Keteguhan Almeera

Keteguhan Almeera
Memperkenalkan Diri


__ADS_3

Gibran duduk di kursi nya, sang asisten membuka suara, memperkenalkan Gibran dan juga meminta Beberapa calon supplier untuk memukai prestasi nya.


Mata Gibran tak beralih dari sosok Wanita bercadar itu, dialah Almeera. Sebenarnya Almeera menyadari tatapan Gibran, tapi Almeera berusaha rileks.


Dan kini tiba giliran Almeera memulai presentasi nya.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..."


"waallaikumusallam warahmatullahi wabarakatuh..."


"perkenalkan nama saya Almeera Az-Zahra Alfianisya, selaku pengelola FaZah Butik.."


"Almeera Az-Zahra Alfianisya, jadi benar dia anak dari Dr. Alvian..." batin Gibran


Almeera memulai prestasi, menyampaikan visi misi nya.


"Dari sekian banyak calon Supplier, Harga yang Ibu Almeera tawaran cukup menggiurkan, apa saya bisa percayakan kwalitas kain, serat hasil jahitannya baik..???" tanya Gibran tiba-tiba


"FaZah Butik sudah terjamin kwalitasnya nya dari puluhan tahun lalu, mulai dari bahan hingga hasil jahitan, kami memiliki toko sendiri yang bergerak di bidang Tekstil, dan kami memiliki penjahit sendiri.."


"Jika soal harga, Umma Fatimah Az-zahra selaku pemilih dari FaZah Butik memang sudah menerapkan sendiri, dalam berdakwah itu banyak cara, termasuk menyediakan pakaian muslimah dengan kualitas baik tapi harga dapat di jangkau semua kalangan" tambah Almeera


Bimo tersenyum..."kamu memang harus memilih dia, bukan karna niat yang tidak aku ketahui, tapi memang dia pantas untuk di pilih" bisik Bimo dengan senyum mengembang, sedangkan Gibran hanya diam.


Dua jam berlalu, rapat berakhir sebelum sholat Dzuhur, FaZah Butik dan Bunda Hijab menjadi pilihan yang akan bekerjasama dengan Sky Mall.


"Kalau begitu kami permisi duluan pak Bimo.." ujar Almeera, kebetulan Gibran sedang menerima telfon.


"Silahkan Bu Almeera dan Bu Bella, kalau mau sholat disini ada mushola juga.."


"kami Sholat di masjid luar saja pak.. permisi Assalamualaikum..."


"waalaikumusalam..." Jawab Bimo, dan saat Almeera menghilangkan di balik pintu, Gibran berbalik, mata nya mencari sesuatu


"nyari apa..??" Gibran hanya diam


"Almeera...??" Gibran masih diam


"Lo tu aneh, gue gak tahu tujuan Lo apa, tapi yang pasti mereka memang pantas kita ajak bekerja sama.."


"sok tahu, gue mau keluar dulu..." balas nya sambil berlalu


🍃🍃🍃


Sesuai yang di jadwalkan, kini Almeera sudah berada di kios yang di sediakan oleh pihak Sky Mall, bahkan sudah di desain, Rak bahkan patung untuk model pakaian nya sudah tersedia.


Almeera dan rekan nya, mulai merapikan produk-produk yang mereka jual, mulai dari pakaian muslim wanita, pria hingga anak-anak. Almeera tak sadar bahwa ada seseorang yang sedang menatapnya sedari tadi, jaraknya cukup jauh, tapi masih bisa dia lihat.

__ADS_1


"Kenapa gak di samperin aja...??" ujar Bimo sambil menepuk pundak Gibran


"yang sopan,ini masih jam kerja" sinis Gibran


"gue ngomong bukan sebagai bawahan Lo, tapi sebagian teman.. Lo tu aneh, cari info tentang dia, tiba-tiba meminta dia jadi supplier, trus besok apa?? Lo minta dia jadi istri Lo...??"


"bisa jadi..." jawab nya datar


"Gila Lo Bran... jangan-jangan selama ini Lo jadi paparazi nya dia..."


"bukan paparazi, tapi penguntit..." balas Ren yang entah dari mana datang nya


"terserah kalian..." balas Gibran lalu masuk ke ruangan nya


"Jujur dech sama gue Ren.. apa ini ada hubungannya sama om Manggala??" tanya Bimo saat Gibran sudah pergi


"tanya sendiri aja, gue udah cukup pusing sama kemauan dia..."


