1
"Abi sama Umma juga gitu,. Umma itu suka pedas, sedangkan Abi gak terbiasa makan pedas, berjalan nya waktu semua saling mengimbangi" ujar Abi yang baru bergabung di meja makan, mengambil mengambil posisi duduk, lalu meneguk susu hangatnya.
Jam sembilan pagi ini Almeera sudah berada di rumah, sudah siap dengan semua perlengkapan dinas nya, Begitupun Gibran.
"mau bawa mobil atau saya antar...??"
"Meera gak biasa bawa mobil seperti itu, naik taxi online aja"
"semua cara mengoperasikan sama kok, kamu bisa pilih mau matic atau manual"
"besok aja deh, hari ini naik taxi aja"
"kamu mau ke butik atau ke Sky??"
"ke dua-duanya... tapi mungkin agak siang ke Sky nya"
"kalau gitu saya antar..."
"bolak-balik..."
"pilihan cuma dua, antar atau bawa mobil sendiri.." ujar Gibran penuh penekanan
"huuftt... ok antar" balas Almeera pasrah
"butuh uang jajan, nanti saya transfer, kirimkan nomer rekening nanti" ujar Gibran, Tampa menoleh ke Almeera, tidak paham akan maksud dari Almeera
"Astagfirullah mas... Meera buka anak sekolah yang setiap pergi sekolah pakai minta uang jajan..." sambil menepuk jidat nya
"Meera mau Salim...alias pamitan" tambah Almeera, dan itu membuat Gibran memutar kepalanya menghadap Almeera
"mas Gibran lama...." ujar Almeera melihat ekspresi Gibran lalu meraih tangan kanan Gibran yang masih di stir mobil lalu mencium nya.
"Assalamualaikum..." salam Almeera sambil membuka pintu mobil
"Mas hati-hati kerjaan, jangan lupa makan dan sholat nya..." tambah Almeera sebelum keluar dari mobil.
Gibran bukan menjawab malah termenung dengan tingkah Almeera pagi ini.
"Waallaikumusallam..." lirih nya saat Almeera sudah masuk ke butik, lalu menarik nafas dan di buangan perlahan, menstabilkan detak jantung, baru melajukan mobil nya menuju SkY
Almeera sebenarnya masih di pintu butik melihat kepergian mobil Gibran.
"Ya Allah, hamba percaya Engkau punya rencana kenapa hamba bisa menerima lamaran itu dan kini hamba sudah menjadi istri nya.. kuatkan hamba, sabarkan hamba, apa yang mas Gibran ucapkan pagi ini membuat hamba yakin akan hubungan ini, walau sebenarnya ada rasa sakit yang hamba rasakan..." lirih nya
__ADS_1
"cie.. yang di antar Misua... di tatap terus" goda Dea
"bisa aja....kerja..kerja....kak Dilara udah datang??"
"udah kak,.sedang ke bagian produksi"
Almeera pun menuju ruangannya setelah sekedar bertegur sapa dengan pegawai yang sudah satu pekan ini dia tinggal.
Memulai rutinitas seperti biasa,.laporan, coretan desain dengan pensil-pensil nya pun siap beraksi.
Sedangkan Gibran pun sudah sampai di SkY, kedatangan di sapa oleh beberapa pegawai yang melintas. langsung menuju ruangan nya karna sudah di tunggu Bimo, agenda meeting yang seharusnya jam 9 tadi harus dia undur.
"cie....mulai telat karna istri nich ceritanya..." goda Bimo saat Gibran sudah sampai di ruangan.
"gak usah banyak bacot.. gue potong gaji mau...??" ancam Gibran
"jadi jam berapa meeting nya??" tanya Gibran
"jam sebelas ini bos... semua berkas udah siap, kali ini ada beberapa calon suplemen yang mau mengajukan produk nya..."
"atur aja, nanti kita minta presentasi mereka"
"ok... oh ya Gimana kabar Almeera??"
"Lo mau gue masukin ke Sumur nanyak-nanyak kabar istri orang...??"
"hahaha... cemburu bos,.santai bos, gue takut aja Lo kasarin dia..."
"Lo kira gue apaan ngasarin perempuan"
"udah sayang nich ceritanya..." goda Bimo
"urus aja kerjaan Lo.." balas Gibran
🍃🍃🍃
Afwan kmren ada kunjungan di luar, pulang-pulang mata nya ngantuk banget, udah coba buat lanjut untuk up.. ternyata mata nya gak bisa di ajak kompromi...🤭🤭😴
Lanjut... kita Lanjut???🤭
Jazaakumullah khairon untuk semua dukungan nya, dalam bentuk apapun itu.,🥰
Like, Komen, Vote, Gift , Tips...
__ADS_1
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an