
Rajendra seolah mempunyai rencana jahat untuk memisahkan Aldo dengan Disti,dia pun menelfon seseorang dan tersenyum smirk.
Sementara di lain tempat Kusuma mengacak rambutnya kesal,karena kehilangan jejak Disti dan Aldo,raut mukanya menampakkan emosi,bahkan nomer handphone Disti pun tidak bisa di hubungi.
Di tempat Villa Disti dan Aldo menginap,mereka sedang bersantai,tetapi tidak dengan raut wajah Aldo yang sedikit kawatir tentang Istri tercintanya,bagaimana tidak wajah anggun nan rupawan Disti membuat 2 pria terhipnotis kepadanya.
Aldo pun membuka suara,"Love"
apakah aku harus menolak kerjasama dengan Jendra,dan kita akan pindah negara lagi agar mereka berdua tidak mengusik kehidupan kita...
Disti pun menjawab " Aldo,aku sebagai Istri juga tulang rusukmu hanya bisa bersamamu di kala suka dan suka,kemanapun kaki Suamiku melangkah akan aku ikuti "
Seketika Aldo tersenyum dengan jawaban istrinya.
__ADS_1
Dengan cepat Aldo mengambil ponsel dan menekan nomer hanphone Jendra,
Aldo berkata ingin menolak kerjasama dengan Jendra tetapi Jendra tidak menerima penolakan itu,bahkan Jendra ingin bertemu dan memastikan alasan penolakan itu,Aldo pun tidak mengiyakan permintaan Aldo bertemu,dan Jendra mendesak untuk mendatangi Villa yang Aldo singgahi bersama Disti,secara sepihak Jendra memutuskan sambungan telefon.
Aldo pun berbicara kepada Disti tentang Jendra dan berkata Al,kita tidak bisa menghindar dari Jendra,tapi setidaknya kita bisa menjelaskan Alasan apa sebenarnya penolakan kerjasama itu,Aldo pun tidak menyangka bahwa sang istri bisa bersikap demikian.
Tak lama bell villa pun berbunyi,dan Aldo membuka Pintu,dan benar saja Jendra yang datang,dengan santai Aldo mempersilahkan masuk,Disti oun membuat teh hangat dan cemilan.
Dengan nekad Jendra bertanya kepada Aldo dimana Disti,Aldo pun menjawab ada di dalam,Jendra pun membawa sebucket bunga Daisy untuk Disti dan menaruh di sebelah tempat duduknya.
Di ruang tamu suasana nampak hening bahkan ada pandangan mata membunuh di diri Aldo karena Jendra sudah keterlaluan,mencoba mencairkan suasana Aldo pun berkata "Maaf" kerjasama yang kamu tawarkan terlalu tinggi harganya bahkan sangat di luar pemikiranku,itulah Alasanku menolak,Jendra pun terbangun dan memegang kerah baju Aldo dan berkata "Aku akan membuat Disti menjadi milikku seutuhnya dan selamanya jika kau menolak kerjasama ini,dan membuat perusahaanmu bangkrut seketika,Aldo pun hanya terdiam,dan berkata Apa maumu sebenarnya Tuan Rajendra,aku bahkam tidak mempunyai dendam atau kesalahan padamu,Jendra pun berkata
"apa kau tak ingat dulu saat kuliah menabrak seseorang perempuan hingga Tewas dan kau lari begitu saja"
__ADS_1
Sontak Aldo pun terkaget dan menjawab
"Lalu apa hubungannya Perempuan itu denganmu"
Jendra menjawab "dia adalah satu-satunya adik perempuanku".
Aldo pun duduk terdiam,seharusnya Istrinya tahu ini semua,sekarang sudah Runyam bahkan terlambat untuk memberitahu Istrinya.
Di dapur Disti pun hanya mendengarkan lagu-lagu lewat earphone jadi dia tidak mendengar apa-apa tentang pembicaraan 2 lelaki di ruang tamu,serasa menunggu cukup lama,Disti pun memutuskan untuk mendatangi suaminya,saat di ruang tamu betapa terkejutnya Aldo dengan kedatangan Istrinya dan Jendra pun pamit untuk pulang.
Hai guys gimana ini...
Pada nunggu kelanjutanya kan...
__ADS_1
Tetep sabar menanti update next bab yah.
Love you 💙💙💙