Ketika Cinta Datang Dan Pergi

Ketika Cinta Datang Dan Pergi
BAB 50


__ADS_3

Dengan memasak makanan kesukaan ingki, Disti berharap dia bisa lepas secepatnya dari Ingki, Ingki bersikap 180 derajat berubah, sikap Phsyco nya berkurang, nada bisacanya lebih lembut, bahkan orangtua Ingki memuji Disti yang merubah Ingki menjadi lebih baik.


Ingki duduk di meja makan, lalu meminta Disti untuk duduk juga, dan berkata " tolong maafkan sikapku yang telah menyakitimu, aku sadar telah menyakitimu, namun rubahlah aku seperti manusia dan biarkan aku mencintaimu, mendampingimu untuk membalas kesalahanku ".


Disti masih terdiam lalu menjawab " lakukanlah apa yang kau mau, aku sudah tidak perduli, Aldis ada di sampingku itu saja sudah cukup bagiku ", lalu pergi meninggalkan Ingki sendiri.


Setelah kepergian Disti hati Ingki perih, penolakan terus menerus dia terima, tetapi dia bertekad untuk mendapatkan hati Disti.


Di kamar, Disti sedang memandikan Aldis, baginya Aldis adalah segalanya.


Ingki mengetuk pintu kamar Disti, meminta untuk berbicara, tetapi lagi-lagi sikap Disti menjadi dingin.


Ingki berlutut di hadapan Disti memohon agar dapat pengampunan, dengan meneteskan airmata, Ingki menyesal sekali, melihat itu Disti membangunkan Ingki dan mendudukannya di Sofa, sambil berkata " aku sudah memaafkanmu, tetapi aku tidak bisa membuka hatiku, bahkan jika nyawaku kau minta silahkan ambil, tetapi hatiku tetap milik Aldo ".


Ingki menggenggam tangan Disti, dia menangis dan perih, lagi-lagi penolakan itu terjadi.


Ingki berkata " lalu apa yang bisa aku lakukn untuk menebus kesalahanku Dis, sambil menunduk "


Disti menjawab " temukan orang yang membuatmu bahagia, dan biarkan aku pergi "

__ADS_1


Ingki menjawab " tetapi kamulah orang yang bisa membuatku bahagia "


Disti memotong pembicaraan " aku adalah obsesimu, bukan cintamu "


Disti juga berkata " aku akan coba membuka hati untukmu tetapi jangan sakiti Aldo, kembalikan Aset saham dan Perusahaannya, aku Mau dia bahagia meskipun aku tak di sampingnya ".


Lalu pergi menggending Aldis dan menuju ke ruang tengah, sambil melihat wajah Aldis, Disti berlinang airmata, pikirannya kacau, " akankah sekali lagi dia melepaskan Cintanya ".


Ingki menghampiri Disti memeluknya dan menyandarkan kepalanya di bahu Disti, dsn berkata " Terimakasih ".


Adegan itu tak sengaja di lihat oleh kedua orangtua Ingki.


Bahkan Disti tak melakukan penolakan, jiwanya beku, hatinya hampa.


Ingki berniat mengajak pergi Disti Berbelanja, tetapi Disti ingin pergi piknik ke taman bersama Papa dan Mama Ingki, mendengar itu hatinya tersenyum.


Di taman Aldia tampak bahagia, cahaya menyinari sangat cerah, tetapi tidak bagi Disti, hatinya masih hampa.


Disti bercengkrama dengan Papa Ingki, sedang Aldis di timang oleh Mama Ingki, melihat itu Ingki hanya tersenyum.

__ADS_1


Tak terasa tinggal menghitung hari lagi adalah Hari Pernikahan Ingki dan Disti, bahkan di selenggarakan secara mewah, 3 hari 3 malam di 3 tempat yaitu, Bali, Lombok dan Raja Ampat.


Disti ingin pernikahannya di adakan di Indonesia saja, tetapi Papa Aldo minta di beberapa negara.


Visual Ingki



Visual Disti



Mama dan Papa Ingki sangat bahagia, tetapi Mama Ingki tahu apa yang di rasakan Disti, ia berencana ingin berbincang dengan Disti sepulang dari Piknik.


Tak terasa waktu sudah sore dan Disti meminta Ingki untuk pulang.


Setibanya di rumah, Disti di sambut dengan taburan bunga mawar, dan beberapa Bucket bunga mawar merah di kamar.


Ingki hanya tersenyum melihat Disti tersenyum, kemudian Disti mengucapkan Terimakasih kepada Ingki.

__ADS_1


To Be Continue guys.


🙏🙏🙏💙💙💙


__ADS_2