Ketika Cinta Datang Dan Pergi

Ketika Cinta Datang Dan Pergi
BAB 58


__ADS_3

Tak lama mereka pun terbang dengan membawa Jet pribadi.


Setelah sampai Ingki langsung di sambut para pengawal dan Supir yang menantinya, dan perjalanan bukan menuju rumah Ingki tetapi menuju ke arah pantai sangat jauh dari kota.


Ada sebuah rumah yang sederhana tetapi nampak mewah.


Sinyal pun bahkan susah sekali di sana, Diati nampak ketakutan karena Ingki sudah memasang wajah kejamnya.


Sesampai di rumah Ada suster yang menjaga Aldis, dan Ingki membawa Disti ke kamar, tak ada sikap lembut Disti di kamar di dorong ke tempat tidur, tangannya di ikat di atas tempat tidur, Ingki membuka semua pakaian Disti dan tanpa ada Fore play, langsung saja memasukkan kejantanannya.


Sontak saja Disti kesakitan, tak menghiraukan rintihan Disti, Ingki terus menghujamkan miliknya ke milik Disti, setelah klimaks, pergulatan itu terjadi lagi sampai beberapa kali.


Melihat Disti menangis menahan sakit di bagian bawahnya, Ingki pun tersadar dirinya telah kasar kepada Istrinya, Ingki langsung mengangkat ala Bridal Style lalu membawanya ke kamar mandi, dengan pelan Ingki membersihkan tubuh Disti.


Setelah usai Disti pun di rebahkan di temoat tidur, lalu di pakaikan piyama, dan Ingki memeluk dari belakang sambil mengusap Rambut indah Disti lalu berkata " maafkan aku Istriku, aku janji tak akan melakukannya dengan kasar ".


Seketika Disti terisak dan berbalik memukul-mukul dada Ingki seraya berkata " Aku bukan budakmu, aku istrimu lalu berkata bahkan Aldo saja tidak pernah memperlakukanku seperti itu ".

__ADS_1


Ingki merekatkan pelukannya lalu menenangkan Disti.


Disti pun terlelap dan Ingki meminta maid mengantarkan makanan, tak lama makanan datang.


Ingki membangunkan Disti secara pelan, lalu duduk di pangkuannya dan menyuapi Disti dengan lembut.


Disti masih sakit karena perlakuan Ingki, tetapi Sikap lembut ingki tak membuatnya luluh begitu saja.


Setelah makanan habis, Disti ingin ke kamar mandi, tetapi bagian bawahnya masih sakit sehingga dia jalan tertatih, Ingki langsung menggendongnya dan mengantar ke kamar mandi.


Tak lama Disti keluar dan di suguhkan pemandangan Aldis tengah tengkurap di tempat tidur, Ingki bercengkrama bersama Aldis.


Deburan ombak membuatnya lupa akan penghianatan dan perlakuan Ingki.


Tak lama Ponsel Ingki berbunyi, tetapi Ingki mengangkatnya sembari pergi menuju balkon.


Ingki tak tahu bahwa Disti mendengar percakapannya.

__ADS_1


Nada telfon yang sangat lain, setelah telefon berakhir Disti memanggil Suster untuk menidurkan Aldis, dan Disti menampar Ingki sekali lagi.


Disti sudah geram dengan sikap Ingki, yang mengingatkannya dengan sikap " KUSUMA "


(CINTA PERTAMA DISTI).


Penghianatan terjadi dan itu entah dengan wanita yang mana lagi.


Disti berteriak dan memukul Ingki, hatinya perih lalu berkata " CERAIKAN AKU DAN KEMBALILAH DENGAN WANITA-WANITAMU ITU "


Ingki bersimpuh dia meminta maaf kepada Disti " Ini hanyalah masalah pekerjaan kalau aku menolaknya maka saham akan menurun, dan papanya adalah Investor terbesar ".


Disti mengangkat Ingki dan berkata " berdirilah hatiku sudah beku terhadapmu, dan setelah urusanmu selesai, aku akan pergi ke Indonesia, satu lagi jangan cari HADISTI PUTRI CINTA PERTAMA BAGIMU, Tanpa hidup denganmu akupun bisa hidup dengan Anakku ", lalu pergi meninggalkan Ingki.


Setelah malam tiba Disti tak kembali ke kamar Ingki, Dia ke kamar Aldis.


To Be contiue Guys

__ADS_1


🙏🙏🙏💙💙💙


__ADS_2