Ketika Cinta Datang Dan Pergi

Ketika Cinta Datang Dan Pergi
BAB 63


__ADS_3

Di Singapura kondisi Aldo malah semakin memburuk, tetapi Papa Aldo merahasiakan dari Disti.


Disti pun sedikit kurus karena tidak ada asupan makanan yang masuk, dia sangat benar-benar mual.


Aldis lah yang membuat Disti semangat untuk menjalani hari-harinya.


hampir tiap hari Disti berangkat ke kantor untuk rapat dan menandatangani berkas-berkas, 2 perusahaan dia urus bersama dengan Orang kepercayaan Aldo.


Suatu Hari Disti mendapat kabar bahwa Aldo sedang Kritis, Disti langsung memesan tiket pesawat ke Singapura.


Sesampainya di Singapura betapa Disti sangat terkejut, di Bandara ada orang yang mirip dengan Kusuma sedang berbincang dengan Orang mirip Arkana Ingki Riwang, mending suaminya.


Tetapi Disti langsung saja berjalan menuju arah Papa Aldo.


Di rumahsakit Disti yang melihat Aldo dengan Kondisi seperti itu hanya memegang Perutnya.


Para Dokter sudah mengatakan Harapan Tipis jika Aldo sembuh.

__ADS_1


Disti berdoa memohon kepada sang Semesta, untuk Mukzizatnya.


Detak Jantung Aldo kembali akan tetapi masih tidak sadarkan diri.


Disti masih menangis tersedu dan tidak percaya dengan apa yang terjadi.


Di Singapura juga ada Cabang Perusahaan milik Aldo, dan besok kebetulan Disti sebagai Direktur Utama akan meeting dengan Klien untuk menjalin kerjasama agar bisa memperluas lagi cabang-cabang Rahardian Grup.


Papa Aldo meminta agar Disti beristirahat dulu di Apartement Milik Aldo, yang tidak jauh dari Rumahsakit.


Disti akhirnya memutuskan untuk ke Apartement milik Aldo, di Selasar Rumahsakit dia berjalan pelan, samar-samar ia kembali melihat sosok sama seperti mendiang Suaminya tersebut, tetapi dia putuskan untuk tetap berjalan.


Di Lantai 7 lah Apartement milik Aldo berada, di Apartement ini Aldo pernah menantikan Disti untuk kembali setelah Ingki membawa Disti ke Abu Dhabi.


Sungguh di luar dugaan, ada foto pernikahan mereka berdua, bahkan suasana ruangtamu sama seperti Rumah mereka di Indonesia.


Disti meletakkan Tas di nakas dekat Sofa dan meraih Album Foto yang ada di meja, dengan perlahan dia buka Album foto terpasang beberapa foto Aldis dalam gendongan Disti, beberapa Foto Aldis tidur di pelukan Disti, dan Foto yang membuat Disti begitu sedih adalah Foto dimana Disti memakai Gaun pengantin dengan menghadap Balkon.

__ADS_1


Disti pun beralih ke kamar tidur, dia ingin membersihkan diri tetapi lagi-lagi ada sebuah Buku warna Biru di nakas membuat Disti penasaran ingin membacanya.


Buku itu adalah tulisan tangan Aldo saat Disti meninggalkan Aldo untuk tinggal bersama Ingki.


Disti terlelap dalam mimpinya, keesokan harinya, ia sudah bersiap untuk meeting bertemu dengan Klien, mobil sudah menanti, tak lama Disti sampai di Perusahaan anak Cabang.


Di Ruang meeting Sudah duduk 2 pemuda yang keduanya adalah orang yang ada di masa lalu Disti satu adalah Kusuma Wijaya dan satu lagi mirip dengan mendiang sang Suami.


Dengan berjabat tangan Disti mempesilahkan keduanya duduk dan membaca proposal pengajuan kerjasama.


Di dalam Proposal tersebut tertulis nama ADRIAN INGKI RIWANG, Disti hanya mempelajarinya dan menandatangani, tetapi nama itu masih menjadi teka-teki.


Apalagi dengan Munculnya Kusuma, ia sangat tidak ingin mrngingat nama itu.


Setelah Meeting selesai Tuan Adrian meminta untuk bertemu seusai jam kantor tetapi Disti menolak karena ia harus segera kembali ke rumahsakit.


Segera Disti memberikan nama kepada seseorang untuk mengetahui siapa orang tersebut.

__ADS_1


Tak lama Disti mendapat Pesan ternyata Adrian punya hubungan darah dengan mendiang Suaminya.


Bersambung Guys...🙏🙏💙💙💙


__ADS_2