
Tangisan Disti pecah saat orang yang ia cintai lagi-lagi terpasang beberapa Infus dan berbagai macam selang.
Sore hari saat Ingki tiba di rumahsakit, Ingki di abaikan oleh sang Istri.
Ingki hanya bisa menenangkan tetapi ia di tolak mentah-mentah oleh Disti, kedatangannya ingin membantu tetapi malah di tolak oleh istrinya.
Tak lama Para Dokter dan Ahli penyakit dalam yang handal masuk ke ruang ICU untuk memeriksa kondisi Disti.
Kondisi Aldo sangat buruk, dia harus segera di operasi.
Disti langsung gerak cepat untuk persetujuan Operasi, sementara Ingki gundah dengan segala resiko yang ada di depan.
Resiko pertama dia akan kehilangan Disti, Resiko kedua yaitu Aldo antara pertaruhan nyawa.
Disti menitipkan Aldis kepada Mama Aldo, dan langsung berjalan bersama Papa Aldo, Ingki juga ikut serta.
Di depan Ruang Operasi Disti bersimpuh terisak dan berdoa kepada Allah untuk kelancaran Operasi Aldo, dan kesembuhan Aldo.
Ingki yang melihat itu tidak tega, bagi Ingki Disti adalah Hidupnya, meskipun ada penyesalan yang bergejolak karena telah menghianati Istrinya.
__ADS_1
Papa Aldo melihat Disti sangat rapuh dan tak tega karena meskipun dia bukan. lagi Istri Aldo, tetapi masih ada cinta di matanya, Disti adalah wanita yang kuat dan tegar.
1 jam berlalu, salah satu Dokter keluar dari kamar Operasi dan menyatakan Bahwa Operasi berhasil, tetapi Aldo tidak boleh stress atau melakukan aktifitas yang berlebih.
Mendengar itu Disti Sujud Syukur, dan dia langsung mengajak Ingki berbicara empat mata.
Di koridor rumahsakit yang sepi, Disti meminta Ingki untuk memindahkan semua barang-barangnya ke rumah Aldo.
Sontak saja Ingki lemas dan bersimpuh, menangis tanpa henti memohon kepada sang Istri untuk bersama, tetapi keinginan Disti tidak dapat di ganggu gugat.
Ingki tetap bersimpuh di depan sang Istri, dan ingki juga mengingatkan akan buah hati mereka.
Disti menjawab singkat " Biarlah anak ini tidak mengenal papanya yang jahat kepada sang Mama, dia terlalu suci untuk menyaksikan semuanya ".
Disti langsung mengangkat tubuh Ingki dan berkata " Harusnya sebelum engkau menghianati Istrimu pikirkanlah semuanya, engkau tahu semua tentangku suamiku, tetapi engkai tak akan pernah memaksakan perasaan seseorang untukmu ".
" Berbahagialah dengan caramu dan aku berbahagia dengan caraku " Disti berkata kepada Ingki.
setelah memperjelas semuanya Disti pun kembali, saat kembali Papa Aldo ingin berbicara kepada Disti " Terimakasih telah mencintai anakku sampai detik ini ".
__ADS_1
Disti menjawab " Papa, Aldo memperlakukanku layaknya Putri kerajaan, sangat luarbiasa sabar dan penyayang, dia patut di perjuangkan ".
Papa Aldo juga berkata " Saat ini kondisi perusahaan juga semakin memburuk, melihatmu ada di samping Putraku, membuat Papa yakin Aldo tidak salah memiliki Istri sepertimu anakku " ( sambil memeluk Disti )
Papa Aldo dan Disti tidak sadar bahwa Ingki mendengar semuanya di ruangan sebelah.
ada berita buruk yang di hadapi Ingki, dia harus kehilangan semua Aset jika bercerai dengan Disti.( Ingki mikir keras guys supaya Disti stay )
Disti dari semalam belum tidur, matanya sangat cekung, bahkan banyak telfon dari perusahaan (ya itu karena Disti adalah Pemilik 2 perusahaan, sesuai surat perjanjian)
VisuaL Ingki yang galau
Guys...bagaimana kelanjutan cerita selanjutnya...
apakah ARKANA INGKI RIWANG BENAR-BENAR AKAN BUNUH DIRI???
NANTIKAN UPDATE SELANJUTNYA YAH...
__ADS_1
JANGAN LUPA FOLLOW IG PENULIS : @devistory2020
Terimakasih-Khamsahamida🙏🙏🙏💙💙💙