"Ren.. jujur kalau niatan dia buruk sama Almeera gue gak terima Ren... dia wanita baik-baik Ren..."


"Aduh Bimo, lo jelaskan aja sama dia, tugas Gue selesai.. sisa nya urusan dia.."


Dua sahabat itu asik dengan obrolannya, Tampa mereka sadari Gibran sudah berdiri di depan butik Almeera.


"Pak Gibran ada yang bisa saya bantu..??" sapa salah satu pegawai Mall


Almeera nampak sangat cekatan, pakaian yang serba besar, mulai dari baju hingga hijab sama sekali tidak membuat kesulitan. menata pakaian sesuai kategori, memakaikan patung dengan gamis hasil rancangan.


Tertata apik di steling kaca, membuat yang melihat pasti akan terpikat. Tampa sengaja dua pasang mata itu beradu, tapi dengan cepat Almeera menundukkan kepalanya, menganggukan kepala sebagai sapaan untuk Gibran dengan senyum di balik cadar nya...


Hati Gibran bukan tak berdesir, tapi hati dan pikiran tak sama, ada sesuatu yang dia tahan dan di sembunyikan.


🍃🍃🍃


Di RSH seperti biasa Azzam sibuk dengan pasien-pasien nya, dan saat kembali dari ruang rawat pasien, tidak sengaja Azzam berpasangan dengan petugas kebersihan yang hampir terjatuh karena tidak sengaja di tabrak oleh salah satu perawat.


"Astaghfirullah..."


"Ya Allah kak, maaf saya gak sengaja buru-buru mau antar obat untuk pasien di UGD..."


"Gak apa-apa Sus, lanjut saja ,biar saya yang bereskan..." balas Nya


Seorang gadis dengan seragam bagian kebersihannya, berjongkok memungut sampah yang terjatuh ke lantai.


Azzam tiba-tiba menghampiri nya, lalu membantu nya.


"Biar saya saja dok.." ujar Dilara

__ADS_1


"gak apa-apa biar saya bantu..." balas Azzam sambil mengumpulkan sampah yang agak jauh, lalu memasuki ke dalam plastik sampah.


"terimakasih dok..." ujar Dilara masih dengan menunduk


"sama-sama.... kalau gitu saya permisi.." Dilara menjawab dengan anggukan


Dilara Salsabila Seorang Mahasiswi jurusan Akuntansi, yang mengambil sesi kuliah karyawan, jadi Senin sampai Jumat bekerja di RSH sebagai OG (Office Girl).


Azzam pun masuk ke ruangan nya, lalu kembalikan memeriksa berkas pasien..


"Sus, masih ada pasien yang harus di periksa..??"


"belum ada Dok, dokter mau keluar??"


"dokter pengganti sudah masuk belum...??"


"bias jam 3 sudah datang dok, ini sudah mau ashar"


"kalau begitu saya mau ke ruangan Abi dulu, jika ada yang mendesak dan dokter sif malam belum datang, segera hubungi saya ya"


"baik dok..." Azzam pun keluar dari ruangannya Menuju ruangan sang Abi di ruang sang Abi tak lupa Azzam mengetuk Pintu lalu mengucapkan salam.


"Abi pulang jam berapa??" tanya Azzam saat sudah ada di depan sang Abi


"Abi ada Operasi Zam,. mungkin agak telat, ayah Hafidz lagi keluar kota, kenapa...??"


"kan Azzam berangkatnya tadi bareng Abi..."


"oh iya Abi lupa...hehehe..., kalau kamu mau pulang duluan gak apa-apa, bawa aja, nanti Abi kabarin..."


"ya sudah kalau gitu, nanti Abi langsung telfon Azzam ya pas mau pulang"


"siiap..."


Azzam pun keluar dari ruangan sang Abi dan bergegas menuju parkiran, tapi sebelum sudah kembali ke ruangan untuk mengambil kunci mobil dan tas nya. melakukan mobil nya untuk segera sampai di rumah.


🍃🍃🍃


Lanjut???


Sebelum lanjut sekali lagi saya sampaikan,ini hanya hasil coretan saya, yang mungkin suka gak nyambung, atau suka gak tepat.. seperti tempat yang mungkin kadang tak sama dengan di dunia nyata.


Harap di maklumi, apalagi saya hanyalah seorang penulis amatir yang masih harus banyak belajar.


Jazaakumullah khairon untuk Dukungan nya..


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an

__ADS_1


__ADS_2