
Hari ini adalah hari yang di nanti oleh Hadisti Putri, dari pukul 04.00 shubuh Disti sudah di make up sedemikian cantiknya, bahkan Aldis juga berpakaian seperti Adrian, mereka terlihat sangat sempurna.
Pada Pukul 08.00 kedua mempelai sudah sampai di salah satu Masjid Terbesar di Surabaya.
Tampak Hadir orang nomer satu di Surabaya sebagai saksi pernikahan mereka, tepat pukul 08.30 Adrian menikrarkan Janji,mengucapkan Ijab-kabul kepada Bapak Disti.
Dengan satu tarikan nafas Adrian mengucap Ijab, Disti terlihat berlinang airmata kebahagiaan, bagaimanapun acara Sakral ini adalah moment bahagianya, meskipun untuk yang ketiga kalinya.
Setelah terdengar serentak suara SAH, Disti pun mencium telapak tangan suaminya tersebut, dan Adrian meletakkan tangan di kepala Disti kemudian mendoakan.
Seserahan yang sangat mewah berupa Al-Quran bersampul emas, seperangkat Alat sholat, emas batangan, uang tunai, perhiasan mewah, Tas branded, Mobil mewah, Rumah dan barang mewah lainnya.
Kakek Adrianpun memberikan hadiah khusus untuk kedua mempelai, 2 tiket bulanmadu, serta satu set perhiasan warisan leluhur yang di berikan oleh Kakek untuk Sang cucu menantu tercinta.(pada saat dulu Disti menikah dengan Ingki Kakek juga memberikan hadiah)
Setelah acara selesai rombongan pengantin berganti menuju tempat Resepsi.
Di tempat Resepsi sudah di penuhi tamu Undangan, dan saat berjalan menuju Singgasana terlihat sepintas Aldo sedang duduk seorang diri.
__ADS_1
Disti dan Adrian kemudian melakukan foto keluarga dan para tamu undanganpun bersalaman.
Dari kejauhan Aldo terlihat masih duduk bahkan hanya terdiam.
Kemudian Aldo memberanikan diri naik di panggung untuk menyanyikan lagu " Harusnya aku by Armada "
Para tamu undanganpun melihat Aldo bernyanyi dan hanya terdiam, mengapa di acara bahagia ada lagu sedih.
Setelah Aldo turun lalu duduk kembali, giliran Adrian yang naik untuk menyanyikan lagu " You deserve to be my wife ".
Sembari mengajak Disti bernyanyi dan memeluk Disti, sorak para tamu undangan pun membuat tamu undangan semakin ramai di lanjutkan dengan sesi Dansa bersama.
Sontak Para pengawal utusan Kakek langsung menyeret Aldo keluar dari Gedung.
Kakek berjalan keluar gedung untuk memperingatkan Aldo, apabila mengusik Disti dan keluarganya, Kakek tidak segan-segan membuat Perusahaan Aldo lenyap di peredaran.
Kakek juga menegaskan Bahwa Aldis adalah Cucunya juga, jika Aldo ingin bertemu Aldis, sebaiknya bertemu di luar rumah Disti.
__ADS_1
Kakek berkata demikian karena Aldo juga Ayah dari Aldis, setelah pembicaraan singkat itu Kakekpun pergi ke dalam gedung.
Undangan berkisar ratusan orang tersebut di antaranya adalah kolega Kakek, Adrian beserta Disti.
Sampai acara resepsi selesai Adrian membawa Disti kerumah baru, beserta Aldis,Ibu dan Bapak Disti.
Adrian juga meminta Aldis untuk bersama Disti malam ini, sikap Adrian yang oenyabar inilah yang di sukai Disti.
Adrian juga tidak memaksa Disti untuk melaksanakan kewajibannya, Adrian ingin mencintai Disti dengan tulus.
Entah kenapa malam ini Aldis ingin di timang oleh Adrian, dengan penuh kasih sayang Adrian menimang Aldis, Disti yang melihat pemandangan tersebut pun terharu,dan mereka bertiga pun terlelap.
Bersambung guys
jangan lupa baca novel Biola tak berdawai
Novel Ketika Cinta Datang Dan Pergi akan segera tamat dan di lanjutkan sesi 2.
__ADS_1
terimakasihππππππ