
Almeera sudah memberitahu kepada Abi dan Umma, bahwa hari ini dia akan memberikan jawaban atas khitbah Gibran untuk nya.
Seperti yang di utarakan Almeera sebelumnya bahwa Gibran akan datang bada Ashar. Gibran dan Bimo pun sedang dalam perjalanan menuju kediaman Abi Alvian.
"Lo udah siap di tolak kan..??" Goda Bimo, kali ini dia menemani sang sahabat.
"Lo bisa gak yang keluar dari tu mulut yang baik-baik..."
"Hahaha... Kita harus persiapkan kemungkinan terburuk bos.. jadi jika tak sesuai harapan udah siap"
Gibran memilih untuk tak menjawab, hati nya sudah tak karuan di tambah lagi ucapan Bimo membuat nya semakin tak karuan.
Almeera dan Umma baru selesai melaksanakan sholat Ashar di mushola rumah, Abi dan Azzam pun baru pulang dari masjid kompleks.
"Boleh tahu gak dek jawaban nya?? Bocoran dikit??" Tanya Azzam
"Meera mau naik ke atas dulu..." Balas Almeera Tampa menjawab pertanyaan Azzam
Tak lama kemudia terdengar di ketukan pintu.
Tok..tok..tok
"Assalamualaikum..." Salam Gibran dan Bimo
"Waallaikumusallam" jawab bibik sambil berjalan mendekat ke pintu, lalu membuka nya
"Silahkan masuk..." Ujar bibik mempersilahkan masuk
"Terimakasih bik..." Balas Gibran ramah dan mereka pun langsung duduk di kursi tamu, Azzam yang baru dari ruang tengah pun juga langsung menuju ruang tamu.
Azzam pun menyapa Gibran dan Bimo dan ikut bergabung duduk di ruang tamu.
"Abi dan yang lain sedang di atas, tunggu sebentar ya..."
"dr. Azzam gak dinas..??" Tanya Bimo
"Sudah pulang... Ambil jam siang aja hari ini"
Saat mereka sedang asik ngobrol Abi, Umma dan Almeera pun datang bersamaan, dan ikut duduk di sofa, beda nya Almeera membawa senampan minuman dan kue.
"Silahkan di minum dulu..." Ujar Umma, Gibran dan Bimo menjawab dengan anggukan
"Di cicip kue nya, ini asli Almeera loh yang buat..." Ujar Azzam
__ADS_1
"Iya.. ayo di cicip.." ujar Abi dan Almeera hanya diam duduk di samping sang Umma
Bimo pun dengan semangat mencicip kue yang di buat oleh Almeera.
"Ternyata selain jago desain Bu Almeera jago buat kue ya.. enak kue nya" puji Bimo
"Uti nya kan punya toko bakery, jadi sebagai cucu kalau gak bisa mewarisi keahlian Uti dipertanyakan Donk.." balas Abi
"Uti...??" Tanya Gibran heran dengan nama Uti yang di sebut oleh Abi
"Uti itu Eyang Putri alias Nenek..." Balas Abi menjawab keheranan Gibran
Cukup lama mereka berbincang santai di luar pokok pembahasan, Bimo yang lebih banyak bicara..tak jarang sindiran-sindiran kecil di sematkan Bimo di setiap perbincangan mereka.
"Sahabat saya ini Bi kalau soal wanita rada minum ilmu nya..." Membuat Gibran menyikut pundak Bimo
"Abi pun dulu gitu, Umma itu wanita ke dua setelah Bunda.." balas Abi sembari sedikit terkekeh mengingat bagaimana dulu selalu membeku setiap berhadapan dengan Umma
"Serius Bi...??" tanya Bimo
"kayak nya pembahasan kita keluar dari jalur, gimana kalau kita kembali ke pembahasan pokok aja dulu.." ujar Abi
Semua yang ada di ruangan pun menganggukan kepala.
"Seorang lelaki boleh melihat wajah wanita yang akan dilamarnya, disebut denganย nadzar. Yakni saat sang lelaki melihat wajah dari calon wanita yang dia khitbah, nak Gibran berhak untuk itu untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya"
"maksud saya bukan tidak ingin melihat, tapi saya ingin melihat di saat memang sudah sah.." ujar Gibran tak lama kemudian, tak ingin ada pemikiran yang tidak-tidak.
