
Setelah sampai Istana Adrian tampak berbunga-bunga, di tempat lain ada yang menahan amarah mendengar kabar dari Disti, bahkan Aldo segera berkemas untuk membawa Aldis ke Mansion keluarga yang berada di Nusa Dua.
Kepulangan Disti ke Indonesia di warnai tamgis haru oleh Kakek dan keluarga lainnya.
Setelah sampai di Indonesia, orang kepercayaan Adria mengabarkan Bahwa Aldis tidak berada di Surabaya melainkan di Nusa Dua, Adrian langsung menggenggam tangan Disti seraya berkata " Disti, Kita harus ke Bali sekarang Karena Aldo telah membawa Aldis di sana ".
Disti pun hanya mengangguk dan mengikuti Adrian, tak butuh waktu lama Adrian sudah dapst ticket Frist Class Penerbangan ternama dan berangkat menuju Bali.
Hanya 45menit untuk sampai di Bandara Ngurah Rai- Bali, Disti sudah tidak bisa menghubungi Aldo, dan orangtuanya oun tidak bisa di hubungi, Disti kangsung menuju Mansion yang ia pernah singgahi nersama Aldo tetapi Nihil, lalu Adrian menelfon samg Kakek meminta bantuan.
Tak lama Sang Kakek mengabari Adrian keberadaan Aldo dan Aldis.
Setelah sampai Mansion, Disti mengetuk pintu, lalu Aldo membuka pintu.
Sangat kaget melihat Adrian yang menggenggam tangan Disti.
Aldo mempersilahkan Disti dan Adrian, lalu tanpa basa-basi Disti mennyakan keberadaan Aldis.
Aldo tak menjawab hanya ingin menjelaskan secara gambalang niatnya mengambil Aldis.
__ADS_1
Setelah menjelaskan Disti tampak sedih, Aldo pun berkata tak akan menyerahkan Aldia jika Disti tidak kembali bersamanya.
Sikap Egois, Sarkasme Aldo karena melihat Disti memakain Cincin yang sama dengan Adrian.
Adrian hanya diam, karena apabila Disti di sakiti oleh Aldo barulah ia bertindak.
Disti berkata kepada Aldo " Baiklah sepertinya harus di selesaikan secara hukum ", kemudian Disti meminta Adrian untuk mengantarnya pulang.
Adrian memohon kepada Disti agar ke Villa milik Kakek dahulu, besok barulah pulang karena sudah menjelang Malam.
Villa yang indah yang menghadap ke Laut, sangay nyaman untuk Disti melupakan sejenak Permasalahannya.
Tetapi Adrian mendengar Isakan dari kamar Disti, dia pun menghentikan kegiatan memasaknya dan memutuskan untuk mengetuk kamar Disti.
Disti mengusap airmatanya lalu membuka pintu, Adrian sangat cemas dengan kondisi Disti, dia hanya bertanya sekilas.
Disti kemudian berkata " Adrian aku takut terluka kembali, suatu saat jika aku jatuh cinta kembali ".
Kemudian Adrian menenangkan dan berkata " Disti, aku sudah berjanji kepada Kakek, dan tak mungkin aku mengingkari Janjiku, sebagaimana Janji seorang Lelaki adalah Janjinya kepada Rabb nya ".
__ADS_1
Disti kemudian mempersilahkan Adrian masuk, tetapi Adrian meminta waktu sejenak untuk menyiapkan makanan untuk Disti.
Tak lama makanan di hidangkan, sangat membuat perut kenyang seketika, karena sangat lezat dan bergizi bagi Ibu Hamil seperti Disti.
Dengan Lahap Disti memakan masakan Adrian, Dan Adrian hanya tersenyum melihat Disti.
setelah makanan habis, Disti berkata kepada Adrian, Dia ingin kembali ke Surabaya besok atau lusa.
Adrian hanya menjawab " Setelah kita menyewa Lawyer, segera kita kembali ke Surabaya ".
Kakek tiba-tiba Video call kepada Adrian, Adrian langsung saja menjawab Video Call tersebut dan Kakek amat senang karena ternyata Disti berada si samping Adrian.
Kakek hanya basa-basi karena ingin melihat bagaimana hubungan Disti dan Adrian.
Bersambung guys...
Jangan Lupa tinggalkan komentar kalian, kritik dan saran.
Terimakasihππππππ
__ADS_1