Ketika Cinta Datang Dan Pergi

Ketika Cinta Datang Dan Pergi
BAB 43


__ADS_3

Aldo maupun Disti terkejut dengan kedatangan Jendra, Rani pun dengan sopan bersalaman dengan kedua orangtua Aldo dan juga disti, bahkan dia tak sungkan untuk menggendong Aldis, Jendra hanya tersenyum melihatnya, di liputi rasa penasaran Aldo mengajak Jendra untuk berbincang di selasar rumahsakit, seperti mengintrogasi Aldo bertanya siapakah Rani?Jendra membalas dengan senyuman, Jendra bahkan hanya mengatakan Jika rani adalah juniornya dulu di kampus, Aldo berfikir dan mengingat, apakah Bunga kampus itu Rani.


Jendra hanya tersenyum, berkata kalau pertemuan dengan rani tidak si sangka-sangka, dia melamar di kantor cabang dan berpapasan pada saat meeting di kantor, Aldo pun hanya tersenyum lalu berkata " sebentar Jendra, jangan-jangan kau memendam rasa padanya sampai mengejarnya seperti itu ", Jendra hanya berkata singkat sudahlah Do, doakan saja sahabatmu ini jangan berkata yang lain.


Aamiin3x itulah jawaban Aldo, mereka berdua juga berbincang bisnis dan kelanjutan Diandra, karena bagi Aldo keselamatan keluarganya adalah prioritas utama, yang lebih mengejutkan ada seseorang selain Diandra yang menginginkan Disti celaka, Aldo hanya terdiam dan berfikir siapa yang di maksud Rajendra.


Tak lama Saat Disti di perbolehkan pulang Kamipun tak penyiapkan pengawalan khusus, hanya 4 orang bodyguars saja, di tengah perjalanan pulang mobil kami di hadang, dan Disti di seret keluar oleh beberapa mafioso berpakaian serba hitam, Aldo pun tidak bisa melakukan perlawanan karena mereka.membawa senjata Api, para Bodyguard juga tumbang karena kalah jumlah, beruntungnya bayi kami di bawa oleh mama yang berbeda mobil.


Setelah kepergian Disti akupun menelfon Papa untuk memberitahukan kondisi Disti, bahkan sebelum menelfon aku sudah mencatat plat mobil yang di pakai para mafioso, keadaan sangat tak menentu, Aldo pun juga memutuskan menelfon Rajendra untuk meminta bantuan.

__ADS_1


Di lain pihak, Disti sedang di bekap di sebuah gudang terbengkalai pelosok pedesaan, yang Disti ingat hanya melewati beberapa hutan dan persawahan, Mafioso tampak memakai topeng serba hitam, bahkan aku tak mengenali salah satu dari mereka, hanya ada kursi lusuh yang di duduki seseorang Pria, lalu menghampiriku dengan suara Seraknya siapa lagi kalau bukan Ingki (teman satu kampus Disti) dia terobsesi pada Disti dan bahkan akan berniat membawa Disti untuk di jadikan pendampingnya, sikapnya sangat arogan dan Psicopat membuat Disti ketakutan.


Aldo dan Papa menelfon orang kepercayaan untuk melacak keberadaan Disti tapi nihil, bahkan tidak ada jejak sama sekali, sambil memegang kepalanya dengan gusar Aldo tampak Frustasi, hari-hari yang di lalui samgat hambar karena orang yang dia cintai tiba-tiba menghilang, Jendra pun memberi kabar kalau keberadaan Disti nihil, seakan semakin terpuruk Aldo terus saja mondar-mandir tak menentu.


Dadanya sesak sudah 7 hari penantian untuk mencari Disto tapi nihil, bahkan Jendra menunda tanggal lamaran demi membantu Aldo.


Hati Disti perih sangat perih karena perlakuan Ingki yang tergolong jauh di banding dulu, Disti menegaskan kalau yang di cintainya adalah Aldo Rahardian Suami yang selalu tulus mencintainya.


Mendengar itu hati Ingki emosi bahkan melempar pisau yang di pegangnya di pintu.

__ADS_1


eitsss apa yang akan terjadi selanjutnya...


nantikan update selanjutnya yah..


terimakasih 🙏🙏🙏💙💙💙


Visual Maharani


__ADS_1


__ADS_2