Abi tersenyum...."itu hak kamu, nadzar di lakukan dengan persetujuan dua belah pihak, ini dilakukan agar menghindari kekecewaan pasangan nanti nya, tapi jika nak Gibran tidak mempermasalahkan nya, maka itu tidak jadi masalah jika tidak ingin di lakukan"
"Dan untuk kamu sendiri gimana sayang, apa jawaban atas Khitbah nak Gibran??" tanya Abi ke arah Almeera
Almeera membuang napas nya panjang, semua yang ada di ruangan mulai dag Dig Dug menanti jawaban dari Almeera
"Bismillahirrahmanirrahim... sejujurnya Almeera sendiri bingung harus menjawab apa, seperti yang Abi tahu, hari-hari Almeera, Almeera habiskan untuk sekolah dan sekolah yang Almeera pilih jauh dari lingkungan Ikhwan, saat pulang ke Indonesia Almeera habiskan waktu di butik dan pondok, jika di bahas Asmara Almeera nol besar tentang semua ini Bi.."
Umma mengelus punggung Almeera dengan lembut..
"Almeera beristikharah berkali-kali , dan dengan menyebut nama Allah, mengharapkan kebaikan keridhoan dari Allah.. apa yang menjadi jawaban Almeera nanti nya itu adalah ketentuan dari Allah... Almeera memohon keridhoan Abi dan Umma juga, apapun jawaban Almeera, Abi dan Umma pun meridhoi nya" sembari menatap Abi dan Umma bergantian
"Apapun Jawan dari Putri Abi ini, In Sya Allah Abi dan Umma meridhoi, ya kan Umma??" balas Abi dengan melihat ke arah Umma dan Umma menjawab dengan Anggukan
Gibran hanya terdiam, tak mempu bersuara, karna dia pun sendiri bingung harus berkata apa.. kata-kata apa yang bisa dia ucapkan untuk meyakinkan Almeera dia tak tahu itu, karna hati dan pikiran memang belum sejalan, tapi ada dorongan besar yang membuatnya ingin menikahi Almeera.
__ADS_1
"Gibran sendiri ada yang mau di sampaikan??" tanya Azzam
Gibran menggeleng "apapun jawab nya, In Syaa Allah saya akan menerima nya" ujar Gibran dengan sedikit berat, karna dia sebenarnya sangat takut di tolak.
"Bismillah.. Almeera Terima Khitbah dari pak Gibran..." ujar Almeera sembari tertunduk
"ya Allah... semoga ini jalan yang engkau ridhoi" doa Almeera di dalam hati setelah memberikan jawaban itu
Gibran langsung mengangkat kepalanya tak percaya,. sedangkan Almeera sedang berada dalam pelukan Abi dan Umma
"Alhamdulillah.. " ucapan syukur di menit berikutnya
Bimo merangkul Gibran, jujur ada ke khawatiran akan semua yang akan terjadi kemudian, tapi dia hanya bisa berdoa, niat Gibran tulus terhadap Almeera
"Kalau begitu resmi ya khitbah nak Gibran kamu Terima ya sayang...??" tanya Abi meyakinkan lagi, dan Almeera menjawab dengan anggukan
"kalau boleh Azzam kasih ide, gimana kalau caranya barengan aja.." ujar Azzam
"barengan, maksud nya??" tanya Bimo kepo
"iya, Alhamdulillah Azzam juga baru di terima khitbah nya, jika nak Gibran tidak keberatan acara kita adakan bersama saja gimana??" tanya Abi
"Gibran manut Aja Bi... tapi kira-kira kapan bi...??"
"sekitar dua bulan lagi....kalau Meera sendiri gimana??" Abi melihat ke arah Almeera
"Meera manut saja Bi..."
karna waktu magrib pun sudah dekat, Abi mengajak mereka sholat berjamaah di masjid komplek,.lalu Mereka makan malam bersama,.Abi memberikan sedikit wejangan,. walaupun lamaran ini sudah di terima, tetap tidak di benarkan bertemu hanya berdua.
ada batas-batasan untuk mereka berdua, dan Abi menyampaikan itu setelah mereka selesai makan malam.
๐๐๐
Afwan...๐๐๐ญ
beberapa hari ini gak bisa Up, ada kesibukan yang gak bisa di tinggal..
Kemaren saya baru selesai belajar, jadi harus benar-benar fokus, untuk mendirikan Rumah Sehat itu memang harus terus Belajar.
Semoga Gak bosen yang nunggu UP nya..
__ADS_1
Dan Jazaakumullah khairon yang sudah selalu setia dan selalu mendukung..๐๐ฅฐ
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an