Ketika Cinta Datang Dan Pergi

Ketika Cinta Datang Dan Pergi
HADISTI MULAI MEMBUKA HATI


__ADS_3

setelah telefon dari sang Ibu, Disti kembali kepada berkas-berkas yang ada di hadapannya.


Dan tak sengaja ada secarik kertas terjatuh kemudian ia memungutnya dan membaca.


Setelah membaca Disti mulai tersenyum, Adrian pun menelefon dan Disti bergegas menenteng Tas lalu keluar dari ruang kerjanya.


Adrian pun siap di Lobby depan dengan bersandar di Mobil Sport, tak lama Disti keluar dan mereka Pergi bersama.


Restorant yang terbilang unik ini menyajikan Makanan Khas Indonesia.


Disti sangat menyukainya dan makan dengan lahab.


Dering Ponsel Disti pun memecah keheningan tersebut, Disti terlihat sangat sedih dan meletakkan kembali Ponselnya.


Adrian pun bertanya kepada Disti siapa yang mengirim pesan singkat, Disti hanya berkata " Aldo ", dengan suara lirih.


Adrian pun terdiam lalu berkata " sudahlah ayo makan lagi, kasihan yang di dalam oerut butuh asupan ".


Disti hanya menjawab " terimakasih " lalu melanjutkan makan kembali.

__ADS_1


Setelah makan Adrian bertanya kapan jadwal pemeriksaan ke dokter, Disti menjawab " harusnya besok ".


Adrian pun meminta Disti besok untuk menunda rapat supaya ke Dokter terlebih dahulu, Dan Disti hanya mengiyakan Permintaan Adrian.


Padahal Rapat besok adalah Tanda tangan MOU dengan Perusahaan Aldo, Adrian berfikir alangkah lebih baik supaya Disti tidak bertemu dengan Aldo agar tak menerima sakit hati lagi seperti kejadian kemarin.


Disti hanya berkata " sebaiknya Lusa kita kembali saja Ke Indonesia, Kasihan Aldis jika terlalu lama di tinggal ".


Adrian hanya mengiyakan permintaan Disti mengirim pesan kepada Asistennya untuk menyiapkan tiket.


Setelah memilih Kembali ke Hotel, Adrian meminta Disti untuk langsung Tidur kemudian berlalu begitu saja.


Tetapi Disti hanya bisa menjadikan Adrian sebagai Adik saja karena Disti tidak ingin terluka kembali.


Pada waktu Disti sudah bersiap dengan Mimpi Indahnya, Ponselnya menyala sekilas tampak Panggilan dari Kusuma, Disti hanya mengabaikan Panggilan tersebut, tak berselang Lama, Pintu kamarnya ada yang mengetuk, dia pun langsung melihat.dari kubang depan kamar ternyata Adrian yang datang.


Dengan segera Disti membuka Pintu, Adrian pun memberikan satu kantong untuk Disti, dan pergi pamit, Disti meminta Adrian singgah dulu tetapi Adrian tak mau, karena sudah terlalu malam.


Disti memakan Cemilannya dengan santai, dan...Pintu kamarnya ada yang mengetuk lagi.

__ADS_1


Disti pun kedepan pintu kamar ternyata.....Aldo yang ada di depan kamar, Disti hanya mengabaikan Aldo begitu saja, lalu menelefon Adrian untuk ke kamarnya dan menjelaskan apa yang terjadi.


Adrian menginap Di ujung jalan tepat hotel Disti menginap, tak butuh waktu lama untuk Adrian sampai, setelah sampai Adrian melihat Aldo masih di depan kamar Disti, sampai Adrian mengusir secara halus pun Aldo tak beranjak, terjadi percekcokan di antara keduanya.


Sampailah Disti kedepan Pintu dan berkata " Apa yang sedang kalian ributkan ".


Aldo lalu menyodorkan MawarBiru yang bergiaskan Bunga Daisy di sampingnya kepada Disti, Disti menerimanya lalu membuangnya begitu saja.


Disti berkata kepada Aldo " Saya sudah Bahagia meskipun tanpamu, jadi jangan harap kita akan seperti dulu ".


Kemudian Disti memilih membawa Tas dan Kopernya untuk Pindah Hotel, ditemani dengan Adrian.


Adrian sangat merasa kasihan kepada Disti kehamilannya yang di jalani dengan sendiri tanpa sosok suami membuat Adrian Iba melihatnya.


Disti hanya bisa berterimakasih kepada Adrian yang selalu siaga di sampingnya, meskipun ia tak bisa membalas Perhatian dan Lamaran sang adik Ipar tersebut.


lalu apa yang akan terjadi selanjutnya...


nantikan next update yah.

__ADS_1


🙏🙏🙏💙💙💙


__ADS_2