Ketika Cinta Datang Dan Pergi

Ketika Cinta Datang Dan Pergi
BAB 23 Aldo Panik


__ADS_3

Dengan melihat Expresi Jendra,Disti seolah tau bahwa mereka memang mempunyai Hubungan Cinta segitiga,Jendra meminta Disti untuk stay beberapa hari di Rumah Jendra,tetapi Disti menolak Halus,


aku akan segera kembali kerumah besok atau Lusa,aku tidak mau berlarut-larut membiarkan masalah ini begitu saja,Disti menjawab.


Jendra pun berkata "pintu rumahku terbuka,jika kau ingin singgah di sini".


Di lain tempat Aldo telah menelfon Bandara,stasiun,bahkan Pelabuhan tapi nihil saat telfon berbunyi ternyata itu dari Jendra,segera Aldo mengangkat.


Halo,ini aku Disti,jangan kawatirkan aku baik-baik saja,dan jangan berfikir kenapa aku bisa ada di rumah Jendra,besok atau Lusa aku akan pulang dan menyelesaikan masalah kita,aku mohon jangan tutupi apapun dariku,atau kau tidak akan pernah bertemu lagi denganku.tuttt sambungan telfon terputus,sontak saja Aldo sedikit lemas dengan perkataan Disti,dengan tenang ia melanjutkan pekerjaannya.


Setelah menelfon Aldo,Disti lebih banyak diam,ya...dia tidak bisa membohongi perasaannya bahwa rasa cintanya terhadap Aldo sangat besar,walaupun Aldo menyakitinya berkali-kali,Jendra yang melihat expresi Disti hanya tersenyum getir,pasalnya dia sudah tidak terlalu terobsesi terhadap Disti,tapi keyakinan bahwa Disti akan meninggalkan Aldo ada di benak Jendra.


Sampai akhirnya tiba,Disti pulang dan di antar oleh Jendra,Disti meminta Jendra tidak menunggunya,karena dia ingin menyelesaikan masalahnya dengan Aldo dan mungkin butuh waktu yang lama untuk berbicara kepada Aldo,Jendra hanya bicara singkat aku menunggumu di luar jika ada apa-apa panggil aku.

__ADS_1


Suasana di ruang tamu rumah Aldo begitu sunyi,dan Disti pun membuka suara,"Aldo aku tidak mau mendengar ceritamu dari orang lain,aku ingin mendengar secara langsung darimu,apa yang terjadi sebelumnya".


Aldo pun menjawab seperti yang kau tau,dia adalah cinta pertamaku,dan Jendra adalah teman kuliahku,bukannya aku tidak mau terbuka denganmu Love tapi menurutku tidak perlu di bicarakan karena sekarang Kaulah Istriku dan wanita yang me jadi Ibu dari anak-anakku,Disti pun segera memeluk Aldo hingga meneteskan airmata,


Jika aku Istrimu kenapa foto itu masih tersimpan di ponselmu,


Aldo menjawab"Love,aku tidak begitu ingat foto itu,bahkan aku saja tidak perduli dengan gadgetku".


Disti pun berbicara kepada Aldo


Seketika itu airmata Aldo menetes,setelah disti mengemas barangnya,Disti langsung keluar sembari melihat ke belakang sembari berjalan ke arah pagar,


Di depan pagar Jendra sudah menunggu Disti,dan dia pun tersenyum melihat disti sudah membawa kopernya.

__ADS_1


Jendra membantu Disti memasukkan koper ke mobil,dan saat Disti masuk ke mobil,Jendra melihat Disti pun merasa Iba,pasalnya Disti terlihat menitihkan airmata.


Sampai di depan Rumah Jendra pun,Disti masih terdiam,dan Jendra angkat bicara,"Dis,jika keputusanmu membuat hatimu sedih,kembalilah padanya...aku tak akan memaksamu".


Seketika itu Disti menangis sekencang-kencangnya sambil memegang  bahu Jendra,Jendra hanya terdiam,dan berkata aku tidak bisa memaksa seseorang yang hatinya masih terikat dengan yang lain.


Setelah tenang Disti pun mengatakan pada Jendra,"Besok tolong antarkan aku ke bandara,dan Maaf aku tidak bisa mem alas perasaanmu".


Visual Rajendra



Makin penasaran kan gimana kelanjutannya...

__ADS_1


Tunggu next update yah...


Love you 💙💙💙


__ADS_2