Ketika Cinta Datang Dan Pergi

Ketika Cinta Datang Dan Pergi
BAB 22 Perangkap Rajendra buat Aldo


__ADS_3

Kabar baik Aldo dan Disti sudah berbaikan tapi tidak dengan Jendra,Jendra tau mantan terindah bagi Aldo yang bikin Aldo susah Move on,dan dia cewek itu lagi ada di luar negeri,Jendra pun dengan cepat menelfon seseorang untuk segera ke Malaysia.


Ke esokan harinya,cewek yang di sebut mantan terindah Aldo datang,


Visual Maharani



Bahkan foto Maharani dengan Aldo,Jendra simpan untuk rencana jahatnya.


Setelah Maharani sampai di bandara,Jendra pun langsung membawa Rani ke mobil,di perjalanan Jendra menjelaskan rencananya kepada Rani,terlihat senyuman smirk pada mereka berdua.


Di rumahsakit suasana Aldo dan Disti sedang berbunga-bunga,tetiba dari mana datangnya ada yang berkunjung di dalam kamar membawa bunga Daisy,betapa terkejutnya si Aldo ternyata itu adalah Maharani,,,,muka Disti sedikit sedih melihat Aldo seakan antusias dengan Kedatangan Maharani.

__ADS_1


Panggilan Disti ke Aldo,membuyarkan lamunan Aldo dan berbalik iya Love,Disti bertanya siapa itu,dan Aldo lagi-lagi sedikit panik berkata "Love,perkenalkan ini Maharani dulu adalah mantan kekasihku".


Disti seketika syok mendengar hal itu lagi-lagi dia merasa di bohongi oleh suami tercintanya dan hatinya sakit,tak terasa airmatanya menetes,melihat hal itu Maharani malah tersenyum karena rencana jahat bersama Jendra berhasil membuat hubungan keduanya renggang.


Aldo melihat sang istri yang sedih,mulai panik,pasalnya baru beberapa jam mereka berdua akur,dan Aldo mendekati Disti tapi Disti membuang muka,tanpa Ba,bi,bu Aldo langsung memeluk Disti.


Maharani yang melihat itupun hatinya dongkol,dan mulai mendekati Aldo,sambil memperlihatkan foto Aldo saat mereka bersama dulu,seketika Disti pun langsung mengusir Rani,Aldo yang melihat itupun hanya terdiam karena baru kali ini Disti marah besar,setelah kepergian Rani,Disti dengan melepas paksa selang infus,langsung berdiri dan berkata kepada suaminya "Aldo,aku butuh waktu untuk sendiri,sekarang tolong biarkan aku menenangkan diri,dan kita bisa berfikir dengan matang mau si bawa kemana semua ini kalau nyatanya banyak kebohongan yang tidak aku ketahui",disti pun berjalan dengan darah menetes keluar kamar,dengan berlari dia keluar rumahsakit dan buru-buru naik Taxi,bahkan Aldo kehilngan jejak,karena Disti tidak membawa Handphone ataupun uang sama sekali.


Di luar sana Jendra yang mendengar hal itu dari orang suruhannya Langsung cepat mengambil kunci mobil dan tancap gas,dan menyusul Disti...


Tak berapa lama sampailah di sebuah rumah sederhana dekat pantai dan Jendra langsung membukakan pintu untuk Disti,masuklah...


Disti pun bertanya di rumah siapa ini,Jendra pun hanya tersenyum.

__ADS_1


Setelah berada di ruang tamu,Jendra memanggil Bibi Ina,orang yang menjaga rumah itu untuk membuat camilan dan minum untuk Disti,karena kondisi Disti yang pucat dan masih memakai baju rumahsakit,Jendra pun menyuruh Disti ganti di kamar milik Almarhum adiknya dan menyuruh untuk segera kembali,karena Jendra ingin menceritakan semuanya.


Tak lama Disti pun kembali ke ruang tamu,betapa terkejutnya Jendra melihat penampilan Disti,juh lebih natural dan cantik dengan pakain casual,dan secara perlahan Jendra menjelaskan soal kematian adiknya dan Rani.


Disti pun sempat kaget,Kenapa Jendra bisa tau tentang hal ini,karena Aldo dan Jendra dulu sempat berteman baik.


(di balik sifat Jendra yang licik,dia sangat berbeda dengan Aldo,cemderung lebih berbicara jujur daripada harus membohongi orang di sekitarnya).


Bahkan dulu Rani juga berteman dengan Jendra,tetapi setelah dekat dengan Aldo,rani jarang menyapa Jendra.


Disti juga bertanya apakah kalian cinta segitiga,Jendra pun hanya menjawab,kami hanya berteman.


Gimana kelanjutan ceritanya...

__ADS_1


Nantikan next update yah guys


Love you 💙💙💙


__ADS_2