Ketika Cinta Datang Dan Pergi

Ketika Cinta Datang Dan Pergi
BAB 55


__ADS_3

Hari ke 35 Aldo boleh pulang, tetapi Aldo hanya merasa aneh kenapa Istrinya tidak mengenakan cincin nikah, seakan ingat sesuatu kepala Aldo menjadi sangat Pusing, hingga dirinya memeluk sang Istri.


Melihat itu Ingki hanya terdiam, malam hari saat Aldo terlelap Disti berpindah ke kamar sebelah, Apartement kebetulan hanya ada 2kamar tidur, Ingki pun terkaget kenapa Disti berpindah tempat tidur,lalu Disti bersuara " aku adalah istrimu jadi aku akan tidur denganmu tetapi jangan mengharap lebih karena aku belum siap melaksanakan kewajibanku ", sambil tidue membelakangi Ingki.


Melihat itu Ingki semakin gemas terhadap Istrinya, dia ingin memeluk Istrinya tapi apalah daya Istrinya belum siap dengan dirinya.


Ingki hanya membelai rambut Disti yang tergerai Indah, tanpa dia sangka bau disti sangat harum, tidak salah jika ia sangat di cintai Aldo.


Pagi jam 06.00 Ingki terbangun tetapi Disti sudah tidak ada.


Bau masakan sudah tercium itu tandanya Disti sedang menyiapkan sarapan, pada saat dirinya turun, Ingki tak sengaja melihat Aldo duduk di meja makan sambil memoerhatikan Disti.


Ingki hanya terdiam, Aldo mengetahui Bahwa Ingki adalah kakak Disti yang mrnjaga Disti, tetapi lagi-lagi semakin Aldo mengingat semakin Dirinya semakin pusing.


Seminggu sudah Aldo ada di Apartement, dia hanya berkata kepada Disti, apa tidak sebaiknya Ingki pindah saja, Disti hanya terdiam dia bingung.

__ADS_1


Kemudian Disti menjawab " dia adalah kakakku satu-satunyadan tidak ada tempat tinggal, Aldo hanya menjawab " baiklah ".


Suatu ketika Aldo melihat Disti ke kamar Ingki sambil menimang Aldis, lalu Aldo kembali ke kamarnya, sampai esok hari Aldo pun bertanya kepada Disti.


Disti hanya menjawab " ada urusan perusahaan yang harus di selesaikan ".


Di dalam pembicaraan semalam Ingki pun ingin berkata jujur kepada Aldo yang sebenarnya tetapi Disti melarang demi kebaikan semua.


Aldo masih curiga, bagaimana dia bisa lupa akan segala hal, termasuk keluarganya.


Dari lubuk hati yang terdalam Disti pun merasa bersalah kepada Aldo.


Pada Waktu Ingki pergi ke kantor untuk menyelesaikan masalah kantor.


Aldo berjalan menuju ke arah dapur untuk menemui Disti, tetapi Disti menghindar, Aldo langsung saja memeluk pinggang Disti dan.....one kiss itu terjadi, Disti semakin berontak, dan Aldo semakin menggigit bibir Disti.

__ADS_1


Disti berteriak dan.....Pintu Apartement terbuka Brakkkkk....brug satu hantaman bogem mentah di pipi Aldo.


Ingki yang amat geram lalu bersuara " Aldo harusnya aku tak menerimamu di Apartementku, dan......Disti mengisyaratkan supaya Ingki tidak membongkar rahasia mereka, lalu Ingki pun beranjak pergi ke kamarnya ".


Aldo lalu bertanya kepada Disti sebenarnya siapa dia Love, Disti hanya terdiam karena panggilan itu adalah panggilan khusus untuknya.


Al, bukankah sudah ku katakan kalau Ingki adalah kakakku.


Tangan Disti di cekal dan Aldo mulai memandang tajam, Love tolong ceritakan padaku sebenarnya, biarkan aku tahu dan tidak menerka-nerka, Disti pun melepaskan tangan Aldo, dan berkata " Istirahatlah, aku akan melihat Aldis ", lalu berlalu pergi.


Saat akan menuju ke kamar untuk melihat Aldis, Ingki lalu membuka pintu dan memegang tangan Disti lalu membawanya ke kamar, Di kamar terlihat Aldis yang tertidur pulas, Ingki lalu duduk di ujung tempat tidur.


Ingki lalu mempersilahkan Disti duduk di sampingnya, lalu berkata " Istriku aku dengar semuanya percakapanmu dengan Aldo, sebagaimana sudah aku jelaskan kepadamu bagaimanapun aku tidak akan membiarkan dirimu kembali kepada Aldo, tetapi apabila dirimu memilih kembali Aldis tidak akan pernah aku serahkan kepadamu ".


Disti pun lalu berkata " jika itu maumu, baiklah......kita tetap akan menjadi suami Istri tetapi jangan berharap aku untuk membalas cintamu, ataupun seranjang denganmu, asal kamu tahu di hatiku masih ada namanya, masih ada harapan kepadanya, bahkan jika Aldo benar-benar kehilangan Asetnya pun aku akan tetap mencintainya "

__ADS_1


Visual Aldo



__ADS_2