Ketika Cinta Datang Dan Pergi

Ketika Cinta Datang Dan Pergi
BAB 21 Kekuatan cinta Aldo dan Disti


__ADS_3

Setelah Jendra babakbelur,Aldo pun bergegas naik ke dalam pesawat dan hanya meninggalkan Jendra sendirian,


Jendra pun menyusun rencana jahat untuk Aldo dan Disti,dengan senyum smirknya Jendra menelfon seseorang untuk membututi Aldo dimanapun dan kapanpun.


1 jam lebih 45 menit perjalanan Aldo ke Malaysia,dan selama itu pula Disti terlihat ketakutan,dan Aldo pun mulai cemas.


Aldo pun memeluk Istrinya untuk menenangkannya dan berkata "Love,jangan cemas dan takut karena janinmu juga akan mengalami stress".Disti pun sedikit lebih tenang dengan perkataan Aldo.


saat landing tetiba Disti merasakan sakit di bagian perutnya dan Aldo mulai panik,saat turun dari pesawat pun Aldo langsung menggendong Disti dan membawa ke mobil,dalam perjalanan ke rumahsakit disti pun terlihat pucat dan kesakitan.


Aldo pun memanggil petugas medis agar segera membawa istrinya ke ruang tindakan,di luar ruang tindakan Aldo sangat cemas,berjalan kesana kemari tak tentu arah.30 menit kemudian Dokter keluar dan hanya tersenyum kepada Aldo dan mengelus kepada Aldo karena ada kelainan di janin Disti dan Aldo harus memilih menyelamatkan Disti Atau janinnya,

__ADS_1


Dokter juga menceritakan bahwa Disti memaksa pada para petugas medis untuk menyelamatkan Janinnya tapi Aldo tidak,dia tidak ingin kehilangan orang yang di cintainya, dan berkata pada Dokter "dok,tolong selamatkan Istri saya",Dokter menjawab "baiklah tuan".


dokter pun masuk kembai dan 1 jam kemudian keluar dari runag tindakan dan berkata "tuan adakah keluarga atau kerabat Nyonya yang mempunyai golongan darah A+ karena disini Stok sedang habis,dengan sigap Aldo pun langsung menjawab,"Dok,ambil darah saya"


tak lama Aldo mendonorkan darahnya untuk Istri tercintanya,Dokterpun berkata semoga nyawa istri tuan tertolong karena sudah kehabisan banyak darah.


Aldo langsung teduduk lemas di ruang tunggu,beberapa jam menunggu Aldopun melihat dokter keluar dan langsung menghampiri dokter tersebut dan bertanya "bagaimana kondisi Istri saya Dok",dokter menjawab "tuan tidak usah kawatir karena masa kritisnya sudah lewat".


setelah menanti beberapa menit perawat pun mengabari bahwa Nyonya Hadisti sudah di pindahkan ke kamar inap,dengan berseri Aldo pun mengampiri istrinya,sesampai di kamar inap,Aldo mendekati sang istri dan mencium kening Disti,kondisi Disti sekarang masih belum sadar karena pengaruh obat bius.


dengan sabar Aldo menyeka Disti dan Aldo juga sudah menyiapkan mental untuk berbicara jujur soal janin Disti.(disinilah ujian cinta dan kekuatan cinta terjadi guys)

__ADS_1


selang satu jam setelah itu Disti terbangun dan memanggil nama Aldo...Al...Al...Aldo,Aldo pun memegang tangan Disti dan berkata "Love,aku ada disini,aku tidak akan meninggalkanmu".Distipun berkata apa yang terjadi padaku Al,aku pun dengan sabar menjelaskan dengan sabar dan secara perlahan mengenai yang terjadi,saat aku bilang bahwa nyawa Disti yang di selamatkan,ku lihat Disti agak murung,Disti pun berkata "Al....bukankah aku sudah berpesan kepada dokter untuk menyelamatkan Anak kita,Aldo menjawab "nyawamu juga dalam bahaya Love,karena janin Anak kita juga tidak tumbuh dengan baik.


Disti masih murung,bahkan tidak mau makan,aku sudah membujuknya untuk makan tapi aku terus saja membujuknya,tapi tetap saja Disti tidak mau makan,akhirnya Aldo mempunyai ide walaupun idenya,dia mendekati istrinya dan berkata "Love"kalau tidak mau makan aku akan menelfon Jendra untuk datang kesini agar dia membawamu,seketika itu mata disti melotot dan berkata...Al lebih baik aku makan dari pada harus bertemu dengan orang jahat dan icik seperti dia.


dengan telaten Aldo menyuapi Disti,sambil bersenda gurau,sampai makanan habis,Aldo pun memberikan minum dengan hati-hati kepada Disti


Visual Aldo nunggu Disti



Okey...tunggu next update yah

__ADS_1


Love you💙💙💙


__ADS_2