
Namaku HADISTI PUTRI, usiaku 20 tahun
Di usia mudaku,aku hanya bekerja, bekerja dan bekerja untuk membantu orangtuaku dan membiayai kuliahku sendiri.
Aku tinggal di kota Surabaya,keseharianku bekerja di salah satu Perusahaan WIJAYA, perusahaan besar yang cukup tekenal di kotaku.
" Dari sinilah kisahku di mulai..."
Di suatu pagi aku dan teman-temanku sedang briefing di kantor, dan tiba-tiba entah kenapa perutku sakit, saat akan ke toilet aku tertabrak dengan seorang Pria tinggi, tampan yang membuatku salah tingkah karena berkas-berkas yang dbawa pemuda itu jatuh berceceran.
Aku coba membantu tapi tanganku di tepisnya, dan akupun terkejut dengan sikapnya.
Akupun mulai kesal, ku lempar berkas yang ada di tanganku, kutinggalkan dia begitu saja tanpa berkata apapun.
Beberapa saat setelah kembali dari toilet, untuk kembali briefing, betapa terjekutnya aku melihat seorang pemuda yang ku temui tadi sedang duduk di ujung kursi direksi.
ternyata dia adalah anak dari pemilik PT. WIJAYA CORPORATION, sedari briefing aku menundukkan kepalaku karena teringat kejadian tadi.
Dalam hatiku " Ya Allah kenapa jadi seperti ini, apa ini hari terakhirku bekerja di sini."
Aku terus menggerutu dalam hati, tanpa kusadari sepasang mata menatapku dari tadi yaitu Sang Pemarah tak lain adalah Kusuma Wijaya anak dari pemilik PT. WIJAYA CORPORATION seketika itu sahabatku Erin mengkode diriku dengan menyenggol bahuku, dan akupun reflek berteriak, dan suara bentakan Pak KUSUMA membuat seisi ruang memandangku.
Saat briefing Berakhir semua teman-temanku meninggalkan ruangan, hanya aku dan Pak KUSUMA yang berada di ruangan itu karena perbuatanku tadi yang ceroboh.
__ADS_1
(auto baper lah yaaa)
Hadisti menelan ludah untuk menyikapi pandangan Pak KUSUMA, pandangan yang menusuk mangsanya.
Setelah lama berdiam, Pak KUSUMA pun bertanya nama kepadaku dan dari divisi mana? "Aku menjawab dengan suara pelan HADISTI Pak, dari divisi finance."
Dan kata-kata yang membuatku kaget adalah Beliau memintaku kembali ke meja kerja, dengan setumpuk laporan keuangan tahun lalu yang harus di koreksi dengan laporan keuangan Tahun ini, betapa wajahku berubah seketika, karena pasti akan kerja Lembur malam ini, tanpa ku sadari ada sepasang mata yang melihatku dari ruangan lain dan tersenyum lebar.
Beberapa jam berlalu Akupun mengerjakan tugasku, sampai tak terasa jam makan siang tiba, dan akupun memutuskan ke kantin untuk mengisi perut, alangkah terkejutnya lagi diriku menabrak orang yang sama, tidak lain adalah Pak Kusuma, dan sialnya lagi makanan yang ada di tangan beliau tumpah semua ke ubin.
Akupun menggerutu dalam hati,niat ingin meminta maaf tetapi lagi-lagi sikapnya yang dingin dan angkuh seolah meninggalkanku begitu saja tanpa ada satu katapun.
Hadisti memutuskan untuk kembali ke meja makan yang sudah tersedia, tak lama pesanan makanannya datang.
Aldo bertanya, " Kenapa Disti?"
Hadistipun menjawab "tidak apa-apa Aldo, hanya terkejut saja."
Dan segera Disti putuskan untuk langsung ke ruangan direksi, setelah mengetuk pintu dan ada seorng di sana yang mempersilahkan masuk,kaget dan terkejut bahwa yang duduk disana adalah Pak KUSUMA.
Karena Disti pikir yang di sana pak Wijaya, dengan pandangan mata menusuk beliau berkata sangat Keras ,bahwa aku tidak di perbolehkan untuk berbincang dengan siapapun teman kantor laki-laki di sini.
Disti hanya terdiam, lalu bentakan berikutnya membuatku terpaksa menjawab "Iya Pak."
__ADS_1
Dan beliau menyuruhku kembali ke meja kerjaku, saat di meja kerja aku pun berpikir kenapa Pak KUSUMA seperti itu.
Tak terasa jam pulang kerja pun telah tiba, di saat itulah aku merasakan sedih, karena pekerjaanku belum selesai sambil menggerutu dalam hati.
telepon Disti berbunyi dan Disti mengangkatnya, seolah ada palu di kepalaku, betapa kagetnya aku lagi-lagi si Boss Angkuh ingin aku kw ruangannya.
Disti segera kesana, ruangan sudah sepi dan betapa terkejutnya Disti saat sampai di depan pintu karena Pak KUSUMA tiba-tiba memeluk Disti dari belakang.
dan berbisik Disti, " hanya miliknya." lalu Disti berusaha memberontak tapi apa daya,tenaga samg boss sangat kuat, entah sihir apa yang dia gunakan seolah aku juga terhanyut dalam pelukannya, pelukan yang semakin dalam membuatku seperti di mabuk cinta, tak kusangka tangan kananya menggemgam pinggulku dan tangan kirinya menyentuh tengkuku,lagi-lagi aku merasa tersihir oleh tatapanya dan sebuah ciuman hangat melekat di bibirku.
(author aja nulis sambil senyum lhoo guys 😊😊)
Setelah pergulatan ciuman panjang itu terjadi Distipun tersadar dan melepaskan tanganya,dan ku tanyakan apa yang ada di hati Disti, Pak KUSUMA...Dia mengangkat satu jarinya di bibirku, lalu berkata "panggil aku cukup Kusuma saat kita bersama, okey."
Tapi apa alasannya dengan sikapmu ini,dia menjawab aku menyimpan rasa saat bertemu denganmu pagi tadi, betapa memerahnya pipiku saat tau perkataanya.
Dan Distipun memutuskan kembali ke meja kerjaknya.
Akan tetapi tangan Disti digenggam, lagi-lagi ciuman panas itu terjadi, lalu setelah itu apa yang terjadi....
Guys tunggu updatenya yah,,,
Jangan lupa like dan koment
__ADS_1
Terimakasih 💙💙💙