Ketika Cinta Datang Dan Pergi

Ketika Cinta Datang Dan Pergi
BAB 31


__ADS_3

Di ruang tamu kita bercengkrama dan menikmati kemesraan, tetiba saja ada telfon di ponsel Aldo, tetapi Aldo segera mengabaikan panggilan telfon tersebut, sehingga aku pun bertanya kepada Aldo, " Al,,,ada apa?kenapa tak menjawab telfon itu?takutnya sangat penting ".


Aldo pun menjawab tidak begitu penting ini Soal Kusuma yang membuat Ancaman kepada diriku, "KUSUMA akan menghancurkan perusahaanku, kalau aku tidak menceraikanmu". Aku pun langsung ketakutan mengetahui Hal itu dan memegang erat tangan Aldo, bahkan Aldo telah mengeluarkan surat Pernyataan bahwa seluruh harta dan perusahaan milik Aldo di alihan Atas namaku, aku pun menolak menandatangni document itu, Aldo seketika muram, karena sikapku dan aku pun memberika alas an kenapa aku menolak menandatangani document tersebut.


Sikap Aldo seolah memberikan firasat kepadaku, kekawatiranku semakin bertambah dan kuputuskan untuk ke Taman untuk menyegarkan diriku.


Dari kejauhan kulihat Aldo sedang menelfon seseorang dan aku hanya memerhatikan dari kejauhan, di taman aku berfikir untuk apa Aldo melakukan semua ini, aku berjalan menyusuri sekumpulan bunga Daisy dan menyentuh bunga tersebut, ada rasa nyaman melihat bunga bermekaran indah, seketika teringat soal kenangan masa kecil dengan Bapak dan Ibu dulu, di samping tama nada beberapa tanaman bunga mawar merah dan pink juga sedang bermekaran, aku pun memutuskan untuk memetik beberapa bunga, dan akan aku taruh kedalam Vas bunga di runag Tamu, Aldo melihatku langsung ikut mambantu memetik dan mengumpulkan bunga mawar sambil memelukku dari samping dan menyandarkan kepalanya di bahuku, sambil berkata "Love, jangan kawatirkan apapun karena aku akan menjagamu dengan segenap nyawaku", aku pun membalas pelukan Aldo dan menangis sejadi-jadinya, karena ada perasaan sedih entah apa itu, seolah Aldo akan pergi jauh dari kehidupanku.

__ADS_1


Bahkan entah darimana datangnya para Bodyguard bertambah untuk berjaga di sekeliling rumah, Aldo sengaja menambah keamanan untuk kami, karena tau sifat Licik dari KUSUMA


Di lain pihak Rajendra seolah tahu apa yang akan terjadi, dia juga ikut membantu Aldo untuk menambah bodyguard untuk berjaga di semua perusahaan Aldo, karena Jendra tahu Aldo dan Disti dalam bahaya, bahkan Jendra menelfon Aldo untuk memberikan bantuan keamanan, bahkan Jendra telah menyiapkan tempat teraman yang Kusuma tidak mengetahui tempat tersebut, tempatnya di rumah Jendra, karena Kusuma tak pernah mengetahui rumah Jendra dan Kusuma tidak pernah bekerjasama dalam hal bisnis dengan Jendra sama sekali.


Saat berkemas Disti memberondong segala pertanyaan dengan Suaminya tetapi Aldo hanya menjelaskan bahwa semua akan baik-baik saja, Saat keluar dari rumah, Jendra dan beberapa bodyguard sudah siap mengawal,untuk segera menuju Bandara, di bandara tanpa mereka ketahui Orang suruhan Kusuma telah bersiap dengan membawa pistol dengan peredam yang sudah di siapkan.


sesampai di bandara Aldo dan Disti pun segera berjalan di iringi 4 bodyguard, dan tanpa mereka sadari seseorang menabrak Aldo dan menembakkan pistol ke perut Aldo, lalu seseorang itupun menembak dirinya sendiri, seketika Disti kaget melihat Aldo tumbang dengan darah berceceran dan para bodyguard termasuk Jendra langsung membawa ke rumahsakit terdekat, di mobil Disti memegang erat tangan Aldo bahkan menngis terisak-isak, dan Jendra hanya bisa menenangkan Disti.

__ADS_1


sesampai di rumahsakit Aldo langsung di bawa ke ruang Operasi karena peluru di perutnya harus segera di keluarkan, Disti pun lemas dan jatuh pingsan.


Visual Disti termenung



apa yang terjadi selanjutnya

__ADS_1


nantikan next update guys.


Love You 💙💙💙


__ADS_2