Ketika Cinta Datang Dan Pergi

Ketika Cinta Datang Dan Pergi
QUALITY TIME WITH HADISTI PUTRI AND ALDIS


__ADS_3

Matahari bersinar cerah, Adrian sudah sibuk di dapur untuk membuat sarapan, dengan sejuta pesonanya, memakai T-Shirt dan celana pendek di lengkapi Apron yang menempel Adrian sibuk menyiapkan segala sesuatunya untuk memasak.


Sedangkan Disti sedang memakaikan Pakaian Aldis dengan segala macam cara karena Aldis sudah mulai aktif, apalagi dengan perut buncitnya Disti sangat kesusahan.


Setelah makanan matang semua Adrian memutuskan untuk melihat bagaimana Disti, dengan penuh ketulusan Adrian mengambil alih pakaian yang ada di pangkuan Disti lalu memakaikan kepada Aldis.


Adrian juga memberitahukan kepada Disti jika Aldo sudah kembali ke Indonesia dan mungkin akan segera menikah.


Kabar itu di tanggapi Disti dengan tersenyum, bahkan Disti berkata " Suamiku sekarang adalah engkau yang ada di hadapanku, jadi tolong jangan bahas masalaluku, karena aku ingin membina masa depanku bersamamu bukan berselimut dengan Masalalu ".


Adrian tidak menyangka Bahwa Hadisti Putri yang ia kenal belum lama ini bisa mengungkapkan hal itu.


Adrian pun sembari tertawa menggoda Disti dengan sebutan " Siap Istriku tercinta sesuai keinginanmu apapun akan aku lakukan asalkan tidak meminta untuk mengambilkan bulan di langut ".


Senyuman Disti pun terpancar lalu mengajak Adrian untuk makan bersama.


Di ruang makan Adrian menyuapi Aldis dengan penuh kasih sayang, sesekali Adrian meminta Istrinya untuk makan terlebih dahulu.


Bahkan Disti juga sesekali menyuapi suaminya dan kedua matapun bertemu dengan muka memerah, pasalnya hal ini tidak pernah Disti lakukan kepada Adrian.


Seusai makan Adrian mengajak Disti ke toko baby shop untuk membeli perlengkapan Aldis dan calon bayinya.


Disti sangat berhati-hati karena perut buncitnya membuat dirinya kesusahan berjalan.

__ADS_1


Brukk.....Seorang lelaki tak sengaja menabrak Disti dan Adrian dengan sigap meraih tubuh Disti sebelum terjatuh.


Dan...Mata mereka tertegun karena ternyata Aldo rahardian yang menabrak tubuh Disti, Aldis masih dalam gendongan pun menapa Aldo dan memanggil Papa...pa..dengan terbata-bata.


Adrian membiarkan Aldis turun dari gendongan untuk berjalan ke arah sang Papa, Aldo langsung saja memeluk tubuh gembul Aldis dan berlinang airmata.


Disti hanya terdiam pasalnya meskipun Aldo mantan suakinya tetapi tidak dengan Aldis, Aldis tetap anak Aldo.


Setelah memeluk Aldis, Aldo memberi pengertian kepada Aldis, dan meminta maaf karena tidak bisa menemani Aldis.


Wajah gembul Aldis memegang dagu Aldo dan mengusap airmata Aldo, Aldis hanya berkata Pa...pa tu Mama ayo (sembari memegang tangan Aldo menuju Disti)


Adrian tetap berdiri di samping Disti, tepat didepannya Aldo, Disti tetap tidak memandang sama sekali yang ia pamdang hanya Aldis.


Adrian lalu mengendong Aldia dan berkata " Nak, banyak orang yang sayang Aldis, tetapi Mama dan Papa Aldo tidak bisa seperti dulu dan kelak engkau akan segera tahu ".


Aldis berceloteh " No Papa...itu Mama Aldis cama Papa Aldis (sembari merengek).


Adrian membawa Aldis pergi dan berkata kepada Adrian " Istriku silahkan bicara berdua saya akan bawa Aldis keluar dulu ".


Anggukan Disti mengisyaratkan tidak akan lama untuk berbicara kepada Aldo.


Sembari membawa beberapa Pakaian bayi yang lucu, Aldo akhirnya berkata terlebih dahulu " Maafkan saya Disti, karena selama ini saya sudah berprasangka buruk kepadamu, saya sudah membuatmu di keadaan rumit bahkan telah menyusahkanmu di waktu yang lama ".

__ADS_1


Disti berucap " saya sudah maafkan kamu, sebelum kamu bilang tuduhan itu kepadaku, dan satu hal yang kamu harus ingat Do, Aldis tetap anakmu kapanpun kamu mau bertemu, aku tidak ingin memisahkan kalian, tetapi soal hatiku, Maaf kita memang tidak bisa seperti dahulu lagi, aku sudah jatuh cinta kepada Adrian ".


Kata-kata itu terdengar oleh Adrian karena ia ingin mengambil susu botol di tas bayi yang berada di samping disti.


Kemudian Disti beranjak dari duduknya, tetapi tangan Aldo menahan Disti, " Sebentar saya masih ingin berbicara denganmu ".


Adrian kemudian berlalu dan Aldo kembali berbincang dengan Disti.


" Ada apa lagi Aldo, aku harus kembali " Disti berkata.


Begini Dis, kapan kamu akan melahirkan bolehkah aku berkunjung? Aldo berkata.


Sebaiknya berkunjunglah di luar rumah dan itupun harus ada Adrian, karena Rumah itu adalah pemberian Adrian untukku, aku takut menyinggung perasaannya jika kamu berkunjung.


Aldo pun menjawab " hmm...baiklah rupanya aku salah menilai diriku sendiri, karena kupikir dengan pertemuan ini, kita bakal bisa kembali seperti dahulu, ternyata aku terlambat ".


Disti menjawab " semua telah terjadi, jangan sesali apa yang terjadi, dan aku berharap kamu menemukan orang yang tepat nantinya ".


Disti beranjak pergi ke arah kasir untuk membayar baju-baju bayi yang ia beli, dan Aldo mengambil alih untuk membayar.


Adrian gerak cepat dengan menolak halus " Aldo, terimakasih tetapi Disti sekarang adalah Istriku bahkan apa yang akan ia beli adalah sudah kewajibanku untuk memenuhinya ".


Jawaban itu membuat Aldo terrunduk dan pamit dengan mencium kening Aldis.

__ADS_1


Bersambung guys...


__ADS_2