
Disti duduk dengan terikat, dan masih ada bercak memar di tangannya akibat hantaman Ingki karena emosi bahwa Disti telah menolak cinta Ingki, keringat bercucuran karena Disti menahan sakit akibat ikatan tali yang menghimpit perutnya, melihat itupun Ingki hanya santai saja, bahkan wajah Disti terlihat pucat karena sama sekali menolak makanan yang diberikan Ingki.
Visual Ingki
Di lain tempat Aldo dengan Frustasi mencari keberadaan Disti seolah Dunia terbelah, Aldis pun menangis tanpa henti, Papa dan mama berusaha menenangkan Aldis tetapi Nihil, terlintas di benak Aldo untuk menelfon Jendra agar membawa maharani, mungkin Aldis bisa tenang, tak lama Jendra datang bersama Rani dannnnnn Alhamdulillah Aldis seketika diam saat dipelukan Rani.
Kebiadaban Ingki sangat benar-bemar di batas kemanusiaan, terlihat Disti yang pucat tetapi dia dengan santai menggores pisaunya di pipi Disti Alhasil darah menetes dan Ingkipun menjilat darah tersebut, bahkan baju Disti tampak lusuh akibat di robek Ingki yang memaksa untuk memberitahukan password Rahardian Grup karena Ingki berniat menguras harta Aldo.
__ADS_1
Dugaan Aldo tepat karena ada inbox masuk yang akunnya hidden, berisi ancaman dan meminta tebusan sebesar 10Triliun agar Disti kembali, segera saja Aldo berdiskusi dengan sang Ayah, dan menelfon orang IT terhandal untuk mengetahui akun tersebut, kurang dari 1 jam orang IT memberitahukan kalau sinyal tersebut dari desa terpencil.
Saat Aldo melacak, Ingki langsung saja berpindah tempat dengan menyewa jet pribadi (kehidupan Ingki secara realita adalah Konglomerat yang meneruskan perusahaan keluarga)
Dengan gerak cepat Ingki langsung saja membawa Disti dan mengendongnya ke mobil di ikuti beberapa mafioso, Tak lama sampai bandara Ingki langsung membawa Disti ke luarnegeri tepatnya di Abudhabi tempat orangtuanya berada.
Di Abudhabi Ingki langsung di kawal oleh beberapa mafioso Dan setelah turun di pesawat Disti sudah tidak terikat,lukanya sudah di balut, bajunya pun sudah di ganti
Sekali lagi Ingki mengirim email kepada Aldo untuk menanyakan uang tabusan, dan nominalnya bertambah jika Aldo mengulur waktu, di kediaman Ingki orangtua tersebut terperangah melihat Disti, meskipun terlihat pucat, Disti terlihat elegan dengan longdress yang sangat cocok dengan lekuk tubuhnya tidak ketat sangat sopan berpaduan warna yang cantik yaitu peach dan mengenakan flat shoes.
__ADS_1
Seolah mengerti akan kondisi orangtuanya Ingki langsung memperkenalkan Disti dan betapa kaget keduanya karena di jari manis Disti tersemat cincin Diamond yang mereka bisa tebak bukan cincin biasa.
Dengan sopan Disti menyalami tangan kedua orangtua Ingki dengan menyebut teman Kampus Ingki dulu, senyuman smirk Ingki pun muncul dan segera membawa Disti di kamar tamu, di sana Disti di perlakukan Bak Ratu, berbanding terbalik saat Dirinya di sandera di gudang terpencil.
Saat Ingki turun Abinya langsung bertanya siapa Disti dan kenapa harus di bawa ke rumah, Ingki hanya menjawab " Sudahlah Bi, urus saja urusan Abi " dan berlalu pergi ke dapur untuk memberitahukan para maid agar menyiapkan makanan yang lezat dan bergizi untuk Disti, dalam waktu 1 jam makanan harus segera di sajikan dan di antar ke kamar tamu kalau tidak Tuannya bakal.memecat semua maid, dengan gemetar para maid bergegas memasak makanan.
Tak lama makanan pun datang di kamar tamu, Disti hanya tersenyum padahal tubuhnya begitu sakit apalagi jiwanya melihat perlakuan Ingki yang bertolak-belakang.
To Be Continue Guys
__ADS_1
💙💙💙🙏🙏🙏