Ketika Cinta Datang Dan Pergi

Ketika Cinta Datang Dan Pergi
BAB 33


__ADS_3

Hampir sebulan Aldo tidak sadarkan diri, dan Disti pun dengan sabar menunggu di depan jendela ruang Intensif, Jendra terkadang melihat kondisi Disti dari kejauhan karena dia tak mau Disti berfikir macam-macam soal dirinya.


Mama Dan Papa Aldo juga bergantian menunggu, menemani Disti karena kondisi kehamilan Disti yang masih rentan.


Terkadang Mama Aldo tidak tega terhadap Disti yang Morning Shickness dalam beberapa minggu ini, sedangkan Papa Aldo bergantian dengan Jendra untuk meneruskan Perusahaan Aldo.


Papa Aldo bangga terhadap Jendra karena tahu betul perasaan Jendra dulu terhadap Disti, bahkan Jendra menyingkirkan pikiran-pikiran negatif dan membuang Ego nya demi kebahagiaan Aldo dan Disti.


Saat Disti sedang duduk di depan Jendela, tiba-tiba dia melihat tangan Aldo bergerak, dan dia langsung memanggil Dokter, dan dokter berkata itu hanya reaksi saja, karena dari layar tidak ada tanda bahwa Aldo sadar, Aldo dinyatakan masih dalam Kondisi koma.


Disti hanya terdiam dan kembali duduk sambil memegang Perutnya seraya berkata "Nak,,,,kita doakan Papa yah, supaya bisa berkumpul kembali".

__ADS_1


seketika di dalam perut ada pergerakan, bahkan Disti lupa tidak memeriksakan kandungannya, dia pun meminta ijin kepada Mama dan segera membuat janji dengan dokter kandungan, sesampai di riang doktwr kandungan Disti segera berbaring dan dokter memeriksa perut Disti dengan menggunakan USG di situ terlihat janin Disti masih kecil dan sehat, itu yang membuat Disti bahagia.


Seusai Periksa kandungan Disti pun mengambil obat di Farmasi dan segera kembali ke ruang Intensif untuk memberitahuakan Mama Aldo kondisinya seperti apa.


Segera saja Mama Aldo memeluk Disti dan berkata "nak, jaga kesehatanmu, dan apakah orangtuamu sudah tahu kondisi Aldo nak, Disti hanya menggeleng kepalanya dan berkata "Ma,,,aku tidak ingin membebani Bapak dan Ibu soal Aldo, rencananya minggu depan aku akan memberitahukan kehamilanku ini kepada mereka", seketika Mama Aldo tersenyum, demi menghibur sang menantu Mama Aldo menyodorkan Gambar interior untuk rumah impian Aldo dan Disti.


Sekilas senyum Disti terpancar di wajahnya yang sedikit Pucat karena memang kehamilanya saat ini sangat rewel, Disti tidak bisa makan nasi sekalipun.


Mama Aldo hanya berucap Syukur Alhamdulillah menantunya bisa tersenyum, karena dia sendiri tidak bisa membayangkan akankah bisa sekuat Disti.


Jendra pun sudah menyiapkan antisipasi balasan untuk keamanan Seluruh keluarga Aldo, bahkan di rumahsakit semua orang yang keluar-masuk harus menunjukkan kartu identitas dan melalui pemeriksaan yang ketat, bahkan bodyguard terbaik di kerahkan untuk menjaga keluarga Aldo, Jendra ingin sekali memberitahukan soal pesan Aldo kepada dirinya sebelum tertembak, tetapi takut akan mengganggu janin Disti. Jendra berniat untuk memberitahukan kepada Papa Aldo tetapi waktunya tidak tepat juga.(kira-kira apa pesan itu yah guys)

__ADS_1


Di kantor Kusuma, Pak Wijaya sedang uring-uringan mengetahui kabar anaknya telah melakukan tindakan Kriminal, bahkan berniat untuk memindahkan Kusuma di negara lain.


Papa Aldo menerima berita dari orang kepercayaannya langsung saja menelfon Polisi untuk memberikan bukti konkrit Kusuma terbukti bersalah atas penembakan itu.


apa yang terjadi selanjutnya...


sabar yah...nantikan next episode


dan terimakasih atas dukungan oara pembaca setia semua.


Love you 💙💙💙

__ADS_1


Visual gambar ruangtamu



__ADS_2