
Di ruang tunggu Disti menanti Ingki, mereka berangkat bersama ke Negara U, Setelah beberapa jam perjalanan, sampailah mereka ke Negara U.
Disti hanya singkat berkata ingin ke rumahsakit langsung, dengan sabar Ingki pun mengiyakan kata-kata Disti.
Di rumahsakit, kondisi Aldo sudah sangat Kritis, banyak alat di pasangkan di badannya.
Disti yang melihat itu hanya tertunduk dan menyentuh kaca, sedangkan Aldis menangis tanpa henti.
Dokter berkata kepada Disti bahwa kemungkinannya sangat tipis karena kepalanya terbentur sangat kencang.
Disti berkata kepada dokter agar Aldis di dekat Aldo, supaya tidak menangis lagi.
Dan tak lama Aldis di bawa ke sebelah Aldo dan menyentuh pipi sang Papa.
Aldis sekarang berusia 6bulan dan kata pertama dia ucapkan saat di sebelah Aldo, Papap...papappp...
Disti melihat Aldo sedang menitihkan airmata, hingga dia tak mampu lagi menahan tangisnya, sambil menyentuh tangan Aldo.
Sedangkan Ingki hanya tertunduk melihat dari kaca.
Dengan hati yang hancur berkeping-keping Disti keluar sambil menimang Aldis, Ingki mendekat dan berkata " aku akan berusaha mendatangkan dokter terbaik untuknya, tetapi aku tak bisa mengembalikan Istriku bersamanya ".
Disti hanya menutup mulutnya dan memeluk sang buah hati.
__ADS_1
Sudah berhari-hari lamanya Aldo tidak kunjung membaik, tetapi ada pergerakan tangan saat Aldis di bawa di dekatnya.
Ingki dengan sabar menemani sang istri tercinta.
Bahkan bergantian berjaga Aldis, Ingki juga akhirnya membeli Sebuah Apartement untuk singgah sementara menanti Aldo pulih.
Tetapi Disti tetap tidak bisa satu kamar dengan suaminya tersebut.
setiap pukul 20.00 mereka pulang dan pagi pukul 07.00 mereka berangkat ke rumahsakit.
Hari ini hari ke 20 dan Aldo belum siuman,cuman ada pergerakan tangan dan detak jantung sudah normal kembali, tetapi ada kabar berita dari dokter yang membuat Disti maupun Ingki shock " ALDO DI NYATAKAN AMNESIA UNTUK SEMENTARA WAKTU ".
Dokter juga berkata Disti dan Ingki harus sering menceritakan kepada Aldo siapa dirinya yang dulu, soal orangtua, siapa Keluarganya dan yang lainnya, Itu yang bisa membuat Aldo kembali sembuh.
Ingki menjawab " dia akan tinggal bersama dengan kita ", Disti pun terdiam (di dalam hatinya mana mungkin bisa seperti ini)
ia lalu berkata tetapi itu tidak mungkin Suamiku, kita sudah menikah meskipun kita belum satu kamar, dan dia oranglain.
Ingki juga berkata " Aldo adalah Papa kandung dari Aldis, tak mungkin memisahkan anak dari Papamya sendiri kan ".
Disti terdiam, dia hanya takut pada saatnya nanti Dia tidak bisa mengontrol perasaannya.
Hari ke 30 Aldo mulai sedikit membuka mata tetapi di Luar dugaan " Aldo melihat Disti dan memeluknya, lalu berkata " Istriku HADISTI PUTRI 💙 ", Disti masih terdiam dan melihat ke arah Ingki.
__ADS_1
Ingki mengisyaratkan untuk Disti diam tidak memberitahukan kebenarannya.
Tak lama sang Dokter memeriksa Aldo, dan ingin berbicara kepada kami berdua.
Di luar dugaan Aldo ingat Istrinya tapi tak ingat siapa keluarganya karena benturan terjadi.
Guys...cinta itu adalah kekuatan
dan cinta pula adalah pengorbanan
bisa di bayangkan bagaimana perasaan Ingki, itulah yang dirasakan Aldo....
lalu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Akankah mereka benar-benar bersatu, ataukah ingki tetap kokoh mempertahankan Disti meskipun di hati Disti hanya ada Aldo.
nantikan next update yah.
PENULIS INGIN BERTERIMAKASIH KEPADA APRILYA ANWAR DAN SEMUA PEMBACA SETIA LAINNYA KARENA SUDAH MENDUKUNG NOVEL INI.
JANGAN LUPA TINGGALKAN KRITIK DAN SARAN DI KOLOM KOMENT
TERIMAKSIH 🙏🙏🙏💙💙💙🥰🥰🥰
__ADS_1