
Aku pun memutuskan untuk membersihkan diri dan segera membuat sarapan, aku membuat sarapan nasi goreng seafood, dan salad Buah.
Aldo pun bukan orang pemilih,dia makan apa yang aku masak, setelah masakan matang, aku pun memanggil Aldo, tidak lama dia datang dengan Laptop kerjanya, dia terlihat berseri, Aku pun bertanya "ada apa Suamiku", dia menjawab "Love, perusahaan yang aku rintis mengalamai perkembangan yang cukup pesat, bahkan omzet naik mencapai 50%.
Aku pun bersuka cita dan menyemangati Suamiku, dan aku pun menghidangkan nasi goreng kepadanya.
Setelah Sarapan Aldo mengajakku ke Bali untuk melihat lokasi mana yang aku mau untuk membangun rumah impian kita, aku pun menolah dengan halus, karena terlalu cepat, sedangkan Aldo sangat antusias untuk dapat segera pindah rumah di Bali.
Bahkan Aldo juga sudah mempersiapkan beberapa desain rumah untuk di Bali, tak lama Mama Aldo telfon untuk mengabari bahwa di Lombok juga bagus untuk kami bangun rumah.
Aku yang mendengar itu hanya bisa menyetujui permintaan Mama di telfon, Aldo sangat antusias dan menelfon beberapa orang desain interior untuk mendesain rumah impian kita.
Visual rumah impian
Karena Aldo ingin membuat Istri terncinta bahagia dan nyaman di rumah jadi Aldo desain seperti itu.
__ADS_1
Disti pun setuju dengan konsep desain yang di buat Aldo, karena sangat Asri dan suasana pedesaan apalagi di tambah pohon kelapa yang membuat kesan sejuk.
Aldo juga akan membuat Kantor di sebelah rumahnya agar bisa memantau keluarga kecilnya kelak.
Setelah menentukan Desain yang di pilih Aldo juga segera menelfon Mama dan Papanya, tak lupa pula mengabari kedua orangtuaku.
Aldo pun menjelaskan bahwa butuh waktu beberapa bulan untuk membangun rumah impian kita, bahkan kita belum menentukan bagaimana konsep interior di dalamnya.
Aldo juga akan berencana membuka kantor cabang di luar negeri, karena ingin semakin memajukan bisnis perusahaannya.
Sebagai Istri, aku pun begitu bahagia melihat sang Suami semangat bekerja. Bahkan Aldo akan membeli beberapa saham milik Jendra dan Kusuma.
Aldo hanya menenangkanku dan berkata "jangan kawatir Love, aku sudah memperhitungkan kemungkinannya", Aku pun sedikit tenang dan gelisah karena perusahaan mereka berdua adalah kompetitor perusahaan Aldo.
Setelah semua selesai, aku pun berniat membaca buku, tetapi Aldo malah memberikan aku buku Finance, karena Aldo ingin aku mendalami ilmu keuangan untuk membantunya di perusahaan kelak.
Senyum Aldo mengembang saat aku membaca buku Finance, bahkan saat asyiknya membaca, aku pun terlelap di sofa, sehingga Aldo memindahkanku ke tempat tidur.
__ADS_1
Tak lama tertidur aku pin terbangun, dan Aldo sudah memelukku dengan erat, lalu kami pun melanjutkan mimpi indah kami.
Keesokan harinya, Aldo berniat menelfon Jendra dan Kusuma untuk membicarakn Bisnis, tapi aku mengingatkan Aldo karena mereka berdua sangat licik....
Setelah menelfon keduanya, wajah Aldo tersenyum, dan aku bertanya "bagaimana Al, apa mereka mau kamu.membeli beberapa saham mereka".
Jawaban Aldo membuatku kaget "Love perusahaan Jendra saham 30% aku sudah membelinya, dan perusahaan Kusuma 40% saham aku juga sudah membelinya dengan keuntungan kira-kira 50% dari tiap-tiap perusahaan, aku pun sangat senang mendengarnya dan memeluk Aldo.
Nah guys apa yang akan terjadi selanjutnya....
Nantikan updatenya yah...
Penulis mengupayakan update tiap hari.
Jadi dukung terus yah guys.
Terimakasih 🙏🙏🙏
__ADS_1
Love you💙💙💙