
Saat mendengar itu Disti hanya Pasrah...
bahkan saat ini riuh wajah kebahagiaan terlihat pada keluarga Ingki.
Di dalam hati Disti (pada saatnya nanti aku akan meninggalkan ini semua dan pergi jauh bersama Aldo dan Aldis)
Moment bahagia itu di rasakan Ingki tetapi tidak dengan Disti, saat acara puncak pun Disti tersenyum tetapi Ingki bisa merasakan Apa yang di rasakan Disti, saat Disti pamit ke kamar mandi, Ingki pun menemani, bahkan Ingki merasa Disti sedang bersedih, badannya bergetar, dan menitihkan airmata, Ingki mengusap airmata Disti, dan memeluknya.
Disti menahan pelukan itu, dia hanya terisak dan berkata " tolong, jangan sakiti Aldo dan buah hatiku ".
Lalu pergi ke kamar mandi, di kamar mandi dia tak dapat menahan airmatanya, menangis dan terduduk, saata sadar akan kondisinya Disti berdiri mengusap airmatanya.
Setelah di depan Ingki 180 derajat berubah, dia begitu penyayang, dan berkata " Aldis akan berada di sampingmu, tidak lama lagi ".
Seketika wajah Disti tersenyum, dan mereka berjalan beriringan ke arah tamu, sesi berdansa pun di mulai dan.......pada saat Disti berdansa dengan Ingki, Aldo datang dengan membawa Aldis.
__ADS_1
Aldo tahu bahwa Disti tidak melakukannya dengan hati, sedikit tersirat cemburu di hatinya, saat Aldo ingin mengucapkan selamat kepada Disti dan memberikan Aldis, Disti menitihkan airmata, dia hanya terdiam.
Ingki hanya melihat dari kejauhan, dan saat Aldo ingin memeluk Disti, para pengawal demgan sigap menahan Aldo, dan Aldo berpamitan.
Disti yang menggendong Aldis, meminta Ingki untuk pulang, hatinya kacau saat ini.
Mama dan Papa Ingki hanya melihat dari kejauhan.
Mereka juga ikut sedih sama seperti Disti tetapi Anak semata wayang memaksa untuk bungkam.
Tak lama di Layar LCD terlihat Aldo sedang bedara si kantor untuk menyelesaikan berkas-berkas dan Ingki hanya berkata " 80 % saham Rahardian adalah milikmu sekarang ".
Ingki mengeluarkan satu berkas yang tertulis " HADISTI PUTRI CORPORATION ", Disti.hanya terpaku melihat berkas itu, Ingki hanya meminta tanda tangan Disti, tak lama setelah menandatngi itu Disti pmit untuk pergi ke kamarnya.
setelah di kamar, Disti menidurkan Aldis, sesekali dia membelai pipi Aldis, Ingki yang melihat dari Pintu hanya tersenyum.
__ADS_1
Sama dengan Disti di awal, dia hanya memainkan Bidak Catur dengan baik, sampai saatnya SKAK MAT, dia akan pergi jauh dati Ingki.
Di lain Pihak Aldo masih rindu dengan sang Istri tercinta, tetapi dia masih harus berjuang untuk mendapatkan kembali keluarganya.
Ingki sedang menelfon seseorang untuk memebeli perlengkapan Aldis, tak lama satu Mobil Pick up datang membawa semua keperluan Aldis, Kamar tamu di sebelah kamae Disti dinkosongkan untuk kamar Aldis, Ingki meminta Design Interior ternama untuk mendekorasi kamar Aldis, seetelah selesai Ingki berniat memberitahukan kepada Disti.
Tetapi di kamar, Disti terlelap dengan Aldis, sangat memgharukan, perlahan Ingki mendekati Disti dan membelai Rambutnya.
Ingki hanya ingin Disti bahagia bersamanya, meskipun ia sadar, perlakuannya sudah menyakiti Disti, setelah itu Ingki meninggalkan mereka berdua dan pergi ke ruang tamu, di ruang tamu Ingki menelfon sang Mama, menanyakan persiapan pernikahannya, tak lama dia pun tertidur.
Setengah jam Tertidur di Sofa, Ingki di kagetkan dengan suara Gaduh di dapur, termyata Disti sedang menyiapkan makan malam, melihat itu ingkin sekali Ingki memeluknya tetapi dia sadar, Disti pasti masih terluka.
To be continue Guys.
🙏🙏🙏💙💙💙
__ADS_1