
Tak lama sampailah Disti di rumah, Disti langsung meminta maaf atas kejadian semuanya, dengan berlinang airmata Mama Ingki pun memeluk Disti.
Mereka berharap apabila Buah hati Ingki lahir bisa berkunjung untuk melihat.
Disti pun mengiyakan permintaan itu, dan Mama meminta Agar nanti Mama yang akan memberikan nama untuknya.
Di balkon Mama, Papa, dan Disti berbincang, Mengenai segala hal, Mama juga berkata Tempat Faforite Ingki adalah Di balkon ini.
Distipun hanya bernafas panjang dan melihat pemandangan.
Setelah berbincang, Mama berpesan untuk menjaga sang buah Hati, Disti pun langsung menuju ke kamar untuk beristirahat.
Di kamar, Terlihat berjajar Foto-foto Ingki pada waktu sekolah sampai Foto pernikahan.
Disti pun merebahkan tubuhnya di tempat tidur, entah mengapa dia tidak bisa memejamkan Mata nya sekalipun, padahal sangat letih.
Sampai shubuh Disti tidak bisa memejamkan mata, hingga akhirnya ia putuskan untuk mandi lalu menunaikan Sholat subuh.
Setelah Sholat entah kenapa Dadanya sakit, ia pun turun ke dapur untuk menyiapkan sarapan.
Jam 06.00 waktu setempat Disti sudah berkemas dan akan siap berangkat menuju bandara.
__ADS_1
Mama dan Papa Aldo pun mengantar kepergian Disti.
Di pintu Boarding Disti melambaikan tangan dan menitihkan airmata, bagaimanapun Mereka juga orangtua Disti.
Malam hari Disti telah tiba Di Indonesia, dan sudah di jemput oleh supir Papa Aldo, sesampai di rumahsakit Disti mempercepat langkahnya menuju ruang ICU, dan....Bagai ada petir di hatinya, bagai badai yang menerjang daratan.
Aldo dinyatakan " KRITIS ", Disti seolah tak bisa menopang badannya.
Dia pun Pingsan, segera Papa memanggil perawat.
Kandungan Disti sangat lemah, Disti dianjurkan banyak beristirahat.
Setelah menanti Disti siuman, pihak Dokter dan keluarga Aldo sepakat untuk Aldo di pindahkan ke rumaksakit yang berada di singapura.
Hanya Papa Aldo yang menemani Aldo di Singapura.
Disti hanya terdiam, dan memutuskan untuk Video Call dengan si buah hati.
Visual Aldis
__ADS_1
Setelah usai Video Call, Disti seolah menerima kejutan Ibu dan keluarganya menjenguk, dan memberondong pertanyaan tentang siapa " ARKANA INGKI RIWANG ".
Disti pun menyandarkan tubuhnya dan bercerita secara perlahan, Sang Ibu kaget kenapa bisa, semua yang terjadi kepada Disti, tetapi Disti tidak memberi kabar.
Disti hanya tersenyum dan menjawab singkat karena Aldo bu, saya harus seperti ini, Disti juga berterus-terang tentang kehamilannya dan kepergian Ingki.
Pelukan hangat sang Ibu seolah membuat hatinya tenang.
Sang Ayah pun berkata " nak, pindah saja di kota surabaya dengan anakmu, kita mulai kehidupan yang baru di sana ".
Disti menolak dengan halus, Ibu-Ayah Disti meminta restumu untuk tinggal di Jakarta dan meneruskan Perusahaan mantan Suamiku.
Dan biarkan Disti menunggu kesembuhan Aldo, Ayah hanya memeluk Disti, entah apa yang di rasakan Disti, dia pasti sangat terpukul atas kejadian semua ini.
Ayah dan Ibu bergantian menunggu Disti sampai pulih barulah mereka pulang ke surabaya.
Aldis sangat pintar tidak rewel, Disti setiap hari mengupayakan agar selalu Video Call kepada buah hatinya tersebut.
Suatu Sore ada kiriman karangan Bunga yang sangat cantik untuk Disti tetapi tidak ada nama pengirimnya.
Dengan hati yang gundah Disti meletakkan begitu saja bunga Tersebut.
__ADS_1
Dari siapakah bunga tersebut...
nantikan Next update yah...