
Suasana di dalam pesawat sangat tidak nyaman, Kusuma duduk di belakang Adrian dan Disti.
Tampak Keheningan selama Perjalanan, sampai Disti Tertidurpun Adrian sempat mempotret dari samping Wajah cantik Disti.
Melihat itu Kusuma sangat geram melihat hal tersebut.
Sesampainya di Bandara, Disti seakan di kawal oleh kedua pemuda tampan, beserta para bodyguard lainnya.
Tak lama sampai di Perusahaan dan Bertemulah mereka dengan Seseorang yang sangat di kenal Disti bertemu di ruang Meeting.
Harga saham anjlok, karena ada sabotase dari pihak kompetitor.
Diandra Corporation merencanakan semuanya karena sakit hati di ceraikan oleh Kusuma, dan berencana membuat Perusahaan Disti hancur lebur.
Tetapi Adrian sudah antisipasi untuk menyelesaikan semuanya.
Bahkan sebelum Teror menyerang rumah orangtua Disti di Surabaya, Adrian menyiapkan beberapa CCTV yang terdambung di ponselnya dan Pengawal untuk berjaga di rumah.
Ancaman juga terjadi di Perusahaan yang ada di Surabaya, tetapi Disti tak tahu-menahu itu semua, karena Adrian menyembunyikannya dari Disti, dia tak ingin Disti menjadi Stress dan mengganggu kehamilannya.
__ADS_1
Lain dengan Kusuma, dia bersikap manis di hadapan Disti tetapi Disti tidak menggubrisnya sama sekali.
Adrian sudah was-was melihat Kusuma PDKT dengan Disti, meskipun ia adik ipar tetapi entah merasa nyaman dengan Disti.
Meeting berlangsung Satu Jam lebih, Diandra bersihkeras untuk membeli 50% saham Rahardian Grup, tetapi Disti tidak memberikan karena 50% saham adalah atas nama buah hatinya sedangkan sisanya adalah milik mendiang suaminya dan Perusahaan lain yang merger dengan Rahardian Grup.
Adrian hanya bersikap santai menghadapi Diandra, dengan tangan di ankat ke dagu, dia hanya sesekali berbicara untuk mendampingi Disti.
Sedangkan Saham Anjlok karena ada yang sabotase dan itu sedang di selidiki oleh Adrian.
Adrian bersikap tenang karena ia ingin mengumpulkan senjata untuk membungkam mulut Diandra.
Tak lama notifikasi handphone Adrian berbunyi dan menunjukkan foto-foto dan file Adrian membayar anak perusahaan kecil yang mempublikasikan kepalsuan berita tentang Rahardian Grup.
Kusuma pamit menyusul Diandra, sesampai di Lobby Diandra di tampar di hadapan para karyawan lainnya, Kusuma geram dengan sikap Diandra, kemudian Diandra berteriak-teriak agar Kusuma bisa kembali padanya, dan menjelek-jelekan Disti.
Tanpa sengaja Disti mendengar Perkataan Diandra, dia pun menunduk dan menangis.
Adrian cepat meminta Pihak Keamanan untuk membawa Diandra Pergi, dsn langsung menyiapkan mobil untuk Diandra kembali ke hotel.
__ADS_1
Sedangkan Kusuma hanya berdiri menatap kepergian Wanita pujaan hatinya, Kusuma merasa bersalah karena menyia-nyiakan Disti, dia bertekad merebut kembali Disti di sisinya.
Di jalan Disti hanya menghadap ke arah jendela, sembari mengusap airmatanya.
Adrian hanya menenangkan saja, dan menguatkan Disti karena masih ada Janin yang menanti Disti tersenyum.
Adrian juga berkata " Disti, aku tidak akan memaksamu bersamaku, setidaknya biarkan aku menjagamu, karena yang ada di perutmu adalah anak mendiang Kakakku ".
Disti hanya berkata " dulu aku pernah berkata pada seseorang AKU INGIN BAHAGIA, DAN KAU CARILAH BAHAGIAMU, tetapi seseorang itu telah pergi meninggalkanku di saat dia sudah pulih ".
Adrian hanya terdiam, dan dalam batinnya " siapa seseorang yang di maksud Disti ini ".
Sesampainya di Hotel, Adrian tidak mengantar kedalam karena dia beda hotel dengan Disti, dan Disti ingin menenangkn dirinya.
Adrian hanya mengirimkan pesan Bahwa besok ada Meeting dengan Direktur Perusahaan terbesar di Singapura, tetapi tidak memberikan detail jelasnya.
Disti hanya rebahan di sofa sambil Video call dengan sang buah hati.
kira-kira siapa Direktur itu....
__ADS_1
nantikan next update
terimakasihππππππ