
Tak terasa Mentari menampakkan sinarnya, Disti hanya membawa koper 20 inc merk ternama dengan membawa baju casual yang nyaman untuk wanita hamil.
Sedangkan Adrian, sibuk membawa obat dan vitamin untuk Disti, dengan membawa koper yang sama dengan Disti 20 inc.
Sesampai Di Rumah Disti Adrian langsung mengetuk pintu rumah Disti, Dan senyuman hangat sang Ibu menyapa Adrian.
Setelah menanti Disti beberapa menit, Adrian terkejut karena penampilan Disti yang sangat anggun.
Adrian pun mengingtkan Disti untuk membawa surat dokter untuk izin terbang, karena Disti sedang mengandung.
Kemudian Disti berpamitan kepada Bapak dan Ibu Disti di ikuti Adrian yang mengekor di belakang Disti, pelukan Bapak seakan berat karena Adrian di wajibkan untuk menghubungi Bapak agar mengetahui kondisi Disti.
Dalam perjalanan menuju Bandara, Adrian tak henti-hentinya berpesan kepada Disti, Adrian Protektif kepada Disti untuk menjaga agar kandungan Disti tidak mengalami masalah saat perjalanan melihat perjalanan itu sangat jauh antara 9 sampai 10 jam.
Adrian tidak mau Disti kelelahan, Sesampai di Bandara Tangan Adrian terus mengenggam Disti, Disti pun hanya terdiam.
Sebelum memasuki Pesawat, Disti melihat Kusuma yang juga ada di ruang tunggu, seakan Disti tidak mau duduk satu ruang tunggu, Adrian pun meminta Disti menanti di Airport Lounge VIP.
Bahkn Adrian memastikan bahwa Kusuma tidak satu pesawat dengannya.
__ADS_1
Adrian juga mengecheck penerbangan Kusuma kemana tujuannya ternyata ke Eropa.
Beruntungnya Disti karena Kusuma tidak melihatnya di Bandara.
Tak lama Adrian pun mengajak Disti untuk memasuki Pesawat, Disti duduk di sebelah Jendela, dan itu membuatnya tenang kursi First Class dengan fasilitas yang mewah sekali.
Visual First Class
Selama perjalanan Disti seakan seperti seorang Ratu, Adrian benar-benar memberikan yang terbaik buat Disti.
Visual Pemandangan kota Abu Dhabi
Setelah sampai Disti di suguhi pemandangan yang sangat tidak dia duga-duga yaitu Kehadiran Papa dan Mama Ingki di Pintu Kedatangan.
Disti pun langsung memeluk sang Mama, dan sang Mamapun membalas pelukan Disti.
__ADS_1
Sedangkan Sang Papa memeluk anak Lelakinya yang sekilas adalah seperti melihat Ingki kembali.
Adrian pun memeluk Sang Mama, meskipun dia baru pertama kali bertemu dengan sang Mama.
Di belakang Papa dan Mama terlihat Kakek yang menangis haru melihat Cucu-cucunya datang.
Adrian Pun memeluk sang Kakek, tetapi tanpa di duga Tangan kanan sang Kakek juga ingin memeluk Disti secara bersamaan.
Disti hanya terkaget, tetapi tetap tenang, dan Tak lama Kakek mengajak kami pulang ke Kediaman Istana yang dulu Disti tinggali bersama mendiang Suaminya.
Selama Perjalanan Kakek seakan senang dengan kedatangan mereka berdua.
Tak lama kamipun sampai ke kediaman Riwang Family.
Disti pun sesampai di Pintu cuman bisa tersenyum karena di Istana itulah dirinya mengalami DEJAVU.
Meskipun dulu ia diperlakukan layaknya seorang tahanan oleh Arkana Ingki Riwang, tetapi Sebelum menjelang ajalnya Ingki pernah menjadi seorang yang lembut, suami siaga untuk Disti.
Adrian melihat Disti hanya terfikir ada apa dengan sosok wanita di depannya itu, Kakek yang mempersilahkan masuk hanya menepuk pundak Disti lalu berkata " KAU BERHAK BAHAGIA NAK, TETAPI ALLAH PUNYA RENCANA LAIN DI BALIK KEJADIAN KEMARIN ".
__ADS_1
bersambung Guys 🙏🙏🙏💙💙💙