
Mama dan Papa sedang menimang Aldis, mereka membiarkan Aldo dan Disti berbincang.
Disti menerima telefon di tengah perbincangannya yaitu telefon dari sang Suami.
Ingki meminta untuk Disti ke kantor dengan mengantar makan siang.
Tak lama Disti berpmitan dan menuju ke Kantor bersama Aldis.
Aldo tidak ikut karena Disti tahu itu akan hanya menambah masalah.
Di kantor Ingki sudah menanti, Disti pun mengetuk Pintu, dan......
Ingki sedang mesra bersama sekretarisnya yang cantik.
Melihat itu Disti hanya terdiam, sontak saja Ingki kelabakan.
Dan Disti langsung menampar sang Sekretaris, cek-cok terjadi dan Ingki lalu menyeret sekretarisnya keluar lalu memberitahukan bahwa Disti adalah Istrinya.
Dengan hati kesal Sekretaris pergi, Disti pun membentak Ingki " buat apa mempertahankan hubungan yang tidak ada cinta di dalamnya kalau penghianatan yang ada ".
Ingki bersimpuh dan memohon maaf kepada Disti " Istriku, maafkan aku, aku berjanji tak akan mengulanginya ".
__ADS_1
Disti pun berkata " Sampah mendengar ucapanmu, Janjimu dan tingkahmu lalu pergi begitu saja "
Ingki mencekal tangan Disti, dan menarik dalam pelukannya tetapi tidak di hiraukan oleh Disti, Disti memberontak dan menampar pipi Ingki lalu berkata " Perempuan yang kamu sebut Istri di ciptakan dari tulang rusukmu untuk engkau hormati, bukan untuk di hianati, itupun kalau kamu menyebut dan menganggapku sebagai Istri "
Disti pun meninggalkan Kantor,Ingki cepat berjalan dan menyusul Disti, sayang Disti sudah pergi lebih dulu.
Ingki langsung menelfon Disti tapi tidak ada jawaban, kembali ke Apartement juga nihik tidak ada, Ingki pun melihat dari GPS dan....Disti menuju ke arah rumah Aldo.
Ingki menhentakkan kakinya lalu segera menuju alamat tersebut.
Sesampainya di rumah Aldo, Ingki telah mempersiapkan untuk semuanya.
Melihat Aldo yang duduk di sebelah Istrinya hati ingki sangat perih.
Betapa Aldo kaget dan tak percaya karena yang di tunjukkan adalah foto pernikahan Ingki dan Disti.
Aldo langsung saja membogem pipi Ingki dan berkata " tak mungkin kalian membohongiku, Dia adalah wanita yang aku cintai, bahkan Aldis adalah buah hati kita ".
Ingki pun mengeluarkan sebuah map berisi salinan surat perceraian Aldo, dengan sigap Disti menyeret tangan Ingki membawa keluar.
Di luar rumah, Disti sedang membara dengan emosinya, dia memaki Ingki, memarahinya dan berkata " to the point saja apa maumu ".
__ADS_1
Ingki hanya menjawab " 1 bulan tinggal di Apartementku, Terserah apa alasanmu padanya lalu aku akan menyimpan rahasia kita ".
Disti menjawab Baiklah tapi jangan menyakiti Aldo ataupun yang lain, dia masih belum pulih.
Disti masuk lalu berkata kepada Aldo, dia akan mengurus perusahaan dalam 1 bulan ke depan di Luarnegeri setelah selesai baru ia akan kembali, untuk soal Ingki jangan percaya apapun yang ia bicarakan ".
Aldo hanya memeluk Disti yang di anggap istrinya tersebut dan mengecup kening sang Istri.
Di depan Pintu Ingki tersenyum licik dan berlalu pergi sembari membawa koper Disti.
Aldo hanya melihat dari kejauhan Disti dan buah hati mereka.
Di luar rencana Ingki tidak membawa Disti ke Apartement tetapi menuju ke bandara.
Disti hanya diam, setelah turun baru Disti angkat bicara " apa rencanamu Suamiku ( dengan nada mengolok )
Ingki berkata kita akan ke Abu Dhabi dalam 1 Bulan ke depan, dan biarkan Aldo sendiri di sini.
Dan....apa yang akan terjadi
sabar nantikan cerita selanjutnya yah guys
__ADS_1
terimakasih-khamsahamida
🙏🙏🙏💙💙💙