Ketika Cinta Datang Dan Pergi

Ketika Cinta Datang Dan Pergi
BAB 26 Rumah Baru


__ADS_3

Visual Livingroom



Saat memasuki Rumah, Disti terperangah, seolah tak percaya dengan interior dan furniture yang mewah sekali, bahkan Disti memarahi Suaminya karena terlalu boros, untuk membeli furniture mewah seperti ini.


Dan Aldo membungkam dengan ciuman hangat supaya sang istri berhenti mengomel, dan sesaat Disti pun berhenti mengomel sambil memukul dada Aldo.


Al....kau selalu saja mencuri ciuman padahal aku berkata benar kan, dan Aldo menjawab "Love,ini semua yang menyiapkan mama dan papa hanya untuk Istriku tercinta, dan calon Penerus Rahardian, seketika wajah Disti merona dan malu-malu.


Setelah melihat-lihat sekeliling Disti pun berhenti di sebuah taman kecil yang di penuhi dengan Bunga Daisy,,,,sangat indah, bahkan Disti tidak menyangka Aldo menyiapkan kejutan seperti ini, dia duduk di taman itu dan memegang bunga Daisy, Bunga yang dengan Warna putihnya dengan kelopak kuning yang indah.


Aldo yang melihat dari kejauhan hanya tersenyum, karena dia begitu suka cita melihat sang Istri senang dengan taman yang di persiapkan untuk Disti.


Setelah beberapa menit duduk di taman Disti pun memutuskan untuk membersihkan diri, sesampai di kamar, bahkan ada lukisan yang sangat indah yaitu foto saat dirinya menikah dengan Aldo, dan di atas ranjang full wallpaper Daisy.


Dari arah belakang Aldo memeluk sang Istri,dengan malu-malu Disti mengelak pelukan Aldo, karena Disti tau bahwa Aldo pasti meminta lebih.


Segera saja Disti masuk kamar mandi dan mengunci pintu, Aldo pun kesal dan tersenyum karena ingin sekali menjahili Sang Istri, saat Disti selesai dan memakai Bathrope, Aldo pun membantu Disti mengeringkan rambutnya, dengan telaten Aldo membantu Disti.

__ADS_1


Setelah selasai Aldo mencium kening Disti dan beranjak membersihkan diri, karena Disti sangat lelah ia pun tertidur.


Selesai Mandi, Aldo yang melihat Istrinya tertidur, hanya bisa tersenyum, mendekat dan memeluknya.


Pagi pun tiba dan Disti bangun terlebih dahulu, setelah melihat jendela dia pun terkejut melihat pemandamgan yang sangat sejuk


Visual pemandangan



Dia pun membangunkan Aldo dan memeluk Aldo, Al...terimakasih untuk view yang ada di sana, sambil menunjuk jendela,


Lihat pemandangan itu sama cantiknya seperti dirimu,sambil memeluk Disti"


(eaaa auto bucin nih)


Disti pun malu-malu menyembunyikan wajahnya ke dada Aldo, dan Aldo hanya mencium kening Disti, sambil berkata "Love,aku sudah tidak sabar menanti anak-anak kita untuk meramaikan rumah ini".


Disti pun berkata "Al,suamiku, surgaku, kita pasti akan mempunyai Anak-anak yang hebat, tinggal sabar saja menanti waktu yang tepat, aku juga masih pemulihan".

__ADS_1


Aldo menjawab "tak bisakah sekarang Love, sudah rindu"


Disti menjawab dengan tersenyum "sabar Love waktu pemulihanku tinggal beberapa hari lagi.


Dengan wajah bahagia,Aldo mencubit pipi sang istri sambil berkata "aku akan sabar menunggumu Love, bahkan sampai waktunya tiba"


(ahayyyy author jadi bucin ini guys)


Setelah perbincangan ringan, Disti memutuskan untuk memasak buat Aldo, di sela-sela memasak, Aldo hanya memperhatikan dari meja makan.


Di dalam Hati Aldo "dia berjanji untuk selalu menjaga Disti apapun yang terjadi, bahkan sampai nafas terakhirnya"


Setelah membuat sarapan Aldo pun membantu Disti menata piring makan, disti pun tersenyum dan Aldo pun mengambil sandwich untuk Disti, sesekali menyuapi sang Istri.


Sikap Aldo lebih lembut dari biasanya, karena Aldo tidak mau kehilangan orang yang dia Cintai setelah Mamanya.


Okey...sekian untuk Bab ini


Nantikan next update yah guys.

__ADS_1


Love you 💙💙💙


__ADS